Kultwit Ustadz Fauzil Adhim @kupinang tentang Ikhlas

1. Apakah perkara paling sulit yang harus kita upayakan? Ikhlas & sabar. Masalah ikhlas senantiasa menempati bagian awal kitab-kitab hadist.

2. Ia bukan soal kendali pikiran “jika engkau menganggapnya mudah, maka mudah untuk ikhlas & sabar”. Ia memerlukan perjuangan amat serius. 
 
3. Sungguh, berhati-hatilah jika engkau menganggapnya demikian. Bukankah para salafush-shalih senantiasa mengkhawatiri keikhlasannya? 
 
4. Bukankah bersebab merasa ikhlas seorang mujahid yg mati saat brperang terjatuh ke neraka? Ia merasa ikhlas, padahal ia tidak memilikinya. 
 
5. Ia datang menghadap kepada Allah Ta’ala dg sepenuh keyakinan bahwa surga menjadi haknya, tp Allah Ta’ala katakan, “Kadzabta! Dusta Kamu!” 
 
6. Jika engkau kehilangan barang tak berguna & tak ada penyesalan yg engkau rasakan, maka itu bukanlah ikhlas krn ia memang tidak berharga. 
 
7. Khawatiri juga olehmu jika merasa telah beramal scr ikhlas, padahal yg engkau ulurkan hanya uang receh tak brguna. Jatuh tak engkau cari. 
 
8. Maka apakah engkau merasa bahwa ikhlas merupakan prkara remeh yg bisa engkau kendalikan scr mudah dg pikiranmu? Adakah kita lebih shalih? 
 
9. Mari kita renungkan sejenak perkataan Sufyan Ats-Tsauri, 
“كل شئ أظهرته من عملي فلا أعده شيئاً ؛ لعجز أمثالنا عن الإخلاص إذا رآه الناس” 
 
10. “Semua amalan yg aku tampakkn tdk pernah kuanggap, krn SULITNYA IKHLAS bg org-org sprti kita, ktk amal yg kita lakukan dilihat manusia.” 
 
11. Teringat penjelasan Al ‘Izz bin Abdis Salam ttg ikhlas, “Ikhlas ialah seorang mukallaf melaksanakan ketaatan semata-mata karena Allah. -> 12. -> Dia tidak berharap pengagungan dan penghormatan manusia, dan tidak pula berharap manfaat dan menolak bahaya”  13. Teringat nasehat salafush-shalih , “أعز شيئ في الدنيا الإخلاص ، وكم أجتهد في إسقاط الرياء عن قلبي ، وكأنه ينبت فيه على لون آخر”

 

14. “Prkara paling berat di dunia ini adlh ikhlas, brkali-kali aku berusaha gugurkn riya dr hatiku, tp seolah dia tumbuh lg dlm bentuk lain.

 
15. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengingatkan
, “اَلْيَقِيْنُ اْلإِيْمَانُ كُلُّهُ وَالصَّبْرُ نِصْفُ اْلإِيْمَانِ”

 
 

16. Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengingatkan, “Yakin adalah iman secara keseluruhan, dan sabar adalah sebagian dari iman.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s