Bagaimanakah jika Seseorang Berdo’a dengan Selain Bahasa Arab?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya tentang hukum berdo’a dalam sholat dengan menggunakan bahasa selain bahasa Arab. Beliau menjelaskan, adapun berdo’a secara umum (do’a di luar sholat), maka boleh dengan bahasa apapun selain bahasa Arab, terlebih lagi jika orang tersebut menjadi lebih tahu dan mantap dengan do’a yang dia panjatkan. Karena sesungguhnya Allah ta’ala Maha Mengetahui maksud dan keinginan orang yang berdo’a kepada-Nya. (Majmu’ Al Fatawa 22/488-489)

Akan tetapi, tidak diragukan lagi bahwa berdo’a dengan do’a yang disyari’atkan, sebagaimana tercantum dalam Al Quran dan As Sunnah adalah lebih utama. Lafadz-lafadz do’a yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam adalah lafadz do’a yang paling utama. Oleh karena itu, hendaklah seorang muslim senatiasa berusaha untuk berdo’a dengan do’a-do’a yang disyariatkan, yaitu do’a yang terdapat dalam Al Quran dan As Sunnah. (Majmu’ Al Fatawa, 1/346-348).

Dikirim via Blackberry Messenger Oleh: Yuko Siswanto | @yukosiswanto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s