Ilmu Buat Sang Pencari Ilmu

Mencari ilmu atau belajar itu adalah merupakan sebuah kewajiban bagi kita selama hayat masih di kandung badan, karena prinsip mencari ilmu adalah long live education yang artinya pendidikan sepanjang masa. Sebagai orang yang terjun dalam dunia pendidikan, saya merasakan bahwa semakin banyak memberikan ilmu, maka akan semakin merasa terasah kemampuan.

Ilmu tidak akan habis jika diamalkan,tapi justru akan sebaliknya. Ilmu itu lebih mulia kedudukannya daripada harta. Coba kita simak bagaimana ungkapan Ali bin Abi Thalib mengenai harta dan ilmu ini.

Dikisahkan ada sepuluh orang Khawarij datang mengunjungi tempat  Ali bin Abi Thalib. Mereka bermaksud menguji sejauh mana kedalaman ilmu yang di kuasai oleh Ali bin Abi Thalib. Mereka penasaran karena Rasulullah saw dalam sabdanya pernah menggambarkan bahwa bila beliau adalah kota ilmu, maka Ali adalah pintunya.

“Hai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu atau harta benda, dan terangkan sebab-sebabnya?” ujar salah seorang dari mereka. Diantara 10 jawaban Sayyidina Ali adalah,

“Pengetahuan dan ilmu adalah warisan para nabi. Sedangkan harta kekayaan adalah warisan Fir’aun, Qorun, Syadad, dan sejenisnya. Maka ilmu lebih mulia daripada harta.” Lalu Ali menguraikan penjelasannya :

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bisa memelihara empunya. Sedangkan harta, empunya yang harus menjaga.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya. Sedangkan orang yang banyak hartanya kebih banyak musuhnya.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang dicintaiNya. Sedangkan harta diberikan oleh Allah kepada orang, baik yang dicintai maupun yang tidak dicintaiNya.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu bila disebarkan akan bertambah. Sedangkan harta jika disebarkan atau dibagikan akan berkurang.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat dicuri. Sedangkan harta dapat dicuri dan dapat hilang.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu tidak dapat binasa dan tidak dapat habis selamanya. Sedangkan harta benda bisa habis dan bisa lenyap karena masa atau usia.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena ilmu memberi sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa. Sedangkan harta benda pada umumnya menggelapkan jiwa dan hati.

Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena orang yang berilmu lebih terdorong untuk mencintai Allah, merendahkan diri, dan bersifat perikemanusiaan. Sedangkan harta benda membangkitkan orang pada sifat-sifat sombong, congkak, takabur, dan angkuh.

Berkaitan dengan menuntut ilmu, saya teringat semasa di bangku sekolah dulu. Seorang ustadz menyampaikan pengajian kitab Ta’limul Muta’allim (تعليم المتعلم) membahas tentang syarat menuntut ilmu bagi seorang murid. Ada sebuah syair bagus yang sampai saat ini masih teringat dalam pikiran saya :

الا لا تنال العلم الا بستة سأنبيك عن مجموعها ببيان
ذكاء وحرص واصطباروبلغة وارشاد استاذ وطول زمان

“Ingatlah, engkau tidak akan memperoleh ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6 syarat yaitu : cerdas, semangat, sabar, biaya, memuliakan ustadz, dan waktu yang lama”.

1. Cerdas
Dalam mencari ilmu sesorang haruslah berpikir kritis  alias cerdas. Kecerdasan sangatlah dibutuhkan agar ilmu dapat diterima dengan baik dan optimal. Namun bukan berarti orang yang cerdas tidak wajib menuntut ilmu. Kecerdasan seseorang bisa diasah jika ia punya kemauan dan ketekunan.

2. Semangat
Seorang murid seyogyanya bersungguh-sungguh, optimis, memiliki semangat dalam belajar. Karena rasa optimisme inilah ada suatu keinginan yang kuat dalam dirinya untuk mencapai ilmu yang ia inginkan.

3. Sabar
Butuh kesabaran bagi seseorang yang menuntut ilmu. Ilmu tidak dapat diperoleh secara langsung ke otak, semua tergantung otak dalam menyerap ilmu yang dipelajarinya. Menuntut ilmu tidak bisa sebulan dua bulan, tapi perlu waktu yang lama untuk mendapatkannya.

4. Biaya
Finansial merupakan faktor dasar dalam pendidikan saat ini. Untuk memasuki sekolahan, pesantren, kampus maupun yang lainnya sangatlah membutuhkan biaya yang bahkan tidak kecil nominalnya. Tidak dipungkiri lagi, biaya pendidikan saat ini cukuplah mahal sehingga menuntut  ilmu itu perlu biaya yang tidak sedikit pula.

5. Memuliakan Ustadz atau Guru
Ta’dzim atau menghormati ustadz  atau kepada guru sangatlah penting karena melalui perantara beliaulah seorang murid bisa memperoleh ilmu. Berkah dan ridho seorang guru percaya atau tidak, itu juga mempengaruhi kemanfaatan ilmu bagi sang pencarinya. Berbuat baiklah kepada guru-guru kita.

6. Waktu yang Lama
Memang membutuhkan waktu yang lama bahkan tidak ada batas dalam mencari ilmu. Bahkan sering kita dengar kata-kata mutiara “Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat” yang mengisyaratkan bahwa menuntut ilmu itu selamanya. Selama kita hidup ilmu masih akan kita perlukan.

Semoga bermanfaat.

Sumber: Muroi elBarezy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s