Begoyap ke Tapang Semadak

Sejak senin lalu, saya dan suami sudah berencana untuk memanfaatkan ahad pekan ini untuk begoyap. Bahasa apa gerangan begoyap? Ya bahasa Sekadau, which means walking around, atau jalan-jalan, atau pusing-pusing😀 Tapi di Sekadau mau jalan ke mana siiih, mengingat Sekadau itu kecil, muter 2 kali 15 menit selesai hahaha.

Eits wait! Itu kalo muterin ibu kotanya. Kalau keliling Kabupaten Sekadau secara menyeluruh, mungkin perlu 2-3 hari baru selesai karena jarak dari 1 kecamatan ke kecamatan lain cukup jauh dengan infrastruktur yang bikin kita makin sering istighfar.

Maka ahad ini saya dan suami memutuskan untuk masuk ke Gunam Sekadau. Ini adalah kali kedua saya ke Gunam, dan pertama kali untuk suami. Masuk ke situ, sepi. Hanya ada beberapa penduduk yang mandi dan mencuci. Suami saya merasa kurang nyaman dan agak risih berlama-lama di Gunam Sekadau hihi. Tapi sempat foto-foto loh :p

image

Banana among the cassava

image

Depan pohon bambu

image

Selfie boleh kan :p

Setelah sejepret duajepret, kami memutuskan untuk lanjutkan perjalanan ke arah Kabupaten Sintang. Kata suami saya, kali aja ada spot lain yang oke buat foto-foto hihi. Daripada ntar gak nemu tempat oke trus malah pulang (maklum, saya masih newbie di Sekadau jadi belom tau tempat-tempat eksotisnya haha), akhirnya saya ajak suami untuk silaturahim ke rumah abang ipar di Desa Tapang Semadak.

Tibalah kami di rumah abang ipar, disambut keponakan-keponakan yang selalu riang gembira menyambut tantenya yang lovable ini *hatchiiim*. Menurut saya, anak-anak yang tumbuh di desa itu masih menjunjung tinggi nilai-nilai di pelajaran PPKn. Mungkin karena mereka belum tersentuh kecanggihan teknologi semacam tablet dan sejenisnya kali ya. Sehingga tadi ketika kami tiba, saya berasa seperti ‘dilayani’ sama para keponakan dan teman-temannya. Kami diajak jalan-jalan (jalan kaki!) di komplek perkebunan sawit di dekat rumah abang ipar. Benar-benar tuan rumah yang so sweet.

Sepanjang jalan, dalam rangka memanfaatkan hadiah milad dari suami *uhuk :p*, saya jepret jepret apa saja yang biaa dijepret. Para ponakan dan temannya pun sumringah sekali nyariin objek yang bisa difoto, dan sebagian besar nyuruh moto bunga sama jamur haha.

image

Bunga Selasih

image

Bunga putri malu

image

Jalan kaki bersama

image

Jamur beracun

image

Dijailin keponakan

Setengah jam jalan, cape, akhirnya kita balik ke rumah abang. Di komplek perumahan perkebunan sawit tadi, kebetulan ada tetangga abang ipar yang lagi nyembelih anjing😐 Sedikit pun saya tak berani noleh. Hanya mendengar suara kaing anjing yang memilukan hiks hiks😥

Tiba di rumah abang ipar, kakak ipar menyajikan biji cempedak yang direbus. Nyummy. Pas betul kemaren saya pengen makan biji cempedak rebus, rejeki memang tiada kemana😀

image

Biji cempedak rebus

Berhubung hari sudah siang dan sudah kenyang selepas makan siang bareng, saya dan suami pun memutuskan untuk pulang. Hihihi SMP, sudah makan pulang😆

Pergi cuma bawa sedikit snack untuk ponakan, pulang dari Tapang Semadak saya dan suami dibekali beragaaam oleh-oleh. Setengah karung singkong, sekantung gede daun singkong, semur ayam kampung, dan kulit sapi. Sampe bingung gimana bawanya😀

Well yeah. It was a fun weekend. Silaturahim memang menambah kasih sayang dan rezeki🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s