Postcard in the Digital Era

Baby I will soon be leaving
and I know that you are feeling down
But every week I’ll send a letter
To let you know my love will never change
I promise you I always feel the same

Penggalan lirik lagunya A*Teens di atas sudah sulit sekali diterapkan di jaman sekarang. Sepucuk surat. Di era digital. Oh, tak terbayangkan.

Dengan pola hidup manusia yang kini sudah berubah pesat seiring pesatnya perkembangan teknologi, sepucuk surat yang dikirim lewat kantor pos menjadi kejadian langka. Keberadaan surel alias email, social media, dan berbagai chat messenger seperti telah menggantikan posisi sepucuk surat yang dulu diterima Vina Panduwinata hingga ia melangkah di udara saking gembiranya πŸ˜†

Ada surat, biasanya ada prangko. Waktu saya SD, saya masih ingat punya teman yang hobi mengumpulkan prangko. Filateli ya istilahnya. Berbagai macam prangko dari berbagai kota dan negara, dengan gambar yang begitu menarik dikumpulkan. Apa kabarnya ya teman saya itu? Masihkah berfilateli di era digital ini?

Seumur hidup saya, rasanya bisa dihitung dengan jari saya berkomunikasi dengan orang lain lewat surat yang dikirim melalui kantor pos. Itupun bukan berkirim surat dengan sahabat pena, yang rutin dan saling berbalas. Anyway, seingat saya, dulu kalau suratnya mau lebih cepat sampai, minimal harus pakai prangko Rp.1000 πŸ˜† πŸ˜†

Aiih, seru kali ya orang yang surat-suratan jaman dulu. Pertama, karena surat adalah the only way di masa tersebut untuk bisa saling kirim dan terima kabar. Kedua, suratnya ditulis tangan, bukan diketik. Makin sering menulis kan bisa bikin tulisan makin indah yes hahaha.Β Ketiga, masa-masa penantian suratnya itu loh, pastilah bikin deg-deg ser πŸ˜›

Dan keseruan itulah yang baru-baru ini saya rasakan. Meskipun saya tidak belum mengirim balasan kartu pos dari Turki yang kawan saya kirim, tapi ketika menerima kartu pos itu, ahiiw rasanya senang sekali πŸ˜€

wpid-PhotoGrid_1389114086439.jpg

HayaldiΒ gerΓ§ek oldu – Dream comes true. Begitu bunyi Turkish proverb yang tertulis di balik postcard itu.

Kira-kira, selain surat dan postcard, di era digital ini, hal apalagi yang menjadi langka akibat terkikis kecanggihan teknologi? Teman-teman punya cerita? Mariii, ceritakan pada dunia πŸ™‚

Advertisements

5 thoughts on “Postcard in the Digital Era

  1. Dini says:

    Kadang kita juga rindu masa-masa zaman dahulu, ketika masih berkirim surat dan harus menunggu lama balasannya. πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s