Kita dan Piknik yang Kurang Terus

image

Kurang piknik, *apalagi kurang dzikir*, amat sangat berpengaruh terhadap tingginya angka sensitivitas dan emosi kita *atau cuma saya?* sebagai manusia biasa. Normally, people get bored with their daily routines. Kalaupun beruntung dapat kerjaan yang tak bikin bosan, I believe normal people can also get tired of routines, secinta apapun sama pekerjaan. Untuk itulah manusia butuh piknik. Supaya sumpeknya hilang dan segar kembali menjalani hari-hari. Mengutip kata-kata Imam Syafi’i, “Lakukanlah safar, karena di dalamnya ada lima faedah: menghilangkan kesumpekan, mengais rezeki, mendapatkan ilmu, adab, dan teman yang baik”.

Tapi itu kan safar, bukan piknik, din! Iya, kak. Piknik dalam perspektif saya ketika menulis postingan ini adalah piknik yang kita perlu bersafar (traveling) untuk melakukannya. Sepakat yes dengan definisi piknik di postingan ini? Baiklaah ~

Bagi saya, piknik adalah niscaya. Yaah minimal ke pantai terdekat di kota anda gitu deh. Tak ada waktu buat piknik karena pekerjaan terlalu menumpuk? Disempat-sempatkan doong ah. Seperti yang saya tuliskan di status Facebook saya setelah jalan-jalan ke Singkawang akhir bulan lalu, piknik itu sebetulnya mesti disempat-sempatkan, karena kalau nunggu sempat, kapan pikniknya? Works won’t stop, sedangkan jiwa raga perlu rehat sejenak dari hiruk pikuk rutinitas. Kalau belum sempatnya karena repot bawa anak sih beda kasus kali yaaw. I haven’t had any experience piknik sembari bawa-bawa anak.

Throwing back to the past time, rasa-rasanya saya justru lebih sering piknik ketika otak sedang ngepul-ngepulnya kayak kopi panas. Saya pergi piknik bukan di hari orang-orang pada umumnya berpiknik. Misal, dulu di kelas 3 SMA, saat mayoritas kawan-kawan berencana ke pantai setelah ujian nasional, saya dan beberapa teman dekat malah memilih untuk ke pantai sebelum UN, ketika les tambahan untuk persiapan UN sedang banyak-banyaknya. I thought it was more effective, and yes it was, karena tujuan ke pantainya kan untuk lepas lelah. Maka, ketika sedang lelah itulah waktu yang pas buat piknik.

Selain itu, saya pun bukan tipikal orang yang suka keramaian. Lokasi piknik saat weekend atau hari libur bisa dipastikan crowded with a lot of people. And I don’t really like it. Pertama, kurang dapet suasana relaksasinya. Kedua, kurang maksimal pose buat jepret-jepret dokumentasi, bakalan ‘rebutan’ spot sama pengunjung lain haha. Anyway, timing piknik ini menyesuaikan dengan selera masing-masing sih. Tidak semua orang suka suasana yang sepi, pun tak semua orang bisa suka-suka memilih kapan mau piknik. Kapanpun itu, piknik lah seperlunya tanpa meninggalkan tanggung jawab kita. Kalo macam saya yang kuli pengajar ini, alhamdulillah masih bisa cari pengganti agar kelas tetap berjalan. Atau, mengganti kelas di hari lain sesuai kesepakatan bersama. Begitu.

Dan walopun sudah piknik lalu kembali lagi bekerja, selalu saja rasanya piknik yang kemarin-kemarin itu masih kurang 😂😂😂. Pengennya pikniiik aja melulu hahahah. Do you feel the same way? Barangkali sebetulnya kita saya ini bukan kurang piknik sih, tapi kurang dzikir. Dzikirnya masih kurang maksimal, perlu ditingkatkan lagi kualitas dan kuantitasnya supaya isi pikirannya tak melulu ngumpulin duit buat jalan-jalan kesana kemari huhu.

Anyway, ladies and gentlemen, kembali ke kalimat pembuka postingan ini, jangan sampai kita kurang piknik, apalagi kurang berdzikir. Tak perlu merasa kalau kita selalu kurang piknik, tapi saya rasa tak mengapa kalau kita senantiasa merasa kurang dzikir, supaya hari-hari diisi sama dzikir terus, gitu. Karena untuk berdzikir, persiapannya tak serempong persiapan pergi piknik, ya khaan?šŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s