Rahasia Sunnah – Hadits Laa Taghdob

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya salah seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam:

ﺃﻭﺻﻨﻰ ﻗﺎﻝ : ﻻ ﺗﻐﻀﺐ ﻓﺮﺩﺩ ﻣﺮﺍﺭﺍً ﻗﺎﻝﻻ
ﺗﻐﻀﺐ .ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ

“Berilah wasiat kepadaku” Nabi bersabda:’Jangan marah.’
Maka beliau mengulang berkali-kali: ‘Jangan marah.'” (HR. al-Bukhari rahimahullah)

Terbukti secara ilmiah bahwa kemarahan sebagai salah satu bentuk emosi kejiwaan, memiliki pengaruh yang besar pada jantung orang yang marah. Dan reaksi dari kemarahan itu membuat jumlah detak jantung meningkat berkali lipat dalam satu menit. Maka dengan hal itu meningkatlah jumlah darah yang dipompa oleh jantung atau yang keluar dari jantung menuju pembuluh- pembuluh darah. Dengan demikian semakin terbebani karena dia dipaksa untuk meningkatkan pekerjaannya melebihi batasan yang telah menjadi kebiasaannya, atau pada kondisi kondisi tertentu.

Hanya saja pembebanan terhadap kerja jantung yang disebabkan karena lari tidak
akan berlangsung lama, karena seseorang bisa menghentikan larinya kalau dia mau, adapun pembebanan jantung yang disebabkan karena marah, maka seseorang tidak mampu mengontrol dirinya apabila sedang marah, lebih-lebih kalau dia sudah terbiasa marah dan sifat tersebut sudah bercokol kokoh dalam dirinya.

Dan telah terbukti bahwa orang-orang yang terbiasa marah, dia akan terkena tekanan darah tinggi dan neraca darah yang dibutuhkan naik melebihi kebutuhan normal, yang mana jantungnya dipaksa untuk memompa darah yang lebih banyak melebihi kebutuhan, sebagaimana urat nadi yang sangat halus akan mengeras dinding-dindingnya, dan hilang fleksibilitasnya dan kemampuannya untuk melebar supaya mampu untuk memudahkan mengalirnya darah dalam jumlah besar tersebut yang
keluar dari jantungnya orang yang emosi.

Oleh karena itu, ketika seseorang marah tekanan darahnya akan naik, ini berbeda dengan dampak psikologi dan sosial yang ditimbulkan karena kemarahan dalam hubungan antar manusia dan yang terpisah dari ikatan-ikatan antar manusia.

Dan yang penting untuk disebutkan
di sini adalah bahwa para ilmuwan dahulu meyakini bahwa kemarahan yang jelas/terang-terangan tidak berbahaya, dan hanya kemarahan yang terpendam saja
yang berpotensi menimbulkan banyak penyakit.

Akan tetapi penelitian Amerika menyuguhkan penafsiran baru tentang dampak kedua jenis kemarahan ini, yang kesimpulannya bahwa terpendam atau tidak sebuah kemarahan tetap akan mendatangkan bahaya bagi kesehatan, walaupun berbeda tingkatannya.

Adapaun dalam keadaan marah yang terpendam apabila dilakukan berulang-ulang maka kemungkinan akan menimbulkan tekanan darah tinggi, dan terkadang bisa menyebabkan kanker. Adapun kemarahan yang terang-terangan dan diulang-ulang, maka hal itu mungkin akan membahayakan pembuluh-pembuluh darah jantung, dan penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan jantung.

Wallahu Ta’ala A’lam.

(Sumber: ” ﺍﻹﻋﺠﺎﺯ ﺍﻟﻌﻠﻤﻰ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ
ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﺍﻟﻨﺒﻮﻳﺔ ” dengan terjemahan secara ringkas oleh Abu Yusuf Sujono)

Disalin dari: alsofwah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s