Tak Lagi Gunakan Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

[Revised edition, May 20, 2015]

Beberapa hari belakangan, sejak saya share postingan berjudul “Jika Hamil itu Kompetisi Apakah Semua Harus Jadi Pemenang” di Facebook, dan attach tulisan di postingan yang aslinya saya publish pada Oktober 2013 ini di kolom komen Facebook, tampaknya halaman yang sedang teman-teman baca ini jadi viral lewat Facebook. Begitulah yang ditampilkan di blog stats ini.

Hingga kemudian muncul komen-komen seperti: “Goblok banget, IDIOT!”, sampai “Tulisan provokatif, please be smart!” dan sejenisnya sebagaimana yang teman-teman bisa baca sendiri😀

Well, let me reveal the truth behind this post. Berawal dari dapat pesan broadcast BBM, dan saat itu, tahun 2013, saya belum menjadikan blog ini sebagai ‘Rumah utama’ saya. Waktu itu gencar-gencarnya ngeblog di www.dhzblog.com, sehingga blog WordPress ini hanya sebagai tempat saya mengarsipkan tulisan-tulisan berisi beragam ilmu mulai ilmu agama, kesehatan, sampai ilmu memasak alias resep hihi.

Anyway, saya tetap berusaha untuk tidak sembarangan ngeshare informasi. Informasi yang saya setujui saja yang saya publish. Seperti yang akan teman-teman baca di bawah ini, mengenai sebuah frase yang cukup sering digunakan banyak orang, dan ternyata frase tersebut adalah kutipan dalam bibel. Well, people might say, “It was merely words, stupid!”, seperti yang dengan lantang dituliskan di kolom komen hehe. Yes it was merely words, tapi boleh kan saya memilih untuk gunakan kalimat lain yang ternyata dalam Islam sudah dianjurkan melalui hadits shohih, yakni “Alhamdulillah ‘ala kulli hal”? Detail tentang perbedaan ucapan alhamdulillah pun pernah saya publish di blog ini😀

Maka, saya persilakan rekan-rekan sekalian untuk pilih yang mana. Beragama saja tak ada paksaan, apalagi yang ‘cuma’ sekedar ngikuti kata-kata di kitab agama lain, ya toooh hehehe ^^v Tujuan saya sharing postingan ini murni untuk menunaikan kewajiban menyampaikan (QS 3:20, 42:48, 16:82, 16:125, 5:92, 64:12)

Well here it is the posting. Selamat memilih sesuai dengan keyakinan dan kenyamanan masing-masing🙂

“Semua Akan Indah Pada Waktunya”

Sebuah kalimat yang sering sekali kita dengar, kalimat yang kesannya romantis dan penuh harapan, atau juga kalimat untuk menghibur diri yang tidak mendapatkan apa yang diinginkan tepat pada waktunya. Tapi nampaknya seorang muslim sebaiknya berpikir untuk berhenti menggunakan kalimat tersebut. Mengapa? Karena kalimat tersebut merupakan kutipan ayat bibel, tepatnya Pengkhotbah 3 ayat 11. “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan ia memberikan kekekalan dalam hati mereka… “Bahkan kalimat “indah pada waktunya” menjadi syi’ar agama nashrani yang dinyanyikan dalam berbagai versi lagu rohani. Ingat sabda Nabi ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ , “Sungguh kalian akan mengikuti sunnah-sunnah yang ada pada umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kalian akan mengikutinya pula. “Ketika para Sahabatnya bertanya, ‘wahai Rasululloh, apakah mereka Yahudi dan Nashrani?” Beliau ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠّﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ menjawab, ‘jika bukan mereka, siapa lagi?'”(Muttafaqun’alaih)

Maka dari itu, ada baiknya kita berhenti untuk memakai kalimat tersebut. Jika kita belum mendapatkan sesuatu yang kita inginkan maka lebih baik katakan “Alhamdulillah ‘Ala Kulli Haal” -segala puji bagi ﺍﻟﻠﻪ atas segala sesuatu.. Semoga bermanfaat.

Silakan dishare agar yang lain juga tahu akan hal ini.

15 thoughts on “Tak Lagi Gunakan Kalimat “Semua Akan Indah Pada Waktunya”

  1. eka says:

    Tlg bikin tulisan yg bermutu sdkt. Jgn bsnya provokatif terus. Bsk2 kita jg ga blh pk sebutan Tuhan dg Allah, krn itu jg sebutan Tuhan di agama nasrani. Be smart please. Jgn memuntir2kan ayat2 Al Qur’an scr sembarangan hny untuk membenarkan sebuah pendapat yg dikarang2 sndr.

    • Terima kasih komennya mbak eka😀 ini soal pilihan sebetulnya. Kebetulan saya memilih untuk gunakan Alhamdulillaah ‘ala kulli hal instead of semua indah pada waktunya. Kalau mbak eka dan teman2 punya pilihan berbeda, disilakan. Beragama saja tidak ada paksaan, ya kan?🙂

      • tulisan anda dimualai dengan statement ” STOP menggunakan kalimat: “Semua Akan Indah Pada Waktunya”..!!!” seharusnya dimulai dengan “Kalo saya pribadi, saya lebih memilih untuk tdak menggunakan kalimat…..dst dst dst”…. nah itu baru clear dan tidak provokatif, jadi pembaca postingan dapat membaca kemana arah postingan…. tp sudah cukup bagus untuk usahanya membuat postingan postingan di internet. semoga postingan berikutnya jauh lebih baik lagi. Salam.

    • Siti says:

      Klo Allah nya mereka kan beda bunyi nya mba. Tidak bisa di samakan dgn kalimat “indah pada wakti nya” yg tulisan maupun bunyi nya sama. Plis be smart mba, coba di teliti lg. penulis ini tidak provokasi kok, beliau hanya mengingat kan saudara muslim nya untuk tidak ikut2an, krn kalimat yg ada dlm kitab itu mereka jadikan kebiasaan ketika tertimpa suatu yg diharapkan tp tak kunjung dtng. Bukan soal ada dalam kitab lho, tp kebiasaan, ingat kebiasaan lho. Maksud penulis disini supaya saudara muslim nya tidak mempunyai kebiasaan yg sama dgn umat tersebut, ada sabda rasul nya lho mba “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269]. Kebiasaan muslim klo dpt kesenengan kan ucap Alhamdulillah, klo blm dpt sesuatu yg di ingin kan ya jgn ucap indah pada waktu nya tapi ucapkan Alhamdulillah ala kuli haal. Begitu loh mba maksud si penulis.

    • Siti says:

      Si penulis ini ga provokasi mba, plis be smart, maksud penulis disini supaya saudara muslim nya tidak menyerupai umat lain, kalimat indah pada waktu nya yg tercantum dalam kitab mereka kan menjadi kebiasaan mereka ktika apa yg diharapkan blm jg dpt, beda donk sm Allah, klo Allah itu kan beda bunyi nya kali, kita nyebut gimana mereka gimana, ya ga sama. Yg dipermasalahkan disini kebiasaan bukan kalimatnya. Ada sabda nya lho “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269]
      Contoh muslim biasa menyebut Alhamdulillah klo dpt keberuntungan, nah mereka biasa menyebut indah pada wktu nya klo blm dpt apa yg diharapkan, nah klo muslim ya nyebut itu Alhamdulillah alla kulli haal. Begitu lohhh

  2. tembelek says:

    IDIOT. Sepenggal kalimat ga boleh dipake hanya karena kebetulan ada di salah satu kitab beragama? Zzzzz. Goblooook. Trus kalo di bible ada kalimat kek gini: Bersyukurlah pada Tuhan, truss ga bole dipake gituuu? GOBLOOOOK!!! IDIOT AKUT!!

  3. Hallo Mbak, saya seorang katolik. Mohon maaf kalau Mbak tidak berkenan ada orang bukan muslim mampir ke blog Mbak. Kalau menurut saya, Semua akan indah pada waktunya itu adalah kepercayaan dimana Tuhan (yang kita yakini dan imani) tidak akan meninggalkan umatnya yang memiliki pengharapan dan keyakinan akan sesuatu.
    Itu hanya masalah penggunaan kalimat saja sih menurut saya, Mbak. Hanya bagaimana di dalam hati kita mengimaninya, saat mulut mengatakan kalimat yang memang ada dalam Alkitab.
    Toh saya juga tidak jarang mengatakan Alhamdulilah atau bahkan Bismillah (mohon maaf jika tidak berkenan dan mungkin termasuk haram kalau bahasa dari agama mbak digunakan oleh saya yang beragama lain dengan agama mbak), karena di dalam keluarga saya memang plural, Mbak. Kami mencintai dan menghidupi perbedaan. Saya katolik, ayah ibu saya muslim, kakek saya muslim, nenek saya katolik, tante saya hindu. Ya seperti itulah.🙂

    • Halo, Alexandra. Alhamdulillah terimakasih sudah berkenan mampir dan komen di blog saya🙂 soal penggunaan alhamdulillah, insya Allah atau ucapan lain baik yg ada dalam AlQur’an atau hanya bahasa arab, menurut saya lagi2 itu pilihan masing2 orang mbak. Hanya saja, sekali lagi, meski sekedar kalimat, saya pribadi berusaha untuk memilih yg opsinya sudah disediakan melalui hadits, salah 1 pedoman hidup agama Islam, dalam hal ini penggunaan frase ini🙂 Memilih untuk gunakan alhamdulillaah ‘ala kulli haal bukan berarti tidak mencintai perbedaan. Saya menjunjung tinggi pluralitas. Pluralitas ya, bukan pluralisme🙂 Spt heteregonitas dalam keluarga mbak Alexandra, berbeda2 tapi ga saling ngerecokin saat hendak ibadah ya kan? Dalam Islam, yang begini namanya tasamuh, istilah yang dlm bahasa Indonesia org2 sebut sbg toleransi. Ayo kita saling hargai pilihan masing2😀 saya hargai pilihan mbak Alexandra yg tak jarang katakan alhamdulillaah atau bismillah. Dan saya yakin mbak Alexandra yg terbiasa hidup dalam lingkungan heterogen bisa hargai pilihan kami (saya dan muslim lain) yg pilih gunakan alhamdulillaah ‘alla kulli haal dgn landasan pedoman hidup yg kami punya🙂

  4. Ketika seorang manusia sdh memilih islam sbg agama dan jalan hidupnya. Sbg konsekuensinya, Allah sbg Rabb(Tuhannya) mewajibkan manusia tsb u/mengikuti tuntunan Islam scr menyeluruh smw aspek (Al-Baqarah 208), bahkan hingga doa/ucapan.
    Ketika dihadapkan ad dua ucapan yg bisa digunakan pada kondisi/keadaan yg sm, tapi satu ucapan dr tuntunan Islam dan yg satunya lg bukan dr Islam. Selayaknya ia mematuhi perintah Allah dlm Al-Baqarah 208 tadi, menggunakan apa2 yg telah dituntunkan islam. Jika tidak, kepatuhan ia dlm perintah di ayat tadi, patut dipertanyakan.
    Lalu bgmn dg org2 diluar Islam? Sakarepmu! Perintah Allah tsb berlaku bagi org2 yg beriman(Islam).

  5. Ketika seorang manusia sdh memilih islam sbg agama dan jalan hidupnya. Sbg konsekuensinya, Allah sbg Rabb(Tuhannya) mewajibkan manusia tsb u/mengikuti tuntunan Islam scr menyeluruh smw aspek (Al-Baqarah 208), bahkan hingga doa/ucapan. Ketika dihadapkan ad dua ucapan yg bisa digunakan pada kondisi/keadaan yg sm, tapi satu ucapan dr tuntunan Islam dan yg satunya lg bukan dr Islam. Selayaknya ia mematuhi perintah Allah dlm Al-Baqarah 208 tadi, menggunakan apa2 yg telah dituntunkan islam. Jika tidak, kepatuhan ia dlm perintah di ayat tadi, patut dipertanyakan. Lalu bgmn dg org2 diluar Islam? Sakarepmu! Perintah Allah tsb berlaku bagi org2 yg beriman(Islam).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s