Happy Birthday Radio Volare

Designed by Abang Priana Ashri

Waktu benar-benar seperti terbang. Rasanya baru saja kemarin lalu di pembuka siaran saya sebutkan: 32 tahun Radio Volare, hari ini, 26 Februari 2012, Volare sudah memasuki usia 39 tahun. Happy birthday, Radio Volare!

Meskipun sekarang setelah berdomisili di Sekadau saya sudah tak pernah lagi siaran *karena jarak yang memisahkan berkilo-kilo meter jauhnya*, dan profil saya dari halaman web Radio Volare terancam sirna *halah* kalau dalam waktu 3 bulan berturut-turut tidak on air, but it doesn’t mean I’ll lose my sense of belonging to my experience I had along my time being there. Yap, pengalaman berharga yang saya dapatkan sejak awal mula saya menjadi bagian dari Radio Volare, sampai dengan hari ini.

Setelah saya coba ingat-ingat dan dihitung-hitung, sejak pertama kali on air di awal 2004 sampai dengan terakhir kali ‘ngerampok’ jadwal dan kadang-kadang nyempil di beberapa program tertentu, terrrrnyata ada lebih dari 20 program yang pernah saya bawakan, baik sebagai penyiar tetap, dan lebih banyak sebagai penyiar pengganti. Program apa sajakah itu? Mari bernostalgia (lagi) dalam rangka memeriahkan Ultah Volare yang ke 39 ini. Tapi ini programnya bukan berdasarkan urutan tahun siaran ya. Berdasarkan kapasitas ingatan saya yang terbatas saja. So, here they are:

1. Direct Contact, atau disingkat DC. 

Maluuuunya kalo inget bahwasanya saya pernah cukup ‘terkenal’ melalui program ini dengan nama: Dinie Sgiphic *kemudian istighfar*. Direct Contact adalah program pertama yang saya bawakan. Dengan degup jantung yang kencang, saya bacakan kartu DC petang itu. Ya, Direct Contact adalah program baca kartu dan request lagu dari pendengar. Waktu itu berkirim salam via kartu DC cukup tenar dan dikuasai oleh beberapa ‘anak gaul’ Kota Pontianak. Dengan kata lain, dulu saya cukup banyak juga punya teman yang ‘anak gaul’. Apa-apaan ._.

2. Jukebox, Sunday Morning Jukebox

Program request lagu juga, hanya saja Jukebox terima request via telpon dan SMS, sembari penyiar berbagi informasi seputar kesehatan, teknologi, dan beragam tips untuk Bujang Dare (sebutan khusus untuk pendengar Radio Volare). Di program ini, saya juga sempat siaran dengan 2 orang comic kenamaan Kota Pontianak: Ilham Kurniawan *yang juga MC kondang kenamaan se-Kalbar dan baru saja mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan*, dan Ipunk Wahaha di Sunday Morning Jukebox. Bisa dibayangkan bagaimana aroma studio di hari minggu pagi karena 2 orang tersebut lebih sering datang siaran pagi tidak pake mandi.

3. Kepak Karir

Menyajikan informasi seputar dunia kerja, karir dan keuangan. Waktu saya masih jadi scriptwriter, program ini namanya Niaga Khatulistiwa, dibawakan oleh salah seorang penyiar favorit saya: Bang Budi KK. Di usia Volare yang ke 36 tahun, dibuatlah program Kepak Karir Special Edition. Reviewnya bisa dibaca di blog Volare :)

4. Buletin Olahraga, disingkat Bulora.

Sampai sekarang saya masih beranggapan bahwasanya saya diminta untuk bawakan program ini sematamata karena saat itu penyiar lain ga mau siaran pagi. Anggapan yang jahat ya hehehe. Yah abisnya saya ini bukan tipikal perempuan yang paham olahraga, jarang olahraga pula, dan walhasil pernah dikritik oleh pendengar gara-gara salah menyebut nama seorang pemain bola.

5. Canda Khatulistiwa

Program ini hadir di sore hari untuk temani Bujang Dare santai-santai selepas pulang kerja. Diperlukan kepiawaian melucu untuk program ini. Minimal bisa menertawakan kelucuan sendiri. Satu-satunya bekal saya kalau siaran ini adalah: buku humor dan koleksi pantun. Penting itu, untuk jaga-jaga kalau rekan penyiar tidak bisa datang. Lagipula, waktu itu saya masih terhitung penyiar dini *dalam arti yang sebenarnya* yang tidak boleh dibiarkan siaran seorang diri.

6. Free Your Mind

Saya tidak terlalu ingat whether or not saya pernah bawakan program ini. Rasa-rasanya pernah, karena saya  juga sempat jadi reporter, wawancara anak-anak muda tentang tema yang diangkat untuk program ini. Waktu itu merekam suaranya masih pake tape recorder, yang kalau tombol rec berwarna merahnya kepencet, hilanglah hasil rekaman yang sudah capek-capek saya rekam.

7. English Teletalk

Program ini adalah salah satu alasan terberat saya untuk meninggalkan dunia siaran. Sejak awal mula saya menjadi pendengar setia Radio Volare *setia banget, dari pagi sampai malam. Bahkan waktu itu jadwal siarannya saya catat. Saking setianya dulu radio yang saya dengar hanya Radio Volare. Dengarkan radio lain hanya kalau frekuensi 103 FM (dulu masih 103 FM) menghilang dari udara*, program yang paling saya suka adalah English Teletalk.

Waktu itu penyiarnya Mbak Yanti Sihotang dan Bang Bernard Sembiring. Saya ga ngerti mereka ngobrol apa. Benar-benar tidak ngerti. Tapi suka sekali mendengar mereka begitu lancar berbahasa Inggris. Sejak hari itu, saya bertekad, suatu hari saya harus bisa berbahasa Inggris seperti mereka. And Allah granted my wishes. Hingga di sebuah sore yang cerah, Mbak Temi menawarkan saya untuk siaran program ini, saat saya kelas 3 SMU, dengan kemampuan Bahasa Inggris yang masih abal-abal, dan anehnya saya terima tantangan itu.

Lewat program inilah saya pelan-pelan mengasah kemampuan speaking. Indikator saya waktu itu, kalau sudah bisa ngobrol dengan native speaker, berarti sudah bisa speaking. Ahihihi.

8. Fokus Artis Minggu Ini, disingkat Fotis Mini.

Barangkali saya adalah penyiar radio dengan selera musik paling buruk se-Indonesia Raya. Maka tak heran kalau di Volare, saya tidak dikasi jadwal siaran untuk program musik. Termasuk program Fotis Mini yang membahas artis yang lagunya jadi juara di Indonesia 10 atau Volare Number One Sound. Hadirnya saya di program ini tak lain tak bukan, hanyalah menggantikan Mbak Sissy Iristya yang berhalangan hadir.

9. Afternoon Tea

Seperti Canda Khatulistiwa, program ini hadir menemani Bujang Dare untuk santai sambil ngeteh di sore hari, as its name: Afternoon Tea.

10. Indonesia 10

Sama seperti Fotis Mini, kehadiran saya di Indonesia 10 juga (lagilagi) untuk menggantikan Mbak Sissy Iristya. Penyiar pengganti yang rajin dan baikhati sekali ya saya ini :p

11. Volare Number One Sound

Saya sendiri tidak percaya saya pernah siaran program ini. Dari dulu saya menganggap bahwa Volare Numer One Sound adalah program yang hanya akan saya dengarkan, bukan bawakan. Dan hari itu, 19 Agustus 2007, mengudaralah suara saya dari pukul 9 hingga pukul 11. Meskipun hanya 1 kali sepanjang karir siaran saya, tapi terkenang sepanjang masa. Yaiyalah, langsung saya buat tulisannya di blog Volare soalnya hahaha.

12. Double Dose

Ini program musik juga, dan *kali ini bukan menggantikan* hanya beberapa bulan saja saya betah membawakan program ini. Selang beberapa bulan, host Double Dose berganti ke penyiar yang lebih paham musik: Bang Jaka Prakasa atau Bang Didit kalo ga salah inget.

13. Girl’s Talk

Sebetulnya saya merasa tidak pantas muncul program ini. I am a woman, yes. But not that girlish enough to host this program. Sebagian besar topik di Girl’s Talk bukanlah jenis bahasan yang saya kuasai, apalagi saya terapkan. Untunglah, waktu itu nongol di Girl’s Talk hanya menggantikan penyiar lain yang berhalangan hadir.

14. Oase Iman


Sejukkan iman sembari lepaskan lelah di penghujung hari… Seharian disibukkan persoalan duniawi, seringkali membuat kita mengabaikan perlunya senantiasa menguatkan iman. Seharusnya kita mampu berkaca pada diri kita sendiri, sudahkah bertambah tebalkah imanku hari ini? Atau jangan-jangan semakin menipis? Lewat kisah-kisah sederhana dalam kehidupan sehari-hari manusia, mudah-mudahan kita bisa sama-sama banyak belajar..

Demikianlah bunyi deskripsi program ini di halaman web Radio Volare. Saya belum pernah siaran Oase Iman live dari studio karena programnya on air di malam hari. Jadi, dulu ketika Mbak Sissy cuti, saya-lah yang dengan senang hati rekaman sepekan sekali dengan Bang Azis atau Mbak Sari.

15. Dunia Kampus

Sesuai judul programnya, bisa ditebak kan tentang apa acara ini? Tepat sekali. Memberikan informasi seputar dunia kampus, membahas topik yang berkaitan dengan kehidupan kampus, berbagi tips dan informasi beasiswa, serta sesekali menghadirkan narasumber untuk diajak talkshow.

Membawakan program ini memberikan amat banyak keuntungan untuk saya. Salah satunya, ketika saya menjadi Project Manager event English Pintar 2008, berkalikali saya promosi gratis di program ini. Hehehe.

16. Rehat Kerja

Jenuh dengan kerjaan saat ini? Punya uneg-uneg tentang rekan sekerja? Atau punya trik menghadapi bos yang galak? Gabung aja di Rehat Kerja, wadah ngumpulnya para pekerja, manajer, juga para bos untuk ceritakan kembali serunya kehidupan bekerja. Bujang dare punya selera humor tinggi? Jangan disimpan sendiri! Telpon ke sini dan bantu lepaskan semua stress yang mendera…


Demikian bunyi deskripsi program Rehat Kerja di web Volare. Momen paling berkesan di Rehat Kerja adalah ketika siaran dengan beberapa tamu dari luar kota, salah satunya Rehat Kerja bersama  Bob Sadino.

17.Ta’lim Annisa

Menurut saya, inilah program yang ‘saya banget’ sampai saat ini ^.^v. Banyak sekali tambahan ilmu agama yang saya dapat setelah siaran Ta’lim Annisa. Beberapa ilmunya saya simpan di blog Volare, dan sebagian bisa dibaca di postingan dengan label: dini.

18. INSTAN, kepanjangan dari INi Saatnya ikuTan siarAN.

Program ini agak-agak mirip dengan seleksi presenter terbaik di program Volare Hotline Service yang beberapa hari lalu saya kisahkan. Bedanya, di INSTAN prosedurnya agak lebih birokratif *istilah macam apa ini?*. Prosedurnya, peserta mendaftarkan diri dulu ke kantor Volare, isi formulir, kemudian akan ditentukan di pekan keberapa mereka on air. Jurinya? Siapa lagi kalau bukan Mbak Temi.

19. CAKRAWALA, baCAkan RAgam WAwasan dan LAgu.

Hihihi. Saya senang CAKRAWALA sampai sekarang masih dipakai sebagai nama program yang hadir rutin Senin – Sabtu ini. Saya ingat ada beberapa nama yang saya tawarkan ke Mbak Temi, dan nama CAKRAWALA yang dipilih. CAKRAWALA, sesuai judulnya, menghadirkan beragam informasi dan menerima permintaan lagu lewat pesan singkat.

Harap digarisbawahi, menerima permintaan lagu lewat pesan singkat, loh ya. Belum tentu lagu yang dirikwes, lantas akan diputarkan. Karena, yah bisa ditanyakan ke penyiar yang pernah membawakan program ini, kadangkala ada pendengar yang suka agak ‘melenceng’ dalam menentukan lagu pilihan untuk diputar. Hehehe. Maksudnyaaa dengan melenceng? Ah, mendingan cari tau di web Volare aja ya :p

20. Soda Gembira

Santai yOk Di volAre sambil GEMBIRA! Mengajak Bujang Dare bergembira di sore hari dengan COLEK: bahas Status & Catatan pilihan penggemar Volare di Facebook. BUSA (Bicara Untuk Santai Aja): bahas yang sedang hangat,dan ngobrol dengan tamu di BERANDA.

Itu dia deskripsi program Soda Gembira. Setiap harinya, tamu yang hadir di segmen BERANDA berbeda-beda. Untuk detailnya, langsung cek aja di jadwal program ya :)

21. KGI: KGRE Show & Interactive Segment

Adalah Kang Asep Haryono yang saat itu merupakan perwakilan KGRE Pontianak, yang berjasa menjadi penghubung antara KangGURU Indonesia dengan Radio Volare, untuk kemudian masuklah program KGRE Talk Show sebagai program berbahasa Inggris kedua yang saya bawakan setelah English Teletalk. Bedanya dengan English Teletalk, KGRE Interactive Segment ini lebih mengutamakan bintang tamu yang berstatus siswa, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMU.

Setelah saya ‘hengkang’ dari Pontianak, program ini sempat dibawakan oleh Neng Riedha. Sayang sekali, saat ini KGRE Interactive Segment sudah tidak dilanjutkan lagi. Padahal saya sempat melakukan riset untuk program ini, dengan judul:


An Analysis on Conversation in ‘Kang Guru Radio English’ (KGRE) Program on Volare 103.4 FM Pontianak

Ya, ada Volare dan KGRE di skripsi saya.

22. Warta Tiga

Awww, sebenarnya sih saya malu sama Pak Mateus Herman nih gaya-gayaan majang Warta 3 sebagai program yang pernah saya bawakan :p. Bagi saya, yang paling pantas membawakan Warta 3 tetaplah Bang Herman.

23. Lepas Lelah

Lepaskan penat dan lelah Bujang Dare setelah seharian beraktivitas dengan musik lembut pilihan. Pastikan Bujang Dare simak juga info dan kiat untuk menjalani hidup dengan cara lebih baik di sini…


Begitulah deskripsi program ini di halaman web Volare. Seperti Oase Iman, program ini juga on air hingga tengah malam, sehingga dulu saya tidak live dari studio, melainkan rekaman dan hasil rekamannya diputarkan deh sama Bang Pandi atau Bang Syam.


24. Digilove, kepanjangan dari Digital Love


Program yang saya bawakan dengan Bang Herman, bahas tentang dunia digital, baca-baca blog terpilih *lebih sering baca blog saya :p*, mengundang narasumber yang kompeten di dunia IT.


25. Setiap Perempuan


Sama seperti di Girl’s Talk, saya juga merasa kurang pantas muncul di program Setiap Perempuan. Eh by the way, Setiap Perempuan ini nama baru dari Girl’s Talk kok hehe. Program ini saya tuliskan di nomor terakhir karena beberapa bulan lalu ketika saya pulang ke Pontianak, saya ‘ngerampok’ jadwalnya Kak Tya yang waktu itu berhalangan hadir, menemani Putri Susedtya di siang yang basah itu ^.^v. 



Well done. Ada 24 program yang berhasil saya ingat. 2 tahun menjadi scriptwriter dan 8 tahun siaran di Radio Volare itu sungguh pengalaman luar biasa berharga. Saya belajar bersosialisasi, belajar  menulis, belajar ikhlas, belajar menyimak, belajar sabar, belajar kehidupan, tak hanya lewat program-programnya, tapi juga melalui kru Radio Volare. Tulisan ini akan lebih panjang kalau harus saya lanjutkan lagi. Jadi, untuk hari ini, sampai di sini dulu yaa Bujang Dare.. Ketemu lagi di tulisan berikutnya, masih bersama saya Dinie Hazel *padahal bukan siaran :p*.


Selamat Ulang Tahun yang ke 39, Radio Volare. Your love has given me wings :)

I was, am, and will…

“The clock is running. Make the most of today. Time waits for no man. Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. Today is a gift. That’s why it is called the present.” 
Alice Morse Earler, 1902



Wooow, I’ve been about 5 years managing this blog! Berrrmacam-macam topik tulisan dari sejak saya masih duduk di bangku kuliah semester 3: nikah *paling sering kayaknya wkwkwk*, persahabatan, bahasa, tugas belajar, pekerjaan, asmara, keuangan, yaakk mulai berasa seperti akan bacain zodiak. Errr…


Pernah beberapa kali saya tuliskan tentang masa lalu. Sebagian kita mungkin tak lagi malumalu saat harus menertawakan masa lalu. Tertawa malu melihat tulisan tentang kenangan dengan someone special di diary saat SMP. Atau membongkar tumpukan buku dari dalam gudang kemudian menemukan selembar kertas usang yang isinya surat mesra. Awww, ngapain disimpan-simpan sih ya. Hihihi.


Namun barangkali kita punya alasan masing-masing untuk tetap menyimpan beberapa bukti otentik yang menjadi bagian dari masa lalu. Seperti saya yang tetap menyimpan tulisan-tulisan saya sejak 5 tahun lalu, 4 tahun lalu, 3 tahun lalu, 2 tahun lalu, dan setahun lalu di blog ini. Selain untuk database dan memang malas sayang untuk dihapus-hapusin, melalui tulisan-tulisan itu saya bisa introspeksi diri, membandingkan saya yang dulu dengan yang sekarang, mengambil pelajaran berharga dari tiap kalimat di sana. Sebagaimana bunyi blog description mbak temi: It’s not about the writing. It’s about the feeling behind the words.

Butterfly was just an egg

Kalaupun kemudian terjumpakan cerita-cerita horor tak menyenangkan di masa lalu, ya simpan saja itu, tak perlu ditebar kesana kemari, apalagi kelewat diratap-ratapi. If you are still talking about what you did yesterday, it means you haven’t done much today. Lihat yang sekarang sajalah. Toh meskipun hidup ini kita jalani melalui proses yang ada, yang akan dilihat di penghujung hari kelak tetaplah bagaimana kita saat ini. Yes, as Alice Morse Earler said: make the most of today!

Metamorfosis sempurna

Seperti kupukupu, metamorfosisnya sempurna. Hidupnya bermula dari telur, larva, pupa, dan imago! Jadilah ia dewasa. Kupu-kupu yang cantik. Meskipun keberadaannya tak lama di dunia, namun saat kita jumpai imago yang telah mati, kita tetap mengenalinya sebagai kupu-kupu. Bukan pupa, larva, apalagi telur. Begitu pun kita sebagai manusia. Berproses seperti siklus hidup kupu-kupu, dan berharap tinggalkan dunia ini dengan akhir yang terbaik: husnul khotimah. Insya Allah.


So, there I was, here I am, and still have no idea how I would be tomorrow. Semoga berakhir indah dan cantik, lebih cantik dari semua kupukupu di dunia…

Tentang Warnet @ & Ni

Designed by: Abang Priana Ashri
@ & Ni Cyber

Seharusnya postingan ini muncul di blognya Abang Priana Ashri yang notabene penanggung jawab warnet yang akan saya tulis di sini. Tapi, berhubung beliau tersebut bukan tipikal blogger yang rajin update blognya sendiri, maka biar saya aja deh yang nulisin. Tentunya dengan izin bapak yang punya warnet @ & Ni. Markilai, mari kita mulai membahas tentang Warnet @ & Ni.

Warnet ini berdiri pada 1 Agustus 2009 di Kabupaten Sekadau, kecamatan Sekadau Hilir, Desa Sungai Ringin. Letak warnet @ & Ni tepatnya di Jl. Irian no. 137. Kalo orang Sekadau asli mengenal lokasi ruko warnet ini sebagai area pasar, karena memang dekat dari pasar Sekadau. Warnet ini menempati salah 1 dari 9 pintu ruko yang dimiliki oleh Ibu Suhaeni, yang adalah bibinya Abang Priana Ashri *halah, sebut aja suami saya kenapa sih ah ihihi*. Nah, sejejeran dengan ruko yang ditempati warnet ini, ada warung bakso, distro, toko helm, toko pertanian, gerai ponsel, penjahit, sampe warung kecil sederhana dan sekedar hunian saja.

Warnet ini termasuk salah satu warnet yang awal berdiri di Sekadau. Jadi, alhamdulillaah sejak pertama diresmikan 2 tahun lalu sampai dengan sekarang, sudah ada beberapa pelanggan setia yang senantiasa memenuhi tiap bilik kecil dalam warnet ini. Berhubung kadangkala roomnya kurang, suami saya pun menambahi fasilitas wi-fi untuk yang pengen ngenet pake laptop sendiri.

Di awal berdirinya warnet ini, suami saya juga cobacoba untuk langsung sekalian ekspansi ke usaha percetakan. Yah, itung-itung juga mengimplementasikan skill design yang suami saya miliki. Hobi yang bisa menghasilkan uang kan seru, ga berasa cape kerjanya. Sehingga, jadilah @ & Ni tak cuma warnet saja, namun jadi @ & Ni group. Pertimbangannya, siapa tau kelak di masa yang akan datang, tak cuma warnet dan percetakan saja bisnis yang akan dijalankan, tapi juga usaha di bidang lain. Aamiin.

Berdirinya warnet @ & Ni, selain atas berkat rahmat Allah Yang Maha Esa, tak lepas pula dari uluran tangan Bang Fadlie yang tubuhnya sampe terguncang demi ikut membantu Instalasi Jaringan warnet. Kisah lengkapnya boleh dibaca sendiri di blognya bangfad. Awww, setelah diliat-liat ke belakang, ternyata pengerjaan warnet ini lumayan dekat sama milad saya yang ke 22 hihihi. Oiya, kebetulan *aaah, banyak amat kebetulannya siiih yaa* Bang Fadlie itu adalah kenalan saya di plurk :D

Lalu, kenapa warnet ini dinamai @ & Ni? Sebagian dari temanteman barangkali berpikir bahwa @ & Ni adalah singkatan dari Aci @ Dini. Hihihi. Not a hundred percent wrong sih. Sekarang sudah boleh diartikan begitu :) Sejarahnya warnet ini dikasi nama @ & Ni adalah karena awalnya usaha ini merupakan usaha dengan investasi 3 saudara sepupu yang bernama: Aci, Nazwar dan Ilham. Maka, jadilah @ & Ni. Aci, Nazwar & Ilham. Tak cuma itu saja, berhubung ruko tempat eksisnya warnet ini adalah ruko milik bibi dari 3 saudara sepupu, yang kebetulan *ini kata manusia, kata Allah tak ada yang kebetulan* bernama SuhaeNi. Aci & SuhaeNi? Boleh deeeh.

Bukan itu saja filosofi di balik nama @ & Ni. Jika dilafazkan huruf per huruf, @ & Ni dibaca AdanNi. Nama kakek dari 3 saudara sepupu yang membawahi warnet ini adalah: Adeni. Mirip kaan? ;) Emang ga ada yang kebetulan deh di muka bumi ini. Eeeeh ternyata, Aci yang saat ini memegang tampuk kekuasaan *caelaaah bahasanyaaaa huahaha* warnet ini dikaruniai istri baikhati *uhuk* yang nama panggilannya Dinie. Voila! Jadilah @ & Ni itu Aci dan Dinie ihihihi.

Demikianlah sekilas tentang warnet @ & Ni. Sepertinya banyak betul kebetulan yang terjadi dalam cerita hidup kita, sebagaimana cerita mengenai awal mula berdirinya warnet @ & Ni ini. Namun, kebetulan berlaku hanya untuk manusia. Untuk Allah, sedikitpun tak ada yang kebetulan. Semua sudah dirancang dengan indah dalam Lauhul Mahfudz, tertulis rapi di buku takdir. Maka, kalau semuanya sudah terjadi atas izin dan ridho Allah, masihkah kau berhak katakan ini campur tangan manusia? Wallahualam bishowab :)

Menertawakan Masa Lalu

Photo by: Rizki Fakhrurrazi

Slamat tinggaaal, masa lalu aku kan melangkaaah..

Ah, pasti tak asing ya dengan lirik lagunya 5minutes itu. Termasuk salah satu lirik lagu paling oke yang saya suka tuh. Kebetulan *ini kata manusia, kalau kata Allah sih tak ada yang kebetulan even only a leaf falls from a tree :) * beberapa hari lalu, dari distro sebelah, diputerin lagu ini. Duh, jadilah saya senyum jumawa sendiri. Teringat beberapa kisah di waktu lalu, kisah yang layak diingat tentunya. Yang jelek-jelek, sudah lama saya buang jauhjauh. Saya ambil hikmahnya aja deh :)

Bicara masalalu lagi, sungguh klasik, basi, dan saya pun sudah pernah secara jelas dan tegas menuliskan apa itu masa lalu di blog ini. Sungguh aneh menemukan beberapa manusia yang bisabisanya terkungkung dengan masalalunya. Masih agak mending kali ya kalau terkungkung sama masalalu sendiri, nah kalo terkungkungnya sama masalalu orang lain, sungguh kaasiihaan deh lu.

Itulah yang membuat kita seringkali sulit maju. Masih suka sibuk dengan masa lalu orang lain. Sibuuuk bener. Saking sibuknya, sampai lupa bahwa yang punya masa lalu sudah tak sudi lagi bahas kisah purbakala yang telah lewat. Dan yang lebih kasihannya lagi, saking sibuknya dengan masa lalu orang lain, kita *ya, kita: saya dan temanteman, baik sadar ataupun tidak* seringkali tak mau tau perkembangan macam apa yang sudah dibuat oranglain saat ini, terlepas dari masa lalu yang mereka miliki. Miris ya.

Mau diutak atik dengan cara apapun, masa lalu pasti akan menjadi track record hidup kita. Takkan bisa kita hapuskan cerita masa lalu dari catatan sejarah hidup. Tapi, mari kita sepakati kalimat yang saya jadikan status facebook kemarin:

there’s nothing on your bad memory you should take, but the lesson ;)

Kita pelajari sejarah, kita ungkit masa lalu, tak lebih dari sekedar untuk ambil hikmahnya saja kan? Yup, itulah sebabnya Allah ciptakan 3 rentang waktu: kemarin, sekarang, dan akan datang. Yesterday, now, and future. Simple past tense, simple present tense, dan future tense. Just like a friend said in a social media, that life is X + X + X. Yesterday is an X, Now is an X, and Future is also an X. Yesterday is eXperience, Now is eXperiment, and Future is eXpectation. So, use your experience in your experiment to achieve your expectation.

So, people. Why are you so worried of your own past? Just laugh on your bad memory in your past, take the lesson, coz we have future to mend it better ;)

Kasih Orang Tua, Kasih Tanpa Batas

Kasih sayang orang tua itu limitless yah. Semakin saya sadari kebenaran kalimat tersebut setelah menikah. Teringat beberapa tahun lalu sebelum menikah, ibu saya seringkali mengingatkan: “Kita hidup bersama serumah kayak sekarang takkan selamanya. Akan ada waktunya nanti kakak tinggal dengan orang lain, entah dengan mertua atau hidup berdua dengan suami saja. Akan ada waktunya orang tua dipanggil Allah”. Waktu itu, kalimat tersebut tak begitu saya anggap sebagai sesuatu yang berarti. Just let it uttered from my mother’s mouth, came into my mind a while, then forgotten in minutes.

Tapi sekarang, ketika saya telah berada di posisi yang ibu saya katakan, saat masa hidup bersama orang tua usai sudah, kalimat tersebut sungguh sesuatu *halah, tersyahrini deh :p*. Sangat terasa berbeda hari-hari yang saya lewati tanpa melihat wajah mereka setiap hari. Apalagi, saya memang belum pernah hidup jauh dari orang tua. Perpisahan saya dan orang tua setelah menikah benarbenar menyisakan air mata. Air mata saya, air mata bapak, dan juga air mata ibu *sounds like judul sinetron jaman dulu ihihi*.

Dengan alasan cinta kasih dari orang tua yang tak terbatas itulah, dari sejak saya lulus SD sampai dengan memutuskan untuk menikah, kedua orang tua saya memberikan kebebasan seluasluasnya pada saya dan adik2 saya untuk memilih di mana kami akan sekolah, ekstra kurikuler apa yang akan kami ikuti, dan yang terbaru: kapan saya ingin menikah. Tentunya, kebebasan yang disertai dengan pertimbangan dari mereka. Untuk menikah misalnya. Saya sudah ingin menikah itu dari sejak lama *walaupun masang targetnya pengen nikah di usia 23 sih*, namun kedua orang tua saya ingin saya selesai kuliah dulu, barulah menikah. Well, we deal for that.

Untuk pilihan sekolah, kampus, pekerjaan, we are free choosing based on our own interest. Saya memilih MTsN 1, MAN 2, FKIP Bahasa Inggris Untan, menjadi penyiar Radio Volare, mengajar di sana di situ di sono dan di manamana, terserah asalkan tidak merugikan diri saya. Adik saya setuju untuk sekolah di MTsN 1, MAN 1, FKIP Bahasa Inggris Untan, ikut MTQ bidang fahmil Qur’an, sampai menghabiskan waktunya di kamar main Play Station daripada wara wiri di luar juga terserah dia. Kami yang memilih, kami yang bertanggung jawab atas pilihan kami. Mereka selaku orang tua memberikan support terbaik yang mereka punya.

Dan ketika saya sudah menikah, kasih sayang mereka tak juga berkurang. Malah rasanya bertambah. Saya yang tinggal di kota berbeda dari mereka, setelah menikah pun masih ‘dimanjakan’. Lumayan sering dikirimi ini itu. Kalau minta sesuatu, besoknya langsung dikirim. Kalau ibu saya menemukan sesuatu yang berkaitan dengan saya, misalnya ngeliat bros warna pink pas lagi belanja, langsung deh tuh dibeliin. Atau ketika Ramadhan kemarin, ngeliat caikue yang biasanya jadi menu rutin untuk saya buka puasa, mewek dah beliau. Ah emak.. Begitupun bapak saya. Sejak menikah, saya makin sering smsan dengan bapak. Ah bapak…

Memang benarlah lirik lagu tersebut:

Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali bagai sang surya menyinari dunia.

Kasih bapak juga donk tentunya :)

Countless thanks to my parents, and yours too :)

Orang dewasa belum tentu dewasa

Saya teringat pesan sebuah iklan rokok: tua itu pasti, dewasa itu pilihan. Atau sebuah kalimat dalam wawancara yang saya simak sekilas: usia hanyalah sekedar angka. Begitulah. Tidak ada yang bisa menjamin semua orang dewasa bersifat dewasa. Adult doesn’t mean mature. Sebagaimana seringkali juga kita saksikan di muka bumi, anak kecil masakini telah tumbuh ‘dewasa’ sebelum waktunya. Meskipun, yaah, kalimat barusan lebih sering bermakna negatif daripada positif.

Apa sebetulnya ciri-ciri seseorang bisa kita katakan dewasa? Beragam dan sangat relatif. Jika menurut saya seseorang yang hampir tiap menit ganti display picture dan personal message di BBM tidak dewasa, belum tentu menurut yang lain begitu. Atau, jika menurut suami saya terlalu banyak berkicau yang remeh temeh adalah hal yang tidak dewasa, belum tentu menurut saya begitu. Ah, memang agak sulit ketika kita harus menghakimi seseorang whether or not dia bersifat dewasa.

Anyway, saya rasa sebagian besar orang sependapat bahwa sifat dewasa itu diartikan sebagaimana paham waktu dan situasi dia harus berkata dan bertindak, untuk kemudian berani bertanggung jawab dengan segala ucapan dan perilakunya. Selain juga bertingkah laku sesuai dengan ucapannya, tentunya.

Bersifat dewasa, *kalau yang ini menurut saya ya hehe* berarti berani bersikap ksatria. Ketika merasa salah, ya akuilah bahwa ucapan atau perbuatan kita salah. Perkara oranglain bersedia memaafkan atau tidak, biarkanlah menjadi urusan hatinya dengan Sang Maha Pembolakbalik hati. Toh, mengutip Mario Teguh, setiap kesalahan bisa dimaafkan meskipun tidak semua kesalahan bebas dari tanggungjawab.

Bicara tentang maaf-maafan, di bulan Syawal ini memang sebaiknya tak elok mengingatingat perkara yang telah lalu, kecuali mengambil hikmahnya saja. Jika Allah saja Maha Pemaaf, masa siiih kita tak ingin menjadi lebih dewasa dengan ‘mengadopsi’ sifat Allah yang Pemaaf? ;)

Sebuah pertimbangan pula untuk memaafkan khilaf seseorang: Ketika muncul permintaan maaf, kadangkala tak sekedar sesali khilaf belaka, namun lebih karena utk hargai ukhuwah yang telah lama terjalin. Maka, jika pintu maaf belum terbuka, dan tak kau jumpakan aku untukmu lagi, jangan kau sesali setitik egomu ketika kau abaikan pinta maafku ;)

Setuju? Saya setujuuu. Meskipun saya sendiri, di usia 24 tahun ini, masih sedang menjajaki diri menuju tahap ideal tersebut. Marilah mari kita samasama berbenah sendiri, selagi hayat masih di kandung badan.

Segera selesaikan kuliahmu, nak

Hari ini, si ganteng alias adik saya Nizamuddin Arriyadhi mulai menjadi mahasiswa FKIP Bahasa Inggris di Universitas Tanjungpura. Sama dengan saya? Jurusan dan program studinya sama, tapi jam belajarnya beda. Yoih, adik saya ambil kelas reguler B. Sementara itu, salah satu siswa saya di kelas IPA MAN 2 Pontianak, sebut saja namanya Arif Cahyo Imanuddin *nama sebenarnya*, kuliah di jurusan dan prodi yang sama dengan saya, dengan jam belajar yang sama juga, kelas pagi alias regular A. Nah, pagi tadi keduanya nanya-nanya ke saya tentang dunia kuliah. A lot of things they asked.

Sebetulnya, bukan tadi pagi saja saya ditanyai tentang dunia perkuliahan, especially di FKIP Bahasa Inggris tempat saya menimba ilmu. Jauh hari sebelum saya selesaikan skripsi, sebagian siswa saya di MAN 2, di bimbel, di kursusan sudah cukup banyak bertanya tentang seperti apa kuliah nanti. Maka, saya yang saat itu sudah kuliah pun berbagi apa yang saya tau dan saya alami. Berdasarkan pengalaman pribadi tentunya :D

Bicara tentang kuliah, saya jadi teringat di awal-awal kuliah dulu, ada kalimat selewat yang mampir di telinga kami *saya, Linda, dan Fika yang dari awal kuliah sampe dengan selesai hampir selalu bersama-sama*. Sederet kalimat yang berbunyi: “Aaah, di awal kuliah sih emang rajin, semangat 45. Tapi liat lah nanti kalo udah di tengah-tengah menuju akhir, pasti ilang tuh semangat di awal.” Sebagai mahasiswa baru, waktu itu kami percaya aja deh. Tapi, setelah kami jalani, alhamdulillaah kalimat tersebut, sama sekali tidak terjadi pada kami. Sempat agak lemes ketika kerjakan tugas, ya. Tapi tidak sampai kehilangan semangat sama sekali sehingga harus membuat kami berhenti kerjakan tugas maupun skripsi. Rugi doonk.

Memang, beberapa senior yang kami kenal, baik di fakultas yang sama maupun fakultas lainnya, kentara sekali mengalami penurunan semangat untuk selesaikan studi mereka. Yah, saya pribadi menilainya dari lamanya waktu studi mereka. Idealnya, kalo di Untan sih ya, kuliah itu bisa diselesaikan dalam waktu 3,5 – 5 tahun. Untuk mahasiswa di beberapa fakultas, selesai dalam waktu 3,5 tahun mah gampang. Tapi di fakultas tertentu lainnya, bisa selesai 4,5 tahun sudah bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa.

Maka dari itu, jikalau ada beberapa rekan, baik rekan senior, seangkatan maupun junior yang selesaikan kuliah sampai lebih dari 5 tahun, saya golongkan sebagai mahasiswa yang semangatnya sempat meredup. Kenapa demikiaaan? Sebelumnya, maaf yeee untuk yang tersinggung hehehe.. Ini hanya analisa saya, sekaligus juga siapa tau bisa jadi sedikit motivasi untuk cepat-cepat hengkang dari kampus heheh.

Nah, kenapa sih seorang atau beberapa orang mahasiswa bisa sampai menurun semangatnya untuk selesaikan kuliah? Menurut saya pribadi, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan atau faktor eksternal.

Faktor internal antara lain:

1. Malas.
Ini sepertinya menjadi alasan paling banyak mendera mahasiswa tingkat akhir. Sewaktu kuliah, saya cukup sering nongkrong di kantin kampus dan mendengar langsung alasan ini dari beberapa teman. Ah, sebagian besar malah. Bahkan, saya pun pernah kok mengalaminya ihihi. Tapi alhamdulillaah segera terbangun dari rasa malas ketika teringat motivasi yang saya punya supaya bisa segera hengkang dari kampus tercinta.

2. Kurang memiliki motivasi.
Ini juga sebetulnya yang membuat beberapa mahasiswa tingkat akhir sulit lepas dari rasa malasnya. Punya motivasi itu sangat perlu. Waktu itu, ketika malas pelan-pelan menghampiri saya, dan saya mulai terlena, saya munculkan segera motivasi saya. Antara lain: Saya tak mau kecewakan orang tua. Kalau menuruti rasa hati siih, saya merasa waktu itu sudah dalam zona aman dan cukup nyaman.

Tanpa gelar s1, saya bisa mengajar di sanasini, saya bisa menjadi dosen, saya sudah punya kerjaan kok. Tapi, berhubung sayalah yang memulai belajar di FKIP Bahasa Inggris Untan kala itu, maka saya pula yang harus selesaikan studi saya. Membahagiakan kedua orang tua yang sampai hari ini selalu membuat saya bahagia. Selain itu, memberi contoh kepada adik-adik saya bahwa kalau kuliah nanti, jangan sampai berhenti di tengah jalan karena itu berpotensi menyakiti hati kedua orang tua kita. Begitulah beberapa motivasi yang saya punya. Oh 1 lagi, waktu itu saya pengen nikah ihihi. Walopun menikah tak perlu ijazah s1 dan tak penting lah gelar S.Pd di undangan walimah, tapi bagi orangtua saya saat itu, lebihbaik selesaikan kuliah dulu baru deh nikah. Alhamdulillah yahh, I got both now :D

3. Sibuk cari uang
Alasan yang ketiga ini sangat banyak saya temukan di kampus saya. Memang sulit mencari mahasiswa prodi Bahasa Inggris yang tidak mengajar. Rata-rata teman saya waktu itu, minimal mengajar di 1 tempat les. Bahkan ada yang mengajar di sekolah. Ah, yang ngajar di kampus aja ada kok :p Tak hanya mahasiswa prodi Bahasa Inggris saja yang rajin bekerja, dari fakultas dan prodi lain pun tentunya tak kalah banyak. Ada yang sambil bisnis suvenir, sambil kerja sebagai SPG, kerja sebagai administrasi kantor, jadi guru ngaji, sambil jadi penyiar, ah macem-macem profesi deh. Mahasiswa yang bekerja itu emang keren siih B-)

4. Time management yang buruk.
Keenakan cari duit, rupanya lupa untuk atur skala prioritas. Jeleknya, pengaturan waktunya jadi kacau. Lupa kalau masih kuliah. Lupa kalau nyusun skripsi itu melibatkan dosen yang jauh lebih sibuk daripada sekedar mahasiswa yang kuliah sambil bekerja. Salah seorang dosen pembimbing saya pernah cerita ke saya, ada mahasiswa bimbingannya yang ketika diminta untuk datang jam sekian untuk konsultasi skripsi malah bilang gak bisa karena tabrakan sama jadwal ngajar. Pliss deh. Kalau sudah seperti ini, sebaiknya ngajarnya dipending dulu deh. Kalo perlu, ketika sudah masuk fase nyusun skripsi yang memerlukan fokus lebih tinggi dan lebih banyak waktu untuk konsultasi dengan dosen, kurangi dulu lah jam kerjanya. Karena, tak bisa juga kita salahkan dosen untuk perkara yang sebetulnya menjadi kekurangan kita sebagai mahasiswa.

5. Cuti.
Cuti nikah, cuti hamil, cuti beasiswa, cuti program pertukaran pelajar, dan cuti-cuti lainnya membuat mahasiswa terpaksa jadi lama selesaikan studinya. Asalkan habis cuti jangan malah jadi lupa aja sih ya kalo masih ada kuliah yang harus dilanjutkan.

Itu beberapa Faktor internal yang saya rangkum menjadi 5 items. Kalau temanteman merasa bahwa tak satupun dari 5 faktor itu ada di diri temanteman, maka barangkali beberapa faktor eksternal ini yang jadi penyebab mandegnya studi:

1. Dosen sibuk
Namanya juga dosen, ya wajar kali ya kalo sibuk. Tapi kadangkala ada juga dosen *yang menurut pandangan mahasiswa* sibuknya udah kebangetan. Seperti lupa kalo punya bimbingan. Susah beuudz mau ketemuan doang. Sering mondar mandir ke luar negeri pula. Waduuuh, repot ya. Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi dosen super sibuk begini. Buat appointment yang rapi dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalo semisal sampe 3x appointment dilanggar oleh dosen yang bersangkutan, mendingan segera ke pihak akademik atau pihak berwenang untuk minta diganti dosen pembimbing. Rugi donk menghabiskan waktu yang berharga untuk menunggu dosen sibuk yang tak kunjung bisa ditemui.

2. Riset yang dipilih terlalu sulit.
Ini juga pernah dialami beberapa teman saya. Judulnya ketinggianlah, sulit diaplikasikan di sekolah lah, ini lah, itu lah, blah blah blah. Hasrat hati ingin punya judul skripsi yang terkesan bombastis dan sophisticated, apa daya sarana dan prasarana belum memadai. Hasilnya, judul dirombak, riset ngulang dari awal. Aiih, ribet sendiri deh. Saya jadi teringat pesan papanya sahabat saya, Herlianti Anissa. Kata beliau, kalau untuk studi yang ‘cuma’ s1, jangan terlalu kedepankan idealisme lah. Nanti kalau mau s2 atau s3, silakan keluarkan semua idealismenya. Yaaah, asal jangan skripsi minta dibikinin orang lain aja. Kalo kayak gitu sih namanya curang dan memalukan.

3. Dosen menyimpan sentimen pribadi.
Hal ini pernah saya tanyakan di awal ospek dulu. Oscama namanya. Dalam auditorium Untan, dengan suara merdu *cieee, ini kata Linda loh ihihi* saya bertanya pada dosen atau bahkan dekan dari fakultas entah apa: “Pak, apakah ada dosen yang sentimen dengan mahasiswanya?”. Pertanyaan saya mendapat tepuk tangan meriah dari beberapa senior yang nonton dari atas audit. Prok prok prok prok. Ge er deh saya jadinya :p Daaaan, ternyata jawaban bapak tersebut: “Tidak ada dosen yang sentimen dengan mahasiswa”. Well, setelah alami sendiri proses perkuliahan, saya tidak bisa sepenuhnya setuju dengan jawaban bapak tersebut. Karena, jujur saja, memang ada dosen yang menyimpan sentimen pribadi pada mahasiswa. Terlihat dari perlakuan dosen pada mahasiswa kok.

Tapi, tentu sebagai mahasiswa, kita harus berfikir fair. Pasti ada penyebabnya kenapa seorang dosen bisa sampe sentimen ke mahasiswa. Tak mungkin dosen tiba-tiba sentimen. Barangkali ada sikap mahasiswa selama di kelas yang tidak berkenan di hati dosen. Nah, kalau temanteman merasa bahwa ada dosen yang menimbulkan gejala sentimen, sebaiknya segera caritau penyebabnya. Jangan biarkan berlarut-larut, karena harus diakui, selama di kampus ‘nasib’ ada di tangan dosen.

Bersikap baiklah selama di kampus. Biarin aja orang lain beranggapan kita cari muka kek, ‘menjilat’ dosen kek, ah terserah deh. Biarlah orang berkata apaaa. Toh, bersikap baik dan sopan sama dosen adalah salah satu akhlak mahmudah, sopan terhadap yang lebih tua #eaaaa :p

Begitulah, temanteman. Seperti apapun sulitnya perjalanan mengarungi bahtera di dunia kuliah, kobarkanlah terus semangat yang membara dalam tiap langkah temanteman. Buatlah catatan sejarah yang baik. Jika ingin dikenang sebagai seorang alumni fakultas dengan prestasi cumlaude, buatlah dari sekarang. Gelar yang hanya s1 memang bukan apa-apa. Tapi perjalanan menuju ke sana menjadi sebuah pertanda, bahwa kita menghargai proses belajar, bagaimana kita menghargai kejujuran, dan pada akhirnya kepuasan tersendirilah yang akan kita raih.

Selamat melanjutkan perjuangan di bangku kuliah. Semoga keluar dari kampus dengan hasil gilang gemilang.

Hukum memakai emas

Sah

Photo by: Ivvan Fardyan

Wah, bulan ini banyak yang nikah ya. Bahagianyaaa. Semakin banyak yang laksanakan sunnah rasul, ibadah penyempurna setengah dien. Ya, menikah adalah ibadah, ibadah paling indah dan paling disukai ummat Rasulullah SAW. Ada sebuah riwayat: “Rasulullah saw. datang dan bertanya: apakah kalian yang mengatakan begini dan begini? Sesungguhnya saya lebih bertakwa dan lebih khusyu’ kepada Allah swt. Di bandingkan kalian, akan tetapi saya tetap berpuasa dan saya juga berbuka, saya juga shalat dan istirahat (berbaring), dan saya juga menikahi perempuan, maka barangsiapa yang tidak suka dengan sunnahku maka dia bukan dari umatku”. (Muttafaqun ‘alaih, di sepakati oleh Bukhari dan Muslim).

 

Sayangnya, pernikahan masa kini sepertinya banyak sekali tuntutannya. Selain beberapa hal yang sudah pernah saya bahas di sini, tuntutan lainnya juga mau tak mau muncul dari masyarakat Indonesia yang masih enggan tinggalkan adat istiadatnya. Walaupun sebetulnya, adat istiadat itu bertentangan dengan hukum agama. Well, saya memang tidak ahli untuk urusan fiqih atau yang beginian. Tapi paling tidak, untuk tulisan kali ini, saya merujuk kepada ahlinya, mencari referensi hadits-hadits shohih yang mudah-mudahan bisa menambah khazanah kita tentang fiqih :D

 

Ada beberapa perkara yang sangat saya sayangkan dalam pernikahan di masyarakat sekitar yang seharusnya berjalan sakral, khidmat, bernilai ibadah di mata Allah, tapi ‘terpaksa’ dicampur adukkan dengan hal-hal tak perlu, bahkan tak jarang perkara yang kita sudah tau hukumnya haram. Contoh yang umum adalah cincin kawin.

 

Dalam sebuah pernikahan, tak afdhol rasanya kalau tak ada prosesi pemasangan cincin kawin, bahkan tukeran cincin. Dan sayangnya, cincin yang dipake biasanya emas. Nah, lakilaki pakai emas kan haram. Bukan saya yang bilang, tapi Rasulullah: Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.” (HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih). Pembahasan komplitnya bisa dibaca sendiri di sini dan sini.

 

Sayang sekali kan kalau ibadah yang nilainya sama dengan separuh agama harus ternoda nilainya dengan perkara haram. Rugi aja gitu ya rasanya kalo sampai jadi tak berkah, atau berkahnya berkurang akibat suatu hal yang kita sudah tau hukumnya, tapi masih kita laksanakan :( Yah, semoga saja yang sudah terlanjur pake emas di hari akad nikahnya, waktu itu belum tau tentang hukum pakai emas untuk lelaki, dan kalaupun sudah tau, semoga diampuni Allah dan tetep diberkahi pernikahannya. Yang belum akad nikah tapi sudah berencana akan ada prosesi tuker cincin, ayoo coba bujuk lagi orang tuanya dan kasi pengertian ke mereka sekali lagi, oke. Atau, kalopun emang pengen menjadikan itu sekedar sebagai simbol pernikahan, yang lakilaki cincinnya jangan yang terbuat dari emas :D

 

Selain tukeran cincin, adat lain yang bertentangan dengan syariah Islam adalah prosesi tepung tawar. Kalo tentang ini, sebelum menikah dulu rupanya suami saya *waktu itu masih calon* sudah browsing sana sini. Maklum, kami berdua samasama dari suku melayu yang kalo adakan akad nikah, umumnya orang pake adat tepung tawar atau cucur air mawar. Maka, demi mencegah terjadinya campur aduk sunnah dalam pernikahan kami kala itu, dikasi deh beberapa artikel ini ke keluarga kami:

1. Jangan buat sunnah gado-gado
2. Hukum upacara tepung tawar
3. Video upacara tepung tawar yang ternyata aslinya dari Hindu

Itulah beberapa hal tentang pernikahan yang telah kami jalankan. Alhamdulillaah, ketika akad nikah kami, tak ada prosesi tukeran cincin. Hanya saya yang pake cincin. Bisa liat sendiri di foto di atas kan, tangan suami saya ga pake cincin hehehe. Dan juga, prosesi cucur air mawar yang tadinya keukeuh pengen ibu saya laksanakan, berhasil dicegah dengan bujuk dan rayuan maut calon mempelai pria yang saat ini telah menjadi suami saya :D Alhamdulillaah yaa..

 

Kami doakan, semoga teman-teman yang dalam waktu dekat berencana menikah, prosesi pernikahannya lancar, bebas dari campur aduk adat istiadat yang dalam syariah Islam hukumnya haram, serta penuh berkah. Pernikahan yang penuh berkah akan membawa berkah pula bagi sekeliling kita, tak hanya untuk kedua mempelai saja, Insha Allaah :)

Tutup aurat dimanamana

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Tulisan ini saya buat karena saya cukup sering melihat beberapa muslimah yang sudah diberi kemudahan oleh Allah untuk berjilbab, tapi dengan mudahnya memajang foto tanpa jilbab di ranah publik. Barangkali tanpa pikir panjang, mereka jadikan foto tanpa jilbab sebagai foto profil di facebook, display picture di BlackBerry Messenger, atau avatar di twitter. Kalaulah yang melihat hanya sesama muslimah, tentu tak mengapa. Maka sebagai sesama muslimah, saya merasa cukup kesal. Karena, sayang sekali rasanya kalau aurat yang seharusnya kita jaga untuk yang boleh melihat saja, kita pertontonkan kesana kemari :( Kewajiban berjilbab sudah cukup sering dibahas dimanamana. Di internet, dijadikan kultwit, dibahas di talkshow di TV maupun radio, banyak. Temanteman muslimah tentulah sudah tau bahwa Allah sudah dengan tegas berfirman dalam QS Al Ahzab:59 serta An Nur: 31 tentang perintah menutup aurat. Juga pastilah sudah pernah mendengar atau membaca beberapa hadits Rasulullah SAW mengenai hal ini. Salah satunya berbunyi: Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang lain dan para wanita yang berpakaian tapi auratnya terlihat, yang berjalan melenggak-lenggok, sedangkan kepala mereka bagaikan punuk unta yang miring. Mereka itu tidak akan masuk ke dalam surga dan juga tidak akan mencium bau surga. Padahal, harum semerbak surga itu dapat dirasakan dari jarak yang begini dan begini.” [Muslim 6/168]

Di luar pembahasan syurga dan neraka yang adalah hak prerogatif Allah, alangkah baiknya jika sebagai muslimah, kita lakukan usaha maksimal untuk perintah Allah yang satu ini. Menutup aurat tak hanya ketika berpergian ke luar rumah atau ke kantor saja, tapi juga ketika akan melakukan interaksi sosial dengan rekan yang statusnya mahram (tidak boleh dinikahi). Baik interaksi di dunia nyata, juga interaksi di dunia maya.

Sayang sekali rasanya jika saat ini kita yang sudah dikenal sebagai muslimah berjilbab, kemudian pajang foto tanpa jilbab. Barangkali maksudnya pengen ikut berbagi ke temanteman sesama muslimah kecantikan kita ketika ga pake jilbab itu ya. Tapi percayalah, alangkah baiknya kalau memang niatnya begitu, dibagikan lewat room chat pribadi saja. Karena, sekali lagi, menutup aurat di hadapan mahram adalah perintah Allah. Kecuali, kalau temanteman sudah masuk dalam golongan muslimah yang tak wajib lagi menutup aurat, sebagaimana firman Allah:

“Dan perempuan-perempuan yang sudah putus haidhnya dan tidak ada harapan untuk kawin lagi, maka tidak berdosa baginya untuk melepas pakaiannya, asalkan tidak menampak-nampakkan perhiasannya. Tetapi kalau mereka menjaga diri akan lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (an-Nur: 60)

Demikianlah temanteman. Hargailah diri kita dengan niat karena perkara ini, Allah yang perintahkan. Semoga kedepannya, kita yang muslimah dan juga temanteman muslim bisa saling mengingatkan untuk hal penting lainnya yang mungkin masih kita anggap sepele. Watawwa shoubil haq :) Selamat berjilbab cantiiik :D

10 Tarbiyah Characters (Muwashofat Tarbiyah)

1. Salimul Aqidah (Good Faith)

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah (Right Devotion)

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ’shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq (Strong Character)

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi (Physical Power)

Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya. Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).

5. Mutsaqqoful Fikri (Thinking Brilliantly)

Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi. Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas. Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

6. Mujahadatun Linafsihi (Continence)

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7. Harishun ‘ala Waqtihi (Good time management)

Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, Yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan:

‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syu’unihi (Well Organized)

Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya. Dengan kata lain, suatu udusán dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9. Qodirun ‘alal Kasbi (Independent)

Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10. Naafi’un Lighoirihi (Giving Contribution)

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar. Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir).

Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.