​Stres Dalam Rumah Tangga Lebih Berbahaya Dibanding Stres di Tempat Kerja

Ilmu kesehatan jiwa menemukan bahwa stres yang muncul dalam kehidupan rumah tangga ternyata memberikan pengaruh yang lebih buruk dan lebih berbahaya dibandingkan dengan stres di lingkungan pekerjaan. 
Hal itu diungkapkan oleh Tara Parker-Pope, penulis buku “For Better: The Science of a Good Marriage”. Mengapa bisa demikian?

Tara menjelaskan, “Karena stres dalam rumah tangga dapat berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan seringkali sulit untuk dielak atau dihindari, dan banyak pasangan selalu terpapar dengan masalah ini setiap hari, setiap bulan dan bahkan setiap dekade.”

Lebih lanjut Tara menyatakan, ”Banyak pasangan yang hanya menilai seberapa sering (kuantitas) mereka bertengkar atau berargumentasi, misalnya ‘kita lebih sering bertengkar belakangan ini’ atau ‘kita tidak banyak bertengkar akhir-akhir ini.’ Sebenarnya frekuensi pertengkaran tidaklah penting. Yang lebih menentukan adalah ‘kualitas’ pertengkaran tersebut”.

Artinya, walaupun sering bertengkar namun mereka mampu segera mencari solusi dan menyelesaikannya dengan baik, maka tidak membahayakan kehidupan rumah tangga. Walaupun jarang bertengkar namun mereka tidak mampu mengelola pertengkaran dengan baik, justru bisa memberi pengaruh yang negatif. 

Intinya adalah : kemampuan mengendalikan faktor yang bisa memicu munculnya stres dalam kehidupan keluarga.

Contoh rumah tangga yang tidak stress 😁😜😍

Sumber tulisan: Fanpage Cahyadi Takariawan

Bang Aci, a skillful entrepreneur

His complete name is Abang Priana Ashri. People usually call him Bang Aci. I have been knowing him since 2007, as a man who have capability in designing by using computer software called Photoshop and Corel Draw. Never ever crossed to my mind at that time that the man would win my heart, and become my husband *whistle blowing cuiwiiwiit hahaa*.

_DSC6405

Frankly writing, his skill in Photoshop and Corel Draw is one of the reasons I keep falling in love with this man everyday. Personally, I really want to have this skill, and really appreciate every person with this skill. I think, mastering Photoshop and Corel Draw is very useful, especially in this so-called digital era.

It turns out that Bang Aci does not only have designing skill, but also entrepreneur soul. Well, no wonder, because he was an economics student. For this, I choose him to be my source of information in order to fulfill my writing assignment for this week. I interviewed him in such a very cozy situation *of course, we are husband and wife huahaha*, and I also had the chance to video-recorded a piece of our interview session. You can watch the video on my YouTube Channel!

There were some questions I asked to him, and I will just write it for you below. Check it out!

Dini (D): How long have you been mastering Photoshop and Corel Draw?

Bang Aci (BA): Hmm, I think I have been mastering it for about 15 years.

D: Wow, such a long time! For these past 15 years, how many designs that you have created?

BA: I am losing count hahaha. I think it reaches thousand designs.

D: Do you decide any rate for each design that you make?

BA: It depends. If it is for social and dakwah activity, I will make it for free. If it is for commercial or business, I decide the price.

D: What are the challenges of designing?

BA: Sometimes, it’s hard to find out what the clients really want. People have different taste of art. What makes it harder is when they (the clients) do not decide the clear concept of what kind of design they want, so well, that’s the challenge. Another challenge is, I do not always have the mood to design. The inspiration to mix and match colors and picture is coming in and out. So, once I get the inspiration, I really hope nothing will distract me because designing needs full concentration.

D: So far, what are the benefits do you get from having this skill?

BA: With this skill, we can have money, for sure. We can also help other people. I myself have managed at least 2 different self-business from this, Printing and T-Shirt production.

D: Cool. Can you give any tips for those who want to master Photoshop and Corel Draw?

BA: For all kinds of skill in this world, the best way to master it is by practice it. The more you practice, the more you can. Practice makes perfect, right?

Well, those are our very non-formal interview. Less or more like that. In this post, I would also like to show you some designs that Bang Aci has made. Here they are.

Mostly made for me hihi. Well, just like Bang Aci said, he lost count, so I think I also can’t show them all in this post.

Thank you for reading. I hope our interview inspires you!

Hari Kesehatan Dunia

Setiap tahun, tanggal 7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Tahun ini, tema global yang diangkat oleh World Health Organization (WHO) adalah “Depression: Let’s Talk”, dengan tema nasional adalah “Depresi: Yuk Curhat!”. 

Sebuah fakta yang perlu Bujang Dare ketahui, bahwa depresi yang berlarut-larut dan tidak ditangani, dapat mengantarkan pada tindakan bunuh diri. Hampir 800.000 kematian akibat bunuh diri terjadi setiap tahun terjadi di dunia atau dengan kata lain setiap 40 detik, seorang meninggal karena bunuh diri.

Ibu Yuni Djuachiriaty, S.Si M.Si, psikolog di RSJD Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat menjabarkan, tidak ada depresi yang terjadi secara mendadak. 

Depresi dimulai karena ada stressor atau penyebab stres yang muncul secara bertahap. Misalnya, ketika SD, sering dibully oleh teman-teman, kemudian saat beranjak SMP, nilai sering anjlok, sering dimarahi orang tua, lalu berlanjut hingga SMA. Ketika kuliah, mendapat tekanan dari senior di kampus, lalu setelah lulus, sulit mendapat pekerjaan. Ketika berhasil masuk dunia kerja, ternyata, tetap mendapat tekanan dari atasan. Hal-hal tersebut di atas disebut sebagai stressor, yang kemudian terakumulasi dan bisa menyebabkan depresi berat. 

Jika penderita depresi sudah masuk tahap depresi berat, kemudian memutuskan untuk bunuh diri setelah kejadian tertentu, misalkan karena berkelahi dengan pasangan, maka kejadian itu disebut sebagai faktor pencetus bunuh diri, bukan penyebabnya. Penyebabnya adalah stressor yang sudah terakumulasi.

Oleh sebab itu, Ibu Yuni mengajak kita untuk kenali ciri-ciri depresi dan penanganannya sebelum menjadi depresi berat.


Tonton video lengkapnya di Chanel YouTube saya 😀😀😀

Selamat Hari Kesehatan Dunia!

Tips untuk yang Masih Berhutang

Saat bangkrut dulu, saya pun sama seperti Anda, yang gak punya uang dan banyak sekali hutang yang harus dibayar.

Kesel? Pasti…

Stress? Pasti…

Puyeng? Apalagi…

Wabil khusus kalau nilai hutangnya nyampe angka miliaran. Wong tetangga saya aja ada yang hutangnya cuma puluhan juta, sempat mau bunuh diri, saking frustasinya… untung gak jadi.

Ya begitulah gambaran orang yang gak punya uang dan banyak hutang. Ini persis yang digambarkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam doa yang pernah diajarkan.

Abu Said Al-Khudhri RA bertutur: 

Pada suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah RA sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” 

Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” 

Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” 

Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” 

Beliau bersabda:

”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” 

Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud)

**

Coba perhatikan konteks doa yang diajarkan Rasulullah di atas, akan kita temukan beberapa poin, diantaranya: bingung, sedih, lemah, malas, pengecut, dan kikir. Betul?

Nah begitulah kondisi orang yang sedang berhutang. Tergambar jelas kondisi hati dan pikirannya dari isi doa tersebut.

Dan hal tersebut pernah Saya rasakan…

Bagaimana Saya bingung gimana caranya bisa menyelesaikan hutang tersebut…

Bagaimana Saya sedih setiap kali mendapatkan ancaman dan kekerasan dari para debt collector serta investor…

Bagaimana Saya lemah karena tak berdaya dan tak bisa bergerak kemana-mana, seperti kecoa yang terbalik dan tak bisa kembali jalan…

Bagaimana Saya malas karena dirasuki banyak ketakutan dalam setiap usaha yang dilakukan…

Bagaimana Saya jadi pengecut dan tak berani mengangkap telepon dari para pihak yang menagih Saya….

Dan bagaimana Saya menjadi kikir, pelit, jarang sedekah. Pikirku, “Wong hidup aja susah, apalagi sedekah…”

Sampai Saya akhirnya menemukan pola yang tepat untuk menghadapi masalah dan ujian tersebut.

Jadi, kalau kita dalam kondisi sempit, gak punya uang, dan banyak hutang, saran Saya beranikan diri untuk SEDEKAH.

Karena di para penduduk langit, sedekah itu bukan dari yang kaya ke yang miskin, tapi dari yang MAU ke yang MEMBUTUHKAN.

Orang miskin, bisa LAPANG, kalau dia dermawan…

Orang kaya, bisa SEMPIT, kalau dia pelit….

Terserah, Anda mau jadi golongan mana?

Atau jangan-jangan, udah miskin, pelit pula? 

Naudzubillahi min dzalik.

Imam Syafi’i pernah berkata:

Pekerjaan yang berat itu hanya ada tiga:

1. Bersedekah di saat sempit (sulit).

2. Menghindari dosa di saat sendiri. 

3. Berkata benar di hadapan orang yang ditakuti.

Nah, kan….

Perkataan tersebut Saya dapat dari timeline guru Saya, Mas Andre Raditya, yang juga inisiator SiJum (Nasi Jumat).

Sumber : Dewa Eka Prayoga

Generasi Gengsi

Bismillaah. 

Saya tidak ingin larut dalam emosi yang beberapa waktu lalu saya bawa-bawa karena geramnya dengan reaksi seorang kawan tentang 1 topik yang sebetulnya sudah religiously, logically, even socially accepted sehingga tak perlu diperdebatkan lagi karena landasan argumen yang kuat. Maka saya (berusaha) menulis tulisan ini dengan kepala dingin dan hati yang sudah memaafkan 😇

Topik apa sih? Bagi kawan-kawan yang berkawan dengan saya (dan juga mengikuti update saya) di Facebook atau Blackberry Messenger (BBM), mungkin sudah tau ya topiknya, yaitu tentang IZIN gunakan penghasilan atau harta istri. Bermula dari ‘keisengan’saya sharing gambar ini di BBM:

Lalu seorang teman lama yang kemarin masih ada di daftar pertemanan di BBM saya, lelaki, merespon update tersebut, sangsi dengan kalimat di bawah Surah Al-Baqarah ayat 233. Menurutnya, ada asumsi (entah asumsi ulama mana 😅) bahwa istri menjadi boleh bekerja karena mendapat izin dari suami, sehingga penghasilan istri menjadi halal, dan suami pun berhak atas gaji istri, tidak perlu izin jika akan memakai, yang penting istri tau. Dia bilang, yang perlu izin gunakan uang suami itu ya malah istri. Izin izinan itu udah masuk ranah PRIVASI katanya. Padahal Islam pun mengatur hal yang jauh lebih privasi daripada sekedar izin make duit istri, ya gak sih 😁

Pertimbangannya,kata dia, seperti jika seorang suami hendak poligami, yang dalam syariat, boleh saja dilakukan meski tanpa izin istri. Serta jika suami akan pergi ke luar rumah, tak diatur pula dalam syariat untuk izin dengan istri. Sehingga, menurutnya, kenapa tidak berlaku juga untuk penghasilan istri? Setelah menikah kan harta menjadi milik bersama. Setelah menikah kan istri sudah menjadi hak milik suami, bukan lagi milik orang tua. Begitu dia bilang. Katanya dia, selama ini hanya mendengar perihal IZIN gunakan harta istri dari “ustadz atau ustadzah entertain” yang ceramahnya di TV nasional. Dia belum pernah mendengar ceramah dari ulama sekelas Ustadz Khalid Basalamah yang mengeluarkan statement begitu, sehingga bagian “Suami harus izin dengan istri untuk gunakan gaji istri” masih menjadi klaim sepihak yang diragukan. 

Sebagai orang yang sudah sejak dulu mendukung pernyataan “Uang suami adalah uang istri dan uang istri adalah uang istri”, saya pun mencari referensi tentang ini, dan mendapati 2 website yang menurut saya trustworthy enough (Ummi Online dan Muslim.or.id). Rupanya belum cukup kuat untuk meyakinkannya bahwa IZIN dan ridho istri itu mutlak. 

Hingga akhirnya saya cari video di YouTube, dan tak lama kemudian saya temukan video berjudul “Bagaimana jika penghasilan istri lebih besar“, statement ustadz Khalid Basalamah yang terang benderang menyebutkan bahwa harta istri seperti penghasilannya bekerja, harta warisan, penghasilan berdagang adalah hak istri yang seorang suami tak punya sepeser pun hak di dalamnya, kecuali jika istri ridho. I felt so glad to find that video since it answered the clash and confusion he had, so I share it to him. 

Mulanya saya beranggapan, case would be closed and done dengan video itu. Ternyata, bukan salah bundo menganduang, teman saya ini malah masih menampakkan keengganan untuk mengakui bahwa izin istri memang mutlak, in his annoying and snobbish way 😅 Oh come man, you deal with the wrong woman at the wrong time sehingga saya pun terpaksa mengeluarkan sisi Meriam Bellina yang saya yakin, bikin dia tercabik-cabik 😂😜 Bagian inilah yang saya maksud sebagai “larut dalam emosi” 🙏🙏🙏

Dari diskusi kemarin yang akhirnya mengorbankan pertemanan bertahun-tahun itu, saya mendapati hikmah dan pelajaran berharga:

1. Sesekali, menurunkan level GENGSI diri, baik dengan meminta IZIN atau MENGAKU KELIRU, tidaklah lantas menurunkan harga diri kita. Ini juga berlaku untuk saya. Di aspek hubungan apapun: pertemanan, suami istri, professional kerja, dan lain sebagainya. Admitting our own flaws doesn’t necessarily stoop down our prestige. 

2. Kadang kala, kita tanpa sadar berlaku kurang ajar pada syariat. Bertanya tentang hukum suatu syariat bukan untuk dapatkan jawaban yang shohih dan kemudian diikuti, tapi untuk membenarkan praktek keliru yang kita lakukan, atau mencari pembenaran dari keinginan diri yang nurani kita pun sudah tau kebenarannya. KEBENARAN akan selalu menang melawan PEMBENARAN. Saya menggunakan kata “kita”, berarti berlaku juga untuk saya. 

3. Hindari diskusi apalagi debat dengan orang yang dari dalam dirinya sudah punya pembenaran untuk tindakan yang ia lakukan. Ngeyelnya bakalan bikin anda jadi hendak belajar mengeluarkan sisi Meriam Bellina kepada saya 🙊🙈 *yang ini jangan ditiru yes hahaha 🤗*

4. Hati-hati dengan BAPERnya kaum lelaki. Sekali baper, imbasnya bisa lebih parah daripada ngadepin perempuan PMS. Kebayang kan? *winkwink*

5. Suami mau poligami atau keluar rumah, mungkin memang ga ada syariatnya ya dalam Islam wajib pake izin istri segala. Nanti search lagi deh tentang ini di YouTube hihi. Namun etika dan sopan santun berumah tangga tentulah tidak menganjurkan hal itu. Sekali lagi, sekedar ngabari demi membuat istri tidak shock kalo suami tiba-tiba kawin lagi itu tak bikin harga diri jatuh kok. 

Ya udah, itu aja deh. Untuk teman saya yang menjadi inspirasi munculnya tulisan ini, I do apologize for my – that you called “Grade C level human being” kind of act and also to have burst out that Meriam Bellina side of me 🙏🙏🙏. 

Thank you for a dozen years of kindness.

Untuk kita semua, mari kita belajar menanggalkan GENGSI yang tidak perlu 😁 

How to Publish a Blog Post from Smartphone

mobile blogging

With our so-called hectic daily activity, not always we have time to publish our writing to our blog by turning on the laptop or computer. Why bothering yourself with laptop if you can always maximize your smartphone to have your postings published? Here are the steps to do it!

For WordPress Users

If you use WordPress to blog, you simply need to download the application in Play Store or Apple Store. Once the application is downloaded to your smartphone, then voila! You’re ready to blog on-the-go!

Step 1

Go to Play Store or Apple Store

Step 2

Search with keyword “WordPress”.

Step 3

Login to your WordPress account.

Step 4

By clicking the pen icon, you’re ready to publish your post!

WP Android 1

WordPress in Android. In Apple, it’s more or less the same.

Using WordPress mobile app, you can also schedule your post, label it, categorize it, add picture, almost the same features you have in the Website. That’s why, if you are using WordPress platform to blog, I recommend you to download this app to your smartphone.

For Blogger or Blogspot Users

I also experienced downloading Blogger app for Android, but I think the application is not representative and comfortable enough as Blogger we have for Website. So, if you are using Blogger and still want to be simply posting via your smartphone, here’s the step.

Step 1

Login to your blogspot account.

Step 2

Go to the Dashboard.

Step 3

Click on ‘Setting’.

Step 4

Click Email, and then type your customized email on the menu: ‘Posting using email’, after that, choose ‘Publish immediately’ if you want to have your posting published soon after you send the email.

tutorial posting by email

And, done! Your postings will be published shortly after you hit the enter via email on your smartphone.

Now you can always publish your posts everywhere you go with your smartphone.

 

I can’t imagine life without aeroplane 

Have you ever imagined if an airplane was never invented? Let’s have a minute and be thankful to God for He has created human beings with such an indigenous brain so today we can enjoy traveling fast and comfortably by an airplane ✈ 

I can’t imagine what if Abbas ibn Firnas had never tried to fly with his glider in 852. Rite, according to a source I read in Researchgate, Muslim Memo, Forgotten Islamic History via Kompas, it turns out that Wright Brothers were actually not the first human being who flew. Ibn Firnas was the one. Anyway, whoever first invented the airplane, let’s appreciate and respect them because their intelligence has contributed a lot to human beings until today! 

If I have to imagine, I guess life without aeroplane must be very chaos and complicated. As an individual, we wouldn’t be able to reach a destination with a long distance shortly. From economics side, many countries might encounter a crisis. Well a trade might be still happening, but it wouldn’t be as great and quick as today. Not to mention from the health side. Many people dying out there need an extra fast service for medicine and health care equipments. Everything would ruin. 

Without aeroplanes, there would be no quick goods delivery, no quick traveling, no quick and stable economy running in the countries, wow aeroplanes really take an important role in our life! 

Viva Aeroplanes!! ✈ ✈ ✈