Sholatku, sudah benarkah?

image

Alhamdulillaah, hari ini Allah ringankan langkah saya untuk hadir di majelis ilmu, Kajian Muslimah yang dilaksanakan oleh Pos Wanita Keadilan DPC PKS Pontianak Barat tiap sebulan sekali. Bulan ini, tema kajiannya sungguh menarik hati: “Sholatku, sudah benarkah?”. Pematerinya Ustadz Misyruqi Asy-Syairi, M.P.I. Tadinya saya pikir M.P.I itu Magister Pendidikan Islam. Ternyata P nya stands for Pemikiran. Hehe kalo Pendidikan kan disingkat Pd. Gimana sih ah tamatan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan :p

Sholat, bagi kita yang Islam, menurut saya bukan sekedar kewajiban, melainkan kebutuhan. ‘Makanan’ untuk jiwa kita, seperti jasmani yang diperlu disuapi makan secara teratur. Islam pun menetapkan ibadah ini sebagai pembeda antara muslim dan kafir.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ

“(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 257)

Insya Allah memenuhi kebutuhan sholat 5x/hari well done yaa kita. Nah the question is, sudah benarkah sholat kita menurut syariat Islam?

Ketika menyampaikan materi tadi, ustad Misyruqi mengatakan bahwa bab sholat ini tak mungkin cukup dipaparkan secara detail dalam waktu 2-3 jam. Maka di kajian tadi, bahasannya meski tak detail, tapi mencakup hal-hal yang perlu kita ketahui dalam rangka sempurnakan sholat kita.

Jadi, sholat itu ada syarat²nya. Syarat wajib dan syarat sah. Syarat wajib sholat udah pada tau kan yaa? Udah dipelajari sejak duduk di bangku SD ni barangkali😀 Yak benar. 3 syarat wajib shalat: Muslim, baligh/dewasa, dan berakal. Artinya, kalau ada muslim yang tak sholat, mungkin dia belum baligh. Atau kalau sudah baligh, yaa barangkali tidak berakal hehehe.

Bahkan yang sedang sakit pun tetap wajib sholat. Kalau tak kuat berdiri, maka duduk. Tak kuat duduk, boleh berbaring. Tak bisa berbaring, gunakan isyarat lewat tangan atau mata. Tak juga bisa, tetap wajib sholat dengan isyarat dalam hati. Kalau koma? Ya itu termasuk hilang akal kan? Which means kewajiban sholatnya jadi gugur.

Sholat harus penuhi syarat sahnya juga. Yakni: sudah masuk waktu sholat, suci dari hadas kecil dan besar, suci dari najis baik najis pada pakaian yang kita kenakan untuk sholat maupun tempat sholat, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Berkenaan dengan tempat sholat, ternyata ada 7 tempat yang tidak boleh dijadikan tempat sholat, yaitu di tempat sampah, tempat pemotongan hewan, kuburan, di tengah jalan, di kamar mandi, tempat onta/kandang hewan, dan di atas ka’bah. Kalo nekat sholat di tempat² tadi meskipun katakanlah tempatnya bersih dan kita anggap layak untuk sholat, sholat kita tetap tidak sah. Wallahualam.

Sholat pun ada rukun-rukun atau fardhunya. Artinya, harus kita penuhi agar ibadah sholat kita diterima Allah. Rukun-rukun sholat antara lain:
1. Niat. Nah, niat sholat rupanya cukup yang ada dalam hati saja. Tak perlu dilafadzkan dengan lisan. Anyway, kara ustadz Misyruqi tadi, menurut Imam Syafi’i, jika niat dilafadzkan dengan tujuan untuk menguatkan niat dari hati kita, diperbolehkan. Tapi melafadzkan niat bukanlah bagian dari fardhu sholat. Analoginya begini. Misal teman² niat makan ni, ya niatnya udah ada kan, tinggal eksekusi deh, gak pake lafadz “Saya niat makan siang 3 piring blablaba” gitu.

2. Takbiratul ihram. Ada 3 cada, yang ketiganya berlandaskan hadits shahih: lafadz takbir dulu baru gerakan tangan (mengangkat takbir), gerakan dulu baru lafadz takbir, dan lafadz + gerakan bersamaan. Adapun posisi telapak tangan, harus menghadap kiblat dan sejajar dengan bahu atau telinga ketika diangkat. Saat bersedekap, tangan diletakkan di atas dada, yakni area dada hingga perut.

3. Wajib berdiri bagi yang sehat dan mampu. Untuk sholat sunnah, boleh dilakukan dalam posisi duduk meskipun kia sehat. Tapi lebih diutamakan berdiri dong ya🙂

4. Membaca surah Al Fatihah. Di poin ini, biasa kita jumpai ada imam sholat yang membaca basmalah dan juga tidak pakai baca basmalah. Keduanya boleh. Karena Baginda Rasulullah pernah melakukan keduanya. Lalu, untuk ucapan aamiin, baik imam maupun makmum, sama² membaca aamiin. Aamiin ya, bukan amin, aamin, atau amiin. Karena, keliru harokat bisa beda makna soalnya😀

Setelah baca surah Al Fatihah, disunnahkan membaca surah pendek.

5. Ruku’. Disunnahkan sebelum ruku’ mengangkat kedua tangan (seperti takbir). Posisi ruku’ harus sejajar antara kepala dan punggung. 90° gitu. Saat ruku’, tangan kita diletakkan di tempurung lutut. Bukan di paha atau di betis yes.

6. I’tidal, atau berdiri dari ruku’. Disunnahkan mengangkat tangan. Tangan boleh bersedekap, boleh juga tidak. Kalo saya biasanya gak pake sedekap. 2-2nya boleh menurut ijtihad ulama.

7. Sujud, yakni meletakkan 7 anggota tubuh pada tempat sujud. Yaitu: sebagian dahi, ujung hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari² kaki. Saat letakkan dahi, pastikan antara dahi dan tempat sujud tidak dibatasi apapun. Baik kain, apalagi batu hehe. Biasanya kalo kita² yang muslimah kan suka pake kain daleman keruding tu ya. Nah itu kainnya diangkat dikit supaya dahinya langsung menyentuh tempat sujud.

8. Tuma’ninah. Artinya, jeda sejenak. Tuma’ninah ini dilakukan ketika kita selesai baca Al Fatihah, saat hendak ruku’, sujud, intinya memberi jeda agar sholatnya tidak tergesa-gesa.

9. Tasyahud, awal dan akhir. Saat tasyahud, disunnahkan memberi isyarat dengan jari telunjuk yang ditundukkan. Atau membentuk setengah lingkaran. Ada 2 pendapat terkait poin ini, yaitu ada yang menyatakan bahwa telunjuknya digerak2kan, ada juga yang tidak. Bagian ini adalah hal yang furu’ atau cabang ilmu fiqih sehingga jika terjadi perbedaan, tidak perlu diperpanjang sampe debat kusir segala.

10. Salam, yang kanan dulu yaa. Leher aja yang digerakkan ke kanan, badannya jangan ikutan miring alias harus tetap menghadap kiblat dengan posisi tangan tetap di atas paha. Salamnya ga perlu dijawab wa’alaikumussalam yaa mentang² jawab salam itu wajib hihihi. Lafadz salam di sini adalah bagian dari rukun sholat.

Dalam sholat pun, ada hal² yang diperbolehkan dan yang bisa membatalkan. Yang bisa membatalkan sholat antara lain:
1. Sengaja makan dan minum saat sholat. Misal, abis makan rendang nih, mau zuhur, wudhu, eeh rupanya masih ada daging nyangkut di gigi. Ketahuannya saat sholat. Nah itu jangan dikunyah ya, karena sholatnya bisa batal 😁
2. Berbicara yang bukan bacaan sholat. 3. Tertawa dalam sholat.
4. Banyak gerak yang di luar gerakan sholat dan tidak ada uzur syar’i.
5. Sengaja meninggalkan salah 1 rukun sholat.

Sedangkan yang dibolehkan dalam sholat antara lain:
1. Menangis saat sholat, asalkan tidak mengurangi makhroj dari surah yang kita baca.
2. Menoleh karena kebutuhan.
3. Membunuh ular atau kalajengking.
4. Membawa/menggendong anak kecil, dengan syarat sang anak tidak membawa najis.
5. Mengucapkan subhanallaah ketika imam salah gerakan atau bacaan sholat bagi laki-laki. Sedangkan bagi perempuan, cukup dengan menepukkan punggung tangan kanan ke telapak tangan kiri untuk memberi isyarat jika imam keliru.

Waaah panjang yaa postingan kali ini, dan ini belum mencakup hal² detail lainnya tentang sholat loh. Pastilah masih ada pertanyaan² di kepala kita terkait sholat ini. Dan tanyakan saja. Tanyakan pada yang berilmu, yang mempelajari fiqih sholat. Nanya² di sini pun boleeh ~, nanti pertanyaannya saya teruskan ke ustadz Misyruqi dan jawavannya saya balas di komen😀

Baiklah. Semoga bermanfaat yaa bahasannya. Tinggal kita terapkan dalam sholat kita setiap hari🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s