Hari Kesehatan Dunia

Setiap tahun, tanggal 7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Tahun ini, tema global yang diangkat oleh World Health Organization (WHO) adalah “Depression: Let’s Talk”, dengan tema nasional adalah “Depresi: Yuk Curhat!”. 

Sebuah fakta yang perlu Bujang Dare ketahui, bahwa depresi yang berlarut-larut dan tidak ditangani, dapat mengantarkan pada tindakan bunuh diri. Hampir 800.000 kematian akibat bunuh diri terjadi setiap tahun terjadi di dunia atau dengan kata lain setiap 40 detik, seorang meninggal karena bunuh diri.

Ibu Yuni Djuachiriaty, S.Si M.Si, psikolog di RSJD Sungai Bangkong Provinsi Kalimantan Barat menjabarkan, tidak ada depresi yang terjadi secara mendadak. 

Depresi dimulai karena ada stressor atau penyebab stres yang muncul secara bertahap. Misalnya, ketika SD, sering dibully oleh teman-teman, kemudian saat beranjak SMP, nilai sering anjlok, sering dimarahi orang tua, lalu berlanjut hingga SMA. Ketika kuliah, mendapat tekanan dari senior di kampus, lalu setelah lulus, sulit mendapat pekerjaan. Ketika berhasil masuk dunia kerja, ternyata, tetap mendapat tekanan dari atasan. Hal-hal tersebut di atas disebut sebagai stressor, yang kemudian terakumulasi dan bisa menyebabkan depresi berat. 

Jika penderita depresi sudah masuk tahap depresi berat, kemudian memutuskan untuk bunuh diri setelah kejadian tertentu, misalkan karena berkelahi dengan pasangan, maka kejadian itu disebut sebagai faktor pencetus bunuh diri, bukan penyebabnya. Penyebabnya adalah stressor yang sudah terakumulasi.

Oleh sebab itu, Ibu Yuni mengajak kita untuk kenali ciri-ciri depresi dan penanganannya sebelum menjadi depresi berat.


Tonton video lengkapnya di Chanel YouTube saya 😀😀😀

Selamat Hari Kesehatan Dunia!