Brown Nose – Volare Chit Chat 24 Nov 2016

#howtosayit : BROWN NOSE

Bujang Dare, kita akan membahas cara pengucapan dan penggunaan sebuah idiom yang sering native speaker Bahasa Inggris gunakan sehari-hari. Idiom merupakan sebuah kata atau gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna berbeda, namun ketika disatukan akan membentuk makna baru yang berbeda dari makna kata aslinya.

brown-nose

Idiom yang akan kita bahasa hari ini adalah ‘BROWN NOSE’. Idiom ini terdiri dari dua kata yaitu kata BROWN dan NOSE. Kata BROWN yang ejaannya B-R-O-W-N merupakan sebuah warna yang berarti “Warna Coklat”. Sedangkan kata NOSE yang ejaannya N-O-S-E artinya adalah “Hidung”. Ketika menjadi sebuah idiom, maka BROWN NOSE artinya adalah “Menjilat, bersikap merendah untuk memperoleh sesuatu, kadang-kadang dengan memberi pujian berlebihan, tertawa biar lelucon kita tak lucu, mengiayakan apa saja yang kita katakan”. Idiom yang memiliki makna yang sama dengan BROWN NOSE adalah POLISHED THE APPLE.

Berikut ini contohnya:

1. Many people get promoted in the work place because they brown-nosed the bosses. They do this by complementing and agreeing with the senior staff all the time.
(Banyak orang naik pangkat di tempat kerja karena mereka menjilat pada bos-bos di kantor. Mereka melakukannya dengan memuji dan mengiyakan apa saja kata staf senior)

2. Betty polished the apple at work because she wants to be considered for the new position that’s just been opened.
(Betty memuji bos-nya sekantor karena dia ingin dipertimbangkan untuk mengisi lowongan yang baru dibuka)

3. The rest of the class were sick of watching him brown-nose.
(Semua yang ada di kelas ini sudah muak melihatnya bertingkah seperti seorang penjilat)

4. Don’t keep brown-nosing, and the professor pretends not to notice.
(Jangan terus-terusan menjilat begitu, dan profesir pun bertingkah seolah-olah tidak menyadarinya)

#idiom : TAKE IT ON THE CHIN (Kings Of Leon – On The Chin)

Idiom merupakan sebuah kata atau gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna berbeda, namun ketika disatukan akan membentuk makna baru yang berbeda dari makna kata aslinya. Lebih banyak kita menguasai idiom, maka semakin baiklah kemampuan bahasa inggris yang kita miliki.

Hari ini idiom yang kita bahas adalah TAKE IT ON THE CHIN. Idom ini terdiri dari beberapa kata yaitu kata TAKE, ON, dan CHIN. Kata TAKE yang ejaannya T-A-K-E artinya adalah “Mengambil atau Membawa”. Kemudian kata ON yang ejaannya O-N artinya adalah “Diatas”. Dan kata CHIN yang ejannya C-H-I-N artinya adalah “Dagu”. Ketika menjadi sebuah idiom, maka TAKE IT ON THE CHIN artinya adalah “Menghadapi segala macam bahaya atau menerima segala bentuk kritikan dengan keberanian”.

Berikut ini contohnya:

1. They laid some blunt criticism on him, but he took it on the chin.
(Mereka memberikan kritik-kritik kasar padanya, tapi dia dengan berani menghadapi semua kritik itu)

2. The bad news was a real shock, but John took it on the chin.
(Berita buruk itu sangatlah mengejutkan, akan tetapi John dengan berani dan tanpa ragu menghadapinya)

3. The worst luck comes my way, and I always end up taking it on the chin.
(Sesuatu yang buruk terjadi di hidupku, dan saya akhirnya menghadapi semuanya dengan kuat)

4. Why do I have to take it on the chin for something I didn’t do? If you didit, you have to learn to take it on the chin.
(Mengapa saya harus menghadapi masalah yang tidak saya lakukan? Jika kamu melakukannya, kamu harus berani menghadapinya)

#bilingual: ‘Post-Truth’ Named 2016 Word Of The Year
Bilingual adalah berita dua bahasa yang akan membantu Bujang Dare untuk mempelajari dan lebih memahami Bahasa Inggris. Serta menambah wawasan dunia tentang berbagai informasi dan berita masa kini. Untuk hari ini sebuah topik telah dipilih khusus untuk Bujang Dare.

‘Post-Truth’ Named 2016 Word of the Year

‘Post-Truth’ Menjadi ‘Word of The Year”di Tahun 2016

“Post-Truth” is Oxford Dictionaries’ Word of the Year. The Oxford Dictionaries website told readers post-truth could be “one of the defining words of our time.” The term comes from an idea that became popular during the 2016 election campaign in the United States.

“Post-Truth” menjadi ‘Word of The Year’ oleh kamus Oxford. Halaman situs Kamus Oxford memberitakan kepada para pembaca bahwa ‘post-truth’ bisa menjadi ‘satu dari banyak kata yang memiliki makna sepanjang waktu”. Istilah ini datang dari sebuah ide yang menjadi terkenal selama kampanye pemilu tahun 2016 di Amerika Serikat.

Post-truth, as the website defines it, means to relate to situations where “objective facts are less influential in shaping public opinion than appeals to emotion and personal belief.” Oxford Dictionaries officials say they chose post-truth as Word of the Year because of its rising popularity. They said the term’s usage appeared to increase 2,000% in 2016 alone.

Post-truth, sebagaimana halaman situs mendefinisikannya, ini berarti berhubungan dengan situasi dimana “fakta-fakta objektif tidak begitu berpengaruh dalam membentuk opini public namun lebih menarik kepercayaan secara emosional dan pribadi”. Secara resmi, pihak kamus Oxford mengatakan bahwa mereka memilih post-truth sebagai Word of the Year karena peningkatan popularitasnya. Mereka berkata bahwa penggunaan istilah ini meningkat sekitar 2000% hanya dalam tahun 2016 saja.

Casper Grathwohl is the president of Oxford Dictionaries. He said that the choice was no surprise after a year filled with difficult discussions about politics. Grathwohl said post-truth has become popular at a time when more people are using social media to get news. Some people trust social media more for news and information than establishment media or political leaders.

Casper Grathwohl adalah presiden dari Kamus Oxford. Beliau berkata bahwa pemilihan ini bukanlah hal yang mengagetkan setelah setahun ini dipenuhi dengan diskusi-diskusi rumit seputar politik. Grathwohl mengungkapkan bahwa post-truth sudah menjadi terkenal pada saat banyak orang yang menggunakan media social untuk memperoleh berita. Beberapa orang lebih mempercayai media social untuk berita dan imformais yang diberikan dibandingkan dengan media yang sudah ada ataupun pemimpin-pemimpin politik.

If you plan to use the word, Oxford Dictionaries defines it as an adjective. An example of it is the expression “post-truth politics.” The website said that post-truth has gone from being a new term to a word often used in political commentary. Major publications now use the term without feeling the need to define its meaning.

Jika kamu berencana untuk menggunakan kata ini, Kamus Oxford menjadikannya sebagai kata sifat. Salah satu contoh penggunannya pada sebuah ekspresi “post-truth politics”. Halaman situs juga menyebutkan bahwa post-truth sudah tidak lagi menjadi istilah baru dan menjadi sebuah kata yang sering digunakan dalam penjelasan politik. Kebanyakan pihak publikasi sekarang menggunakan istilah ini tanpa perlu mengutarakan arti dan maksudnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s