Demi Birrul Walidain

Surat pernyataan dengan materai Rp 6000 yang menyatakan bahwa tidak mengajukan pindah/mutasi kerja dengan alasan apapun sebelum bertugas selama minimal 20 (dua puluh) tahun (contoh format terlampir).

Itu salah satu persyaratan yang tertulis di website yang belakangan banyak dikunjungi para pencari kerja. Dan persyaratan di atas berlaku untuk area Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Mungkin tidak semua orang tau bahwa cita-cita saya bukanlah menjadi Pegawai Negeri Sipil. Tapi kedua orang tua saya sangat ingin saya menjadi PNS. Barangkali karena bapak dan ibu saya sudah merasakan manfaat menjadi PNS, sesuai dengan passion mereka, dan ternyata rezeki yang Allah berikan melalui profesi PNS bisa digunakan untuk membiayai anak-anaknya hingga kuliah dan sudah menikahkan 1 orang anak perempuan yang malah belum juga mau menjadi PNS.

Ditambah lagi membaca persyaratan di atas. Aduh, makin ciut keinginan saya untuk ikut tes.

Tahun sebelumnya, saya escape tidak ikut tes sama sekali dengan alasan akan lanjutkan studi. Bapak saya (allahuyarham, semoga Allah mengampuni bapak dan membahagiakan bapak di alam kubur) waktu itu pasrah saja dengan keputusan saya. Sampai dengan bapak dipanggil Allah, saya masih belum jadi PNS. Dan masih belum juga ada keinginan untuk jadi PNS.

Emang kenapa sih? Sudah pernah saya tuliskan alasannya di blog sebelah. Saya mengukur diri sendiri. Saya merasa passion saya bukan di sana, sehingga pastilah akan sulit bagi saya untuk menjalani rutinitas morning to evening from monday to saturday just like the civil servants do. Barangkali jika dipaksakan, saya akan menjadi PNS yang sering izin kerja, sering pulang sebelum waktu pulang, sering meliburkan diri di hari kejepit nasional. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkan hak yang saya dapat dari profesi saya di hadapan Allah? Well, not to mention that I am absolutely gonna be able to be responsible for what I am doing now in hereafter later. At least, I do what I do now with passion.

image

Anyway, demi Birrul Walidain, selagi masih bisa berbakti kepada orangtua, apalagi ibu saya masih ada, sepertinya kesempatan tahun ini akan saya gunakan untuk mencoba. Jika tidak lulus, alhamdulillah, saya sudah mencoba. Jika lulus, alhamdulillah artinya kelak saya sudah memenuhi keinginan ibu bapak saya yang selama saya hidup selalu memenuhi keinginan saya. Persoalan yang tersisa tinggal di diri saya, bagaimana menumbuhkan passion di profesi yang tak ingin saya geluti. Doakan saya ya🙂

6 thoughts on “Demi Birrul Walidain

  1. iin says:

    Subhanallah.. Kakak, skrg ini mata msh bengkak abis nangis, krn curhat dgn mamak. Critenye abs nyoret2 dinding kamar, ngegambar kartun yg isinya between dreams and reality. Biasanya curhat juga, tp tak selengkap dan semewek ini. Kondisinya sama lah dgn kakak. Eh, bbrp menit kmudian nemu tulisan ini. Rencana iin sbetulnya jg sama dgn kakak. Tp stelah baca ini jd lbh mantap dan plong rasanya utk menempuh jln yg awalnya tdk diinginkan. Thanks a lot kak…

  2. eliya says:

    Ah, same kite Din. Lulusan bhs. Inggris yg blm berminat utk jd PNS. Tp skrg ktike ad niat utk mncoba, just try it. Klw blm lulus, mngkn blm rezeki, yg pntng udh brusaha. Klw lulus, berarti memang sudah rezekiny. So, mari sama² brusaha🙂

  3. Wah…sama persis din same nsy. Jd PNS,utk bahagiakan ibu. Tp pas msk ke dlmny, banyak hal2 liar biasa yg bs kita lakukan. Banyak manfaat yg bs kita berikan insya Allah. Selamat memcoba😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s