Larangan Memotong Kuku dan Rambut bagi yang Hendak Berqurban

#Larangan memotong kuku, rambut,merapikan kumis, ataupun mencabut bulu2 seluruh anggota badan #

Tanggal 1 Dzulhijah jatuh pada hari Rabu 17 Oktober 2012. Hari Raya Idul Adha jatuh pada hari Jum’at, 26 Oktober 2012.. 

Sahabatku.. Bagi yang niat hendak berkorban dilarang untuk memotong kuku, rambut, merapikan kumis, ataupun mencabut bulu2 seluruh anggota badan kita. Jika hendak memotong kuku, rambut,merapikan kumis, ataupun mencabut bulu2 seluruh anggota badan sebaiknya dilakukan sebelum maghrib (sebelum 1 Dzulhijjah).

Adapun dalil larangan tersebut sebagai berikut :

Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

‫‫​إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

‬‬“Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah (maksudnya telah memasuki satu Dzulhijah) dan kalian ingin berqurban, maka hendaklah shohibul qurban membiarkan (artinya tidak memotong) rambut dan kukunya.” [ HR. Muslim no. 1977] 

Dalam lafazh lainnya,

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” [ HR. Muslim no. 1977] 

Maka hadits ini menunjukkan terlarangnya memotong rambut dan kuku bagi orang yang ingin berqurban.

Sebagai catatan :  Setelah memasuki 10 hari awal bulan Dzulhijah bolehnya memotong kuku, rambut,merapikan kumis, ataupun mencabut bulu2 seluruh anggota badan setelah dilakukannya penyembelihan hewan kurban miliknya. 

Adapun anggota keluarga yang diikutkan dalam pahala qurban, baik sudah dewasa atau belum, maka mereka tidak terlarang memotong kuku dan rambut. Meraka (selain yang berniat qurban) dihukumi sebagaimana hukum asal yaitu boleh memotong kuku dan rambut.

Oleh: Yuko Yasiruddin bin Siswanto

Hikmah Larangan

Menurut ulama Syafi’iyah, hikmah larangan di sini adalah agar rambut dan kuku tadi tetap ada hingga qurban disembelih, supaya makin banyak dari anggota tubuh ini terbebas dari api neraka.

Ada pula ulama yang mengatakan bahwa hikmah dari larangan ini adalah agar tasyabbuh (menyerupai) orang yang muhrim (berihrom). Namun hikmah yang satu ini dianggap kurang tepat menurut ulama Syafi’iyah karena orang yang berqurban beda dengan yang muhrim. Orang berqurban masih boleh mendekati istrinya dan masih diperbolehkan menggunakan harum-haruman, pakaian berjahit dan selain itu, berbeda halnya orang yang muhrim.

Wallahu’alam bisshowwab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s