Count on me – Volare Chit Chat 15 Des 2016

•#howtosayit : TONE DOWN

Bujang Dare, kita akan membahas cara pengucapan dan penggunaan sebuah idiom yang sering native speaker Bahasa Inggris gunakan sehari-hari. Idiom merupakan sebuah kata atau gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna berbeda, namun ketika disatukan akan membentuk makna baru yang berbeda dari makna kata aslinya.

Idiom yang akan kita bahasa hari ini adalah TONE DOWN. Idiom ini terdiri dari dua kata yaitu kata TONE dan DOWN. Kata TONE yang ejaannya T-O-N-E artinya adalah “Nada, Bunyi atau Warna”. Kemudian kata DOWN yang ejaannya D-O-W-N artinya adalah “Turun”. Ketika menjadi sebuah idiom, maka TONE DOWN artinya adalah “Mengecilkan suara, Tidak terlalu mencolok, Lebih tertib dan sopan”.

Berikut ini contohnya:

1. John refused to tone down the sound of the stereo.
(John menolak untuk mengecilkan suara stereonya)

2. The foul language in the original play has been toned down for television.
(Ungkapan-ungkapan kotor pada naskah asli pementasan itu sudah diubah menjadi lebih santun untuk tayangan televisi)

3. The protesters have been ordered to tone down their criticisms of government policy in the run-up to the election.
(Para pendemo sudah diminta untuk mengurangi kritikan kasar mereka terhadap peraturan pemerintah dalam proses menuju pemilu)

4. Can we change its colour? I want my bed room toned down a bit.
(Bisakah kita mengganti warnanya? Saya ingin kamar ini sedikit tidak mencolok)

•#idiom : COUNT ON (Bruno Mars – Count On Me)

Idiom merupakan sebuah kata atau gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna berbeda, namun ketika disatukan akan membentuk makna baru yang berbeda dari makna kata aslinya. Lebih banyak kita menguasai idiom, maka semakin baiklah kemampuan bahasa inggris yang kita miliki.

3a97c0bf910eb1570e3bd0f3541b9da2

Hari ini idiom yang kita bahas adalah COUNT ON. Idiom ini terdiri dari dua kata yaitu kata COUNT dan ON. Kata COUNT yang ejaannya C-O-U-N-T artinya “Menghitung”. Kemudian kata ON yang ejaannya O-N merupakan sebuah kata depan yang artinya adalah “Diatas atau bisa juga hidup”. Ketika menjadi sebuah idiom, maka COUNT ON (Something/Someone) artinya adalah “Bergantung pada / mengandalkan sesuatu atau seseorang dan mengharapkan seseorang untuk menolongnya ketika dibutuhkan”.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini contohnya:

1. We can count on Bill to get the job done.
(Kita bisa mengandalkan Bill untuk menyelesaikan pekerjaan)

2. Can I count upon you to do the job?
(Bisakah aku mengharapkan bantuanmu untuk melakukan pekerjaan ini)

3. I’m counting on you to tell me everything they say.
(Aku mengandalkanmu untuk menceritakan apapun yang mereka katakan)

4. You may be disappointed if you count on getting that loan.
(Kamu mungkin akan kecewa jika kamu berharap untuk mendapatkan pinjaman)

•#bilingual : MAN HAS MANY BARBIES

Bilingual adalah berita dua bahasa yang akan membantu Bujang Dare untuk mempelajari dan lebih memahami Bahasa Inggris. Serta menambah wawasan dunia tentang berbagai informasi dan berita masa kini. Untuk hari ini sebuah topik telah dipilih khusus untuk Bujang Dare.

MAN HAS MANY BARBIES
SEORANG PRIA YANG MEMILIKI BANYAK BONEKA BARBIE

On a normal Singapore street sits a normal house, but it does not contain a normal collection. This house has one of the largest private collections of Barbie dolls in the world at 6,000 dolls.

(Di sebuah jalan biasa di Singapura, terdapat sebuah rumah, namun rumah ini meskipun terlihat sederhana terdapat koleksi yang tidak biasa di dalamnya. Rumah ini memiliki salah satu koleksi pribadi terbesar dari boneka-boneka Barbie di dunia yang terdiri dari 6000 boneka)

Jian Yang is the proud owner of all of these dolls and even calls some of them “precious”. One of his favourites is Great Shape Barbie that was from 1984 and was featured in the movie “Toy Story”. He paid up to $3,600 for one of his dolls, making this an expensive hobby.

(Jian Yang adalah orang yang bangga dengan memiliki semua boneka ini dan bahkan menyebut beberapa dari mereka barang berharga. Salah satu favoritnya adalah Great Shape Barbie yang berasal dari tahun 1984 dan pernah muncul di film “Toy Story”. Dia membeli dengan harga sampai 3600 Dolar untuk satu dari bonekanya, membuat ini sebuah kegemaran yang mahal)

Jian’s obsession predictably affects his relationships. He says that some ex-girlfriends felt insecure because they could not look like one of the dolls, which are infamous for their unrealistic waistlines.

(Bisa diperkirakan, obsesi Jian mempengaruhi hubungan cintanya. Dia berkata bahwa beberapa mantan kekasihnya merasa tidak nyaman karena mereka tidak bisa terlihat seperti salah satu boneka koleksinya, yang mana sangat terkenal dengan sesuatu yang meskipun banyak tidak suka dengan bentuk tidak realistic dari pinggang boneka itu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s