We Work and We Get Paid

Hampir semua orang di dunia ini inginnya kerja ringan tapi penghasilan berat. Kerja sebentar tapi mau dapat penghasilan banyak. Kerja nyantai tapi penghasilan serius dan ga nyantai. 
Teman-teman gak mau yang begitu? Saya sih mau 😜 The question is, emangnya ada kerjaan macam begitu? Yang namanya kerja kan emang berat dan ga nyantai. Kalo nyantai sih namanya liburaan meeen. 

Ya jelas ada laah. Bagi orang-orang yang menikmati dan mencintai pekerjaan, kerja udah gak berasa kerja. Kerja berasa liburan. 

Saya punya kenalan yang kerjaannya jalan-jalan aja terus. Galeri instagramnya isinya pemandangan baguuus melulu. Ternyata he owns a tour and traveling agent, profesinya adalah tour leader, and he loves his job! Traveling is his passion so he follows up the passion into a profession. Saya juga punya kenalan yang kerjaannya makaaan aja melulu. Saban hari update foto makanan, bikin laper *dan kadang baper, karena belom makan πŸ˜πŸ˜‚*. Well, ternyata dia adalah seorang food blogger. Ada juga yang emang kerjanya bikinin kue pesanan pelanggan. Their life looks very delicious. 
Tapi, apakah passion saja cukup? Ada loh orang yang passionnya di bidang kuliner, bekerja pun di area yang tak jauh dari makanan, tapi belum bisa sungguh-sungguh menikmati kerjaannya. Well, bosan adalah hal yang manusiawi. Bahkan saat kita melakukan pekerjaan yang kita pilih pun, menurut saya bosan tetap wajar. Jadi tentu saja passion saja rupanya belum lah cukup. 

Kerja sesuai passion, menurut saya nih ya, perlu disertai dengan target untuk dicapai. Target apa aja deh. You name it. Target finansial kah itu, atau target sosial, target harian bulanan tahunan, target jangka pendek jangka panjang, target dunia akhirat, apa aja yang penting ada orientasi yang perlu kita buat. Once in a while we do really need to think through a plan to reach the target.

Jika Pegawai Negeri Sipil atau PNS setiap bulan sudah diatur nominal penghasilan berdasarkan golongan, tak peduli apakah jam dan beban kerjanya kurang atau lebih dari hak yang harus di dapatkan, maka pekerja yang bukan PNS mendapat penghasilan sesuai dengan, katakanlah, ‘jam masuk kerja’ masing-masing. Contoh kecilnya seperti karyawan honorer yang dibayar sesuai dengan jumlah jam kerja, atau kayak saya, ada penghasilan ya kalo saya mengajar, atau diminta jadi MC. 


Yang ini fotografernya gak dibayar πŸ˜‚

Atau seperti fotografer atau graphic designer, dapat pemasukan ya kalo ada yang hire jasanya. Atau lagi, seperti pedagang yang kalo ikutan libur alias tutup toko di tanggal merah, pemasukan di hari itu pun ikut libur alias nihil. We work, then we get paid. Fair enough, eh? 😁

Tapi saya bukan mau banding-bandingin penghasilan karyawan BUMN atau PNS dengan yang bukan kok ini. Contoh di atas itu hanyalah perumpamaan untuk menentukan target finansial dari suatu profesi. Jadi, logikanya dan idealnya ya memang begitu kan ya. Kalo kitanya mau dapatkan penghasilan (dalam bentuk duit) yang banyak, kerja keras saja belum cukup. Tindak lanjuti juga dengan kerja cerdas. Kalo ujug-ujug maunya langsung kerja nyantai dengan penghasilan besar, yaa coba cari pengusaha sukses muda berbakat trus ajak nikah *lohhh πŸ™ˆ* siapa tau bisa langsung dimodalin buat bikin usaha 😜 

Anyway, setelah setahun belakangan saya kembali lagi ke dunia kerja, dengan gelombang-gelombang yang sesekali diiringi hujan petir menggelegar (ini semacam kiasan bahwa pekerjaan yang saya jalani juga ada yang bikin hati periiih πŸ˜­πŸ˜‚), jadinya saya berusaha untuk membuat kembali target-target untuk saya capai. Berhubung saya berstatus sebagai istrinya Pak Aci, saya tidak pasang target finansial. Jadi kalo ada honor yang dibayar ‘dudi’, yaah aku rapopo πŸ˜„. Target saya saat ini masih pada proses sharing ilmu dan motivasi. Soal duit sih, mending langsung ditransfer aja lah ya biar gak rempong hahaha *teteuup, perlu juga laah duit buat nambah-nambahin jajan HermΓ©s πŸ™ˆπŸ™Š. 

We work, and we get paid. Saat kita bekerja dan merasa yang kita kerjakan tidak sebanding dengan pendapatan, maka ada 3 pilihan untuk dipertimbangkan: 1. Reconsider why it can happen. Coba dicekricek, jangan-jangan jadi tak sebanding karena faktor dari kita sendiri πŸ˜‰  Kalo bukan, ya baru deh yang ke 2. Cari kerja sampingan *kalo orang melayu bilang, can tepi* yang kira-kira bisa nambah-nambahin duit jajan. Kalo pekerjaan utama tidak memungkinkan untuk kerja sampingan, baru deeh ke pilihan yang ke 3. Step back and find other jobs that can accommodate what we want. 

Terakhir, sebagai friendly reminder untuk kita bersama, banyakin bersyukur, perbanyak sedekah dan kurang-kurangin mengeluh. Kurang-kurangin juga ngasih jelingan ala Meriam Bellina ke orang-orang yang gak kamu suka πŸ™ˆ *yang terakhir cuekin aja, itu nasehat untuk diri sendiri 😜

2 thoughts on “We Work and We Get Paid

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s