Belajar Bahasa Arab: Barokallahufik, bukan Barokillah

Al-lugahtul ‘arabiyah.. Lughatul Jannah..

Al-lughatul ‘arabiyah.. Lughatul Ummatil Islam..

Al-lughatul ‘arabiyah.. Lughatul Ishmah Muhsonah *piss :)>-*

Yup, bahasa arab, bahasakuterlopeh…. Betapapun saya pengen.pengen.pengen banget bisa fasih dalam berdialog dengan menggunakan bahasa arab…. Sekalipun Cuma ana-anti, saya udah bersyukuuuuuuuuur banget! Tapi sulit sekali loh, bagi saya.. sumfa, ana zuzur.. mau ngomong “ana”kok rasanya kagok banget ye? Kalo dalam sms, chatting, dan tulisan2 si masih mending😀. tapi, agak sedikit mudah kalo yang saya pake itu, ane-ente,, ya karena udah biasa aja gitu, ngedenger kakak2 di Mp, Fs, YM lamun nyarios suka pada makeane-ente. Tapi saya teh ndak mau tanggung2…. Emang ane-ente tuh, asal-usulnya kayak mana sih?*dung2*(dia gak seperti surah adh-dhuha kan, yang akhir2 ayatnya bisa diganti pake huruf “e” like.. wadhdhuhee.. wallayli idzaa sajee..*qiro’ah sab’ah* gak begitu kan?) hanya plesetan aja mungkin ya? Lalu, salah gak ya kalo saya bicara menggunakan ane-ente? Ndak toh? Ya kalo ndak saya pengen😀..

Saya mulai jatuh cinta pada bahasa arab, baru pas kelas 1 atau 2 smp…. Ketika itu, banyak kosa kata indah yang saya dapat dari guru saya…. banyak juga teori2 yang kadang bikin saya pengen jungkir balik saking bingungnya. Namun teori2 itu juga yang bisa bikin saya mikir kritis terhadap kosa kata bahasa arab baru yang saya dapat…. Misalnya, “La Tahzan” yang saya tau, artinya La Tahzan itu, Cuma “Jangan Bersedih” aja…. Tapi sebelum saya kenal kata itu, saya sudah lebih dulu kenal al-ma’tsurat dan sering membacanya. Dan saya Alhamdulillah secara tidak sengaja telah menghafalnya, suatu say saya mencoba untuk tetap membuka ma’tsurat walau sudah hafal, namun untuk melihat artinya. Sampailah pada do’a “Allahumma inni a’uudzubika minal hammi wal hazn” ada kata hazn tuh di situ, dan artinya sedih. Pikiran saya langsung terbang ke mana2…. Saya langsung mikir; berarti bisa jadi kata dasarnya “tahzan” itu, “hazana” ya? Yang artinya “sedih” berarti kalau “tahzan” “kamu bersedih”? kalau “aku bersedih” “ahzan” dong? Ya begitulah pikiran saya belakangan, saya emang udah confirm si, ke kakak mentor saya, tapi belom ke guru bahasa arab saya pas waktu smp😀, karena saya biasanya confirm kalo gak ke beliau, ke guru bahasa arab saya yang ikhwan, ke kakak saya, ke kakak ipar, dan ke kakak2 yang ada di Mp🙂.

Kira2 benar ndak ya begitu?

Seperti ketika saya tau dari ayah saya, kalo ada yang sakit itu, ucapkan “syafakillah” untuk isma(akhwat), dan “syafakallah” untuk ayah(ikhwan)…. Saya fahim,.

Tapi saya belum bisa menerka secara tepat, bahwa kata “ini” atau kata “itu” juga bersifat seperti itu. Seperti suatu hari, kakak kelas saya mengucapkan selamat ke kawan saya yang akhwat dengan mengucapkan “barakillah” saya kaget, Karena “barakallah” itu juga kosa kata yang baru2 aja saya dapet, emang bersifat seperti “syafakallah” ya?!?!? kok kedengaran agak janggal… saya merasa ia salah, namun saya gak fahim juga, karena saya emang gak tau😛

Bagaimana dengan kata “barakallahu fiikum”??? pokoknya saya bener2 bingung dah! Yang sampai akhirnya, semua itu terjawab..(dari guru bahasa arab saya yang ikhwan, pak didin, itu saya dapatkan ketika saya kelas 9, dan dari kakak ipar saya yang baru saja tadi sore saya dapatkan jawabannya menyempurnakan dan memperkuat jawaban pak didin) “barakallah” ituberasal dari kata “Baraka” terang “ka” di sana gak bisa di otak-atik jadi “ki, or kum” dan “ka” bukan bermaksud untuk ikhwan, tapi emang itu kata dasarnya😀 kalau mau, di tambahkan “Barakallahu laka/ki, kum, Barakallahu fiika/ki, kum, atau Barakallahu’alayka/ki, kum”…. Tergantung pada siapa kita akan memberi ucapan tersebut….

Ah………………………… indahnya!!!!!!!!

Tangan dan otak saya udah capek duluan untuk ngetik dan memutar pikiran supaya bisa mendapatkan kata2 yang pas untuk mendeskripsikan “cintaku pada bahasa arab” ini…. Sulit banget ye?*dung2*

Itu hanya beberapa dari segala kebingungan yang saya dapati dalam memahami kata bahasa arab..

Saya cinta bahasa arab….

Saya pengen adek2 saya juga bisa mewujudkan mimpi saya, seperti belajar di mesir, bisa menguasai bahasa arab, inggris, perancis, bahasa sunda juga bahasa palu, dan bisa menjadi seorang hafidz, fillah🙂

Makanya afwan ya ikhwati, kalo saya kadang suka banyak tanya….

Moga selalu diberi kesabaran, “Ishbiru, huwa aqrabu littaqwa”😀

Ya Rabb…. Sangat ingin aku berdialog denganmu, dengan menggunakan bahasaMu ini ya Allah, bahasa indahMu, yang sedang kuusahakan kuasai:)

Ridhai kami, Allah….

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin

Sumber: Uhibbu Al Lughatul Arabiyah

One thought on “Belajar Bahasa Arab: Barokallahufik, bukan Barokillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s