Kita dan Chemistry yang Entah Kemana

Dulu saya mengira, saya adalah satu-satunya orang yang bisa kehilangan ‘chemistry’ dengan beberapa orang yang dulu pernah langsung atau pelan-pelan dapet ‘click’nya. Rupanya ini adalah common case. Paling tidak, sudah atau baru 2 orang yang saya tau yang mengalami this kind of unique losing. A bound losing.

Apa teman-teman juga pernah mengalaminya? Ketika suatu waktu berjumpa dengan kawan yang dulu demikian akrab dan tak pernah kehabisan topik kala berbincang, bahkan saling diam pun tetap terasa nyaman, lalu tiba-tiba menjadi sangat canggung dan ingin segera menyelesaikan percakapan karena situasi yang tak nyaman? Kalau pernah, berarti minimal ada 4 orang yang pernah merasakan chemistry yang hilang: I and my 2 friends, plus you🙂

Chemistry in a relationship is something really unique. If a friendship can exist because there are things in common between or among people, this chemistry stuff, based on my experience, doesn’t really happen because of the things in common. Things in common is the part, yes. But the fact is, not all people with things in common with us can be close and automatically have the chemistry, rite? Yep, I feel it😉

Ada beberapa orang yang punya cukup banyak kesamaan dengan saya, misal sama-sama suka menulis, sama-sama suka Bahasa Inggris, sama-sama suka jalan-jalan, dan banyak sama-sama lainnya, tapi tak lantas bisa membuat saya akrab dan merasa nyaman ketika harus berlama-lama dengan mereka. It’s hard to explain further, but I believe it’s simply because we don’t own the chemistry.

Sebaliknya, ketika sudah ada chemistry, bahkan ketika menemukan hal yang tidak sama atau bertolak belakang sekalipun, misal saya memilih untuk berkarir di rumah sedangkan dia lebih senang karir di luar rumah, saya suka pedas dia anti pedas, saya berhijab sangat lebar dia belum *atau tidak berhijab, bahkan* dan sebagainya, the bond is still there! The conversation is always going fun. The atmosphere always brings a bliss.

Dan tiba-tiba chemistry itu hilang entah kemana.

Berdasarkan pengalaman saya, faktornya bisa beragam. Tapi yang paling memberi andil adalah komunikasi yang tak lagi dijaga. Jarak dan jarang berjumpa? Bisa juga. Tapi saya pribadi sudah membuktikan, bahwa jarak bisa diatasi. Bukankah orang bijak pernah berkata: “True friendship isn’t being inseparable. It’s being separated and nothing changes”😉

Apalagi di era serba digital seperti sekarang. Hanya jarak di hutan belantara saja yang bikin komunikasi jadi susah. Soalnya gak ada sinyal hahaha😛

Komunikasi adalah cara kita menjaga chemistry. Sedangkan saling berjumpa adalah ruang di mana kita melihat, masih adakah chemistry di antara kita? Atau ia mengdihilangkan entah kemana?

Chemistry is not a mystery. A mystery is the reason behind your choice to keep the distance away. That’s it🙂

One thought on “Kita dan Chemistry yang Entah Kemana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s