Long Distance Marriage is Never a Good Idea

image

Reaching 5 years of our marriage! Alhamdulillah. Laughters, tears, smiles, frowns, disappointments, surprises berganti-gantian menghiasi 5 tahun pernikahan kami. 5 tahun versi tahun masehi. 5 Februari 2011. Saya sah menjadi istrinya Abang Priana Ashri.

Dan memilih menjalani hubungan pernikahan jarak jauh atau Long Distance Relationship atau LDR is totally a wrong selfish decision that I’ve done. LDR sangat tidak sehat dan menyiksa. There. I said it. With full of my conscience.

Ketika saya memutuskan untuk lanjut kuliah di Pontianak yang berarti dalam 1 bulan saya harus 2 kali bolak balik Pontianak – Sekadau, kemudian saat akan selesai, selama 1 bulan saya stay di Pontianak untuk fokus dengan vacation project alias tesis, teman saya pernah menanyakan saya apakah tidak sedih dan galau LDRan begitu? Dia bilang, sebagian besar teman-temannya merasa tersiksa harus LDR setelah menikah. Waktu itu, I answered NO I didn’t feel sad. I meant it. Waktu itu, yang ada dalam kepala saya adalah: segera setelah urusan tesis ini kelar, saya akan balik lagi ke Sekadau, sehingga tidak sempat sedih dan merana.

Sekarang, situasinya berbeda. LDR yang saya jalani barangkali seperti LDR yang kemarin-kemarin dijalankan oleh orang lain. LDR yang belum tau kapan bisa akan benar-benar settled menjalani kehidupan berumah tangga seperti di 3 tahun pertama pernikahan.

Segala sesuatu ada baik buruknya, termasuk LDR, meskipun tentu saja, buruknya jauuh lebih banyak. So far, yang baik dari LDR itu ya rasa rindu yang berlapis-lapis. Lebih tebal dari lapisan wafer tango haha. Buruknya LDR? Waah you name it!

Terlepas dari baik buruknya LDR, LDR after marriage is never a good idea. Apalagi kalo bukan jenis LDR yang terpaksa harus dilakukan. LDR yang terpaksa itu misalnya, suami istri sama-sama PNS, sedangkan salah 1 atau keduanya belum dapat izin pindah ikut pasangan. Contoh lain, suami atau istri dapat beasiswa ke luar negeri tapi tidak memungkinkan untuk membawa serta pasangan dan anak. Itu LDR yang memang terpaksa harus dijalani, tidak bisa dihindari. Tugas negara, tidak bisa diganggu gugat. Sedangkan LDR yang sebetulnya bisa dihindari itu contohnya yang seperti saya ini. Tidak ada yang PNS, tidak ada yang dapat beasiswa, tapi demi memenuhi keinginan orang tua, maka terjadilah LDRan. Sebagai wanita yang sudah berstatus istri, kadangkala sering lupa (atau tidak enak untuk menolak) bahwa urutan patuhnya adalah: 1. Allah dan Rasul, 2. Suami, 3. Orang tua. Bagi seorang istri, tidak ada istilah patuh pada orang tua. Patuh itu ya sama suami, baru ke orang tua. Tentu dengan catatan, yang diperintahkan suami berada dalam koridor syariat. And I am a living proof of this theory.

Dan memang beginilah kehidupan pernikahan. Tidak ada kehidupan rumah tangga yang benar-benar sempurna. Tidak mungkin bahagia terus tanpa sedih. Satu-satunya yang menjadikan sebuah rumah tangga terasa dan tampak sempurna adalah rasa syukur dan ikhlas menerima apapun yang sudah Allah gariskan, either itu di pasangan kita, atau pada situasi dalam pernikahan yang kita jalani.

Di usia 5 tahun pernikahan kami, dengan level kesabarannya yang seringkali bikin saya speechless, saya berdoa supaya Allah berkenan hadiahkan 1 rumah di syurga untuk suami saya, sebut saja bang Aci. Sedangkan saya, saya masih harus terus banyak belajar menata diri, menata emosi, menata hati supaya nanti layak menemani bang Aci di syurgaNya Allah. Aamiin.

Untuk seluruh pasangan suami istri yang menjalani Long Distance Relationship, baik karena terpaksa atau terlanjur, mari kencangkan sabar kita. Buahnya sabar selalu manis, ya kan?🙂

One thought on “Long Distance Marriage is Never a Good Idea

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s