Terpaksa Makan Daging Manusia

Tanggal 13 oktober 1972 sebuah pesawat terbang yang membawa satu regu American football (Rugby) Uruguay yang akan bertanding di Chile jatuh di pegunungan Andes. Beberapa orang yang selamat berusaha untuk mempertahankan hidup di tengah dinginnya salju pegunungan yang demikian menggigit dan kelaparan karena kehabisan makanan. Demi untuk tetap hidup, mereka pun terpaksa makan daging teman-temannya yang telah mati. Dengan hati hancur dan air mata berlinang mereka mengunyah daging teman satu tim yang selama ini telah berjuang bersama dalam suka dan duka.

Hari ini tidak sedikit dari kita yang makan daging saudaranya sendiri sambil tertawa, bukan dengan alasan untuk menyambung hidup sebagaimana cerita di atas, tetapi karena sekedar basa-basi atau ikut-ikutan atau kedengkian atau sebuah senda gurau.

Ketika seseorang berghibah atau bergunjing sebenarnya ia sedang mengunyah daging saudaranya sendiri, sadar atau tidak sadar.

“…dan janganlah saling bergunjing satu sama lain. Apakah seorang diantara kamu yang suka makan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik…” (QS.49:12)

Mulut adalah corong bagi hati. Kualitas jiwa seseorang tersingkap dari kata-katanya. Tidak sedikit orang menjadi hina di dunia karena kata-kata, dan bakal banyak orang yang akan celaka di akhirat nanti, juga karena kata-kata. Di antara penyakit lisan yang sangat berbahaya adalah ghibah (bergunjing).

Bergunjing atau ghibah, hukumnya haram dan termasuk dosa besar (al-kabâir) berdasarkan Al-Quran, al-Sunnah dan Ijma’ kaum muslimin. Banyak berghibah adalah tanda lemahnya iman, mendatangkan dosa besar, kurangnya pengendalian diri, buruknya isi hati dan bakal bangkrut di akhirat nanti.

DALIL TERCELANYA GHIBAH (BERGUNJING)

1. Ghibah/bergunjing hukumnya haram Allah Ta’ala berfirman,

“…dan janganlah saling bergunjing satu sama lain. Apakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS.49:12)
Ghibah diharamkan oleh Allah swt, bahkan disamakan dengan memakan bangkai manusia. Pelakunya berdosa besar dan dimurkai Allah swt.

2. Mencederai kehormatan orang lain Nabi saw bersabda,

“Setiap muslim bagi muslim yang lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR.Muslim dari Abu Hurairah ra)

Ghibah memang tidak menumpahkan darah atau mencuri harta, akan tetapi mencederai kehormatan seorang muslim, karena itu diharamkan. Pelakunya telah zalim terhadap sesama muslim.

3. Ghibah/bergunjing dapat membuat pahala seseorang berpindah kepada orang lain yang ia gunjingkan Rasulullah saw bertanya,

“Tahukah kalian siapakan orang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab,” Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan tidak punya harta sama sekali.” Bersabda Beliau saw,” Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari Kiamat nanti dengan membawa shalat, puasa dan zakat. Tetapi ia pun datang dengan membawa dosa mencaci si anu, menuduh si anu, makan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Akibatnya, diambillah kebaikan-kebaikan yang sudah ia lakukan dan diberikan kepada mereka yang ia zalimi. Jika kebaikannya sudah habis padahal belum selesai pembayaran kepada mereka maka dosa-dosa mereka lah yang akan dicampakkan kepadanya lalu ia pun kemudian dilemparkan ke neraka.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra).
Ghibah adalah salah satu penyebab kebangkrutan. Banyak berghibah di dunia adalah salah satu ciri orang yang akan bangkrut di akhirat nanti. Shalat kita tidak banyak dan kita lakukan dengan susah payah. Jika kita perhatikan shalat-shalat yang kita lakukan kita akan sampai pada kesimpulan, shalat kita tidak khusu’, sangat cepat, banyak dilakukan di akhir waktu.

Shalat seperti ini tentulah pahalanya tidak terlalu besar. Sedangkan gunjingan yang kita lakukan berpuluh-puluh kali dalam satu hari, dan rutin setiap hari. Dapat kita bayangkan betapa bahaya besar sedang menanti kita di akhirat nanti bila kebiasaan bergunjing tidak segera kita hentikan.

4. Kebiasaan Ghibah/bergunjing adalah salah satu tanda tidak sempurnanya iman Nabi saw bersabda,

“Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai kebaikan untuk saudaranya seperti ia mencintai untuk dirinya sendiri.” (HR.Bukhari dan Muslim dari Anas ra).

Beliau saw juga bersabda,” Seorang Muslim adalah ia yang seluruh kaum muslim bebas dari gangguan lidah dan tangannya.” (HR. Muslim dari Jabir ra)

Berghibah adalah tanda tidak sempurna iman. Betapa tidak, bukankah kita merasa tidak senang jika aib kita dibicarakan orang lain. Orang lain tidak berbeda dengan kita, pasti akan merasa tersakiti jika berbagai kekurangannya digunjingkan di belakangnya. Apa yang kita tidak sukai orang lain lakukan terhadap kita maka jangan kita lakukan terhadap orang lain.

DEFINISI GHIBAH (BERGUNJINGAN)

Nabi saw bersabda,” Tahukah kalian apakah ghibah/bergunjing itu?” Para sahabat menjawab,” Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi saw bersabda,” Ghibah/bergunjing adalah kalian menyebutkan tentang saudaramu apa-apa yang tidak ia sukai.” Ditanyakan lagi kepada Beliau saw,” Bagaimana jika apa yang saya katakan itu memang kenyataan yang ada pada diri saudaraku itu?” Nabi saw menjawab,” Jika apa yang engkau katakan itu ada pada dirinya, justru engkau telah menggunjingkannya dan jika ternyata tidak ada pada dirinya maka sungguh engkau telah menyebutkan kedustaan tentang dirinya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ra )

Jadi, ghibah adalah kita membicarakan kekurangan saudara kita tanpa ia ketahui dan jika ia mendengar hatinya akan sakit. al-Imam al-Ghazali menyatakan ghibah tidak harus menggunakan mulut, tetapi bisa juga dengan isyarat tangan, anggukan, picingan mata, tulisan dan gerakan tubuh.

BAHAN-BAHAN GHIBAH / PERGUNJINGAN

Beberapa hal yang dapat dijadikan bahan ghibah yaitu menyebutkan aib saudara kita menyangkut:

1. Tubuh: pincang, terlalu pendek, terlalu tinggi, kulit hitam, hidung pesek,dll.

2. Nasab: keturunan cina, keturunan rakyat jelata, dll.

3. Akhlaq: bakhil, sombong, pemarah, penakut, ngawur dll.

4. Agama: suka menyepelekan shalat, tidak bisa ruku’ dan sujud dengan baik, tidak baik pada orang tua, dll.

5. Harta: pakaian jelek, rumah berantakan, mobil ketinggalan jaman dll.

OBAT AGAR TIDAK BERGHIBAH / BERGUNJING

1. menyadari berghibah/bergunjing mendatangkan dosa besar dan mengundang murka Allah

2. menyadari ghibah/gunjingan dapat memindahkan pahala kita kepada orang yang dighibahi atau memindahkan dosa orang itu kepada kita

3. empati, yaitu jika kita merasa sakit hati kalau digunjingkan maka jangan menggunjingkan orang lain

4. menyadari aib kita sendiri demikian banyak dan perlu dibenahi, mengapa harus sibuk dengan membicarakan aib orang lain

5. menyadari bahwa ghibah tanda tidak sempurna iman dan alamat celaka di hari kiamat Kita dengan teliti telah menghitung dzikir-dzikir yang keluar dari lisan kita, tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x setiap habis shalat. Ada hal yang tidak kalah pentingnya yaitu menghitung berapa banyak kata-kata kotor, cacian, kebohongan dan ghibah yang meluncur dari mulut kita.

Ghibah memang ringan untuk diucapkan tetapi berat dalam pertanggungjawaban.

Sumber: Spiritual Sharing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s