Sebelum Umrah, Kenali Dulu Tata Caranya

Umrah bisa disebut sebagai wisata spiritual ke Tanah Suci dengan melakukan beberapa kegiatan. Agar umrah lancar, kenali dahulu beberapa tata cara yang harus dilakukan selama umrah.

Berkunjung ke Tanah Suci Makkah adalah impian setiap Muslim. Melihat sendiri bentuk Ka’bah dan menapaki kisah-kisah nabi jadi perjalanan yang penuh arti. Belum lagi merasakan sensasi menyentuh Masjidil Haram, sungguh akan membuat terharu. Umrah adalah perjalanan menguntungkan karena Anda bisa traveling sambil ibadah.

“Umrah bisa dibilang sebagai wisata religi karena mereka tidak sekadar berkunjung ke Tanah Suci tapi juga beribadah,” ucap Ketua MUI Jawa Barat, Miftah Faridl kala berbincang dengan detikTravel, Selasa (24/7/2012).

Tak ada waktu khusus untuk umrah karena bisa dilakukan setiap saat. Selama Anda sudah mendapat visa, maka sudah bisa berangkat ke Tanah Suci, demikian ujar Ustadz Miftah. Namun ada waktu terbaik untuk umrah yaitu saat bulan Ramadan. Ustadz Miftah mengatakan, umrah saat bulan Ramadan memiliki pahala yang sama besar seperti saat melakukan ibadah Haji.

Kata Ustadz Miftah, umrah terdiri dari tawaf, sa’i dan tahalul. Untuk menjalani umrah, hal pertama yang harus dilakukan adalah miqat. Miqat adalah tempat memakai ihram dan juga tempat berniat umrah. Saat miqat, pria harus sudah memakai pakaian khusus untuk umrah dan haji yang bernama ihram. Pria sudah tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki, tidak memakai pakaian yang dijahit dan tanpa penutup kepala. Wanita sudah harus menutup aurat dan hanya boleh menampakkan telapak tangan dan wajah.

Miqat bisa dilakukan di Madinah yaitu Masjid Bir Ali atau di Makkah dan Jeddah mulai dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, ujar Ustadz Miftah. Selesai miqat, Anda langsung menuju Masjidil Haram dan melalukan salat tahiyatul masjid sebanyak 2 rakaat. Setelah salat, Anda bisa tawaf yaitu berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali.

Selesai tawaf, Anda bisa salat di Hijr Ismail, kawasan setengah lingkaran di depan Ka’bah. Saat salat di sana, pahala yang didapat akan sama seperti salat di dalam Ka’bah. Sa’i atau lari-lari di antara dua bukit menjadi kegiatan selanjutnya. Anda akan berjalan atau berlari kecil dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali.

Di putaran terakhir, Anda akan melakukan tahalul atau memotong rambut, ujar Ustadz Miftah. Anda akan memotong rambut di Bukit Marwah. Ada banyak tong sampah yang menjadi tempat pembuangan rambut di sana. Sebaiknya, Anda membawa gunting agar bisa langsung memotong rambut tanpa harus bingung meminjam gunting kepada orang lain.

Sumber: detikTravel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s