Sangat penting bagi yang mampu :p

It's not about the writing, it's about the feelings behind the words.

Menurut saya, perlu.

Maklum, dalam tradisi di Indonesia, yang menyelenggarakan pernikahan umumnya adalah keluarga dari pihak perempuan. Jarang sekali calon pasangan diberi otonomi untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan pernikahan mereka sendiri. Ada yang tahu beres, ada juga yang lintang pukang, jumpalitan ngerjain sendiri, tapi tetap berdasarkan panduan yang diberikan keluarga besar.

Dalam kasus saya dulu, motivasinya adalah ingin… narsis (´∇ノ`*)ノ

Ngga, kok. Just kidding. Seperti yang saya bilang di awal, perhelatan akad nikah dan resepsinya adalah milik keluarga besar, terutama dari orang tua saya. Ikut aja, deh. Berhubung saya orangnya juga tipe yang ngga mau pusing. Tapi kalau cuma diam-diam aja, kok, sepertinya tidak sedang hendak menyambut sesuatu yang istimewa? Makanya ketika (calon) suami saya mengusulkan pembuatan situs pernikahan, saya langsung setuju. Tujuannya, untuk mengabari pernikahan kami kepada teman-teman yang sudah tersebar kemana-mana.

Saya berkuliah di Jogja, dia di Bandung. Teman-teman kami pun umumnya menetap di pulau Jawa. Mengharapkan mereka bela-belain keluar…

View original post 650 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s