Faktor-Faktor Turunnya Pertolongan Allah

Sebagaimana.yang saya paparkan di primary blog saya hari ini, bahwa ahad 20 Januari lalu saya.menghadiri TRP (Ta’lim Rutin Partai) yang diadakan oleh Partai Keadilan Sejahtera. Acara berlangsung di Masjid Mujahidin, dengan pemateri Ustadz Didik yang di antaranya beliau sampaikan mengenai faktor-faktor turunnya pertolongan dari Allah.

1. Iman.

Tangga untuk meningkatkan keimanan kita adalah ilmu. Tidak bisa iman kita bertambah jika ilmu tidak meningkat. Nilai keimanan harus senantiasa dikokohkan dan diprogram dengan cara terus mengkaji. Orang-orang yang rajin datang ke majelis ilmu akan diliputi dengan ketenangan, rahmat dari Allah, ampunan Allah, serta dinaungi oleh malaikat. Meskipun saat ini era teknologi memungkinkan kita untuk menuntut ilmu lewat browsing internet, lewat TV maupun radio, tholabul ilmi yang paling berkah tetaplah majelis ilmu (tatap muka).

2. Kepemimpinan yang diteladani dari sisi Baginda Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wassalam.

Ada beberapa macam golongan manusia, di antaranya:

– Manusia berharta dan berilmu, yang adalah sebaik-baiknya hamba Allah. Dengan harta dan ilmunya, ia dedikasikan dirinya untuk kepentingan Allah semata.

– Manusia berilmu tapi tak berharta. Manusia seperti ini juga sangat baik di mata Allah. Walaupun ia tidak berharta, namun dengan ilmu yang ia miliki, ia hidupkan dan tunaikan perintah Allah, ia sebarkan ilmu yang ia miliki kepada orang lain.

– Manusia berharta tapi tak berilmu. Harta yang dimiliki oleh orang yang tidak berilmu malah akan menghancurkan dan menjerumuskannya.

– Manusia tak berharta juga tak berilmu. Inilah seburuk-buruk golongan manusia.

Maka, dari 4 golongan manusia di atas, kita sebagai khalifah di muka bumi ini harus membekali diri dengan ilmu sebelum kita memimpin. Pada dasarnya, setiap kita yang telah bersyahadat memiliki kewajiban yang sama sebagai khalifatul fil ‘ardh. Setiap kita memiliki tanggung jawab, hanya saja porsinya berbeda-beda.

1 hal yang harus kita ketahui adalah, selama orbit kita adalah para ulama, maka Insya Allah umat berada dalam kebaikan.

3. Tanggung jawab

Setiap orang yang mau berjuang, pastilah memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Mengenai tanggung jawab, kita bisa mengacu pada AlQur’an surah Az Zukhruf: 43.

Dalam dakwah, tetap akan ada orang-orang yang gugur dan yang bertahan. Jalan dakwah yang berkelok, penuh duri, banyak cobaan, menyebabkan sebagian orang menjadi lelah, hilang semangat, bahkan muncul sikap kikir untuk berjuang. Padahal, ketika manusia bersikap kikir, kekikirannya tak lain hanyalah untuk dirinya sendiri karena Allah Maha Kaya. Penjrlasan tentang hal ini bisa kita baca pada QS Muhammad ayat 38.

Maka dari itu, rajin-rajinlah meminta kepada Allah agar posisi kita di jalan dakwah tidak digantikan dengan orang lain agar kelak bisa berkumpul bersama Baginda Rasulullah, para sahabat, tabi’in, dan.orang-orang sholeh di jannahNya.

4. AlQur’an.

Dalam QS Al Anbiya ayat 10 Allah telah mengisyaratkan agar kita memahami kitab yang mulia ini. Terhadap AlQur’an, sebagai khalifah di muka bumi, hendaklah kita rajin berinteraksi dengannya:

– Tilawah, paling tidak 1juz/hari.
– Tadabbur.
– Ta’amul. Mengamalkan AlQur’an dalam hidup sehari-hari.
– Berdakwah. Sebaik-baiknya manusia adalah yang belajar AlQur’an dan mengajarkannya.

Wallahualam bishowwab.

Demikianlah beberapa poin tentang faktor-faktor turunnya pertolongan Allah yang disampaikan oleh Ustadz Didik pada TRP Ahad 20 Januari 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s