Istilah-Istilah yang menggunakan Kupu-kupu

Hellloooow… Belum pada bosan kan dengan kupu-kupu? Hehehe. Semoga ga eneg ya disuguhi hal-hal yang berhubungan dengan kupukupu. Hari ini, saya ingin bahas beberapa istilah, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, yang menggunakan kata ‘kupukupu’ dan ‘butterfly’. Barangkali sebagian istilah yang akan saya bahas ini sudah teman-teman kenal, tapi mungkin saja masih ada beberapa yang baru kali ini dijumpai. 

Yuk, kita bahas satu per satu istilah-istilah yang berhasil saya kumpulkan dari berbagai sumber.

1. Social Butterfly.

Mengenai social butterfly, sudah pernah saya bahas loh di blog ini. Terminologi ‘Social Butterfly’ biasanya diterapkan bagi mereka yang suka lompat dari satu pesta ke pesta lain. Namun batasan ini bisa juga digunakan untuk mereka yang suka bergaul dari satu jaringan sosial online jaringan lain untuk tetap up date informasi terkini. Ingin tau apakah teman-teman sudah bisa digolongkan sebagai seorang social butterfly? Silahkan lihat ciri-cirinya di halaman ini: Social Butterfly.

2. Dasi kupukupu

Dasi kupu-kupu populer pada tahun 1890-an. Kenapa dinamai dasi kupu-kupu? Yah karena bentuknya yang memang mirip kupu-kupu kan ya? Tapi dalam Bahasa Inggris, dasi kupu-kupu bukan Butterfly Tie loh. Melainkan bowties, atau bow tie.

Edogawa Conan, Tantei

Penggemar Manga Detective Conan pasti sudah akrab dengan dasi yang satu ini. Di cerita komik detektif itu, alat pengubah suara yang digunakan Conan Edogawa dibuat berbentuk dasi kupu-kupu. Alat canggih yang bisa meniru suara orang dewasa, anak kecil, laki-laki, dan perempuan.

3. Ciuman kupukupu.

Awwww, apa-apaan ini hihihi. Saya juga barutau loooh ada jenis ciuman kupukupu segala. Rupanya beberapa kebudayaan memiliki kebiasaan aneh saat 2 orang sedang dimabuk cinta. Ciuman kupukupu ini mengadopsi cara mencium serangga, yakni dengan cara menempelkan antenanya satu sama lain ke pasangannya. Jadi, cara ciuman kupukupu adalah dengan mengedipkan bulu mata ke pipi pasangan. Sementara, mengadu bulu mata disebut “Double Butterfly”.

4. Gaya kupukupu

Istilah ini sudah tak asing lagi kita dengar dalam olahraga renang. Dalam bahasa Inggris, gaya renang kupu-kupu disebut juga dengan butterfly stroke. Mampu berenang dengan gaya kupukupu adalah sebuah prestise tinggi bagi seorang perenang, karena mempelajari gaya renang yang satu ini relatif sulit dan memerlukan waktu yang lama. Mau belajar berenang gaya kupukupu? Coba dibaca langkah-langkahnya di blog All About Swimming :)

5. Ruam kupukupu

Ruam kupukupu atau butterfly rash adalah salah satu gejala umum dari penyakit lupus. Jika di wajah teman-teman muncul ruam merah yang berbentuk seperti kupukupu, segera periksakan diri ke dokter karena barangkali terkena gejala penyakit lupus.

6. Butterfly effect

Ini bukan judul film yang dibintang Ashton Kutcher itu. Butterfly effect, atau efek kupukupu adalah istilah untuk theory chaos, sebuah pemikiran Edward Lorenz bahwa kepakan sayap kupukupu di hutan Brazil sanggup menghasilkan tornado.

7. Butterfly in My Stomach, atau Butterfly in My Tummy.

Sebuah idiom dalam Bahasa Inggris yang biasanya dipakai untuk mengekspresikan rasa nervous atau grogi. Penyebab grogi bisa bermacammacam. Mulai dari rasa senang berlebih *mau ketemu someone special barangkali?*, atau mau tampil presentasi, macam-macam deh penyebab kupu-kupu di perut ini. Duh, ga enak ya kalo diterjemahkan ke Bahasa Indonesia hihihi.

8. Gaudy as a butterfly.

Idiom Bahasa Inggris juga. Gaudy as a butterfly bermakna: fancy, colorful, atau berwarna. Your blouse is so gaudy as a butterfly. Begitu contoh kalimatnya😀

Segitu dulu deh. Merasa masih ada yang kurang? Ya, kupukupu malam tidak saya masukkan dalam daftar istilah kupukupu versi saya. Istilah tersebut saya anggap telah menjadikan eufimisme sebagai dalih untuk melegalisasi perbuatan yang sudah jelas-jelas dilarang oleh agama. Penjelasan komplitnya bisa dibaca di halaman wordpress saya: pelacur tidak sama dengan kupukupu.

Ada juga istilah yang muncul di kalangan anak-anak kampus, yaitu Mahasiswa Kupukupu alias kuliah-pulang kuliah-pulang. Hehehe. Bisa diartikan secara harfiah, bisa juga lebih mendalam. Kalau saya mengartikan mahasiswa kupu-kupu sebagai mahasiswa yang tak nimbrung di organisasi manapun selama di kampus. Jadi, setelah kuliah, ya pulang, atau keluyuran kemanamana. Sedangkan kalau mahasiswa yang aktivis *etcieeeh aktiviiiis*, selepas kuliah, ikut rapat organisasi, urus proposal ini itu, audiensi kesana kemari, intinya berorganisasi. Yaah, gitu deh. Pilihan masing-masing🙂

Oooh iya, last but not least, dari hasil gugling di suatu dini hari di bulan November 2011, saya temukan sebuah fakta bahwa nama asli butterfly adalah flutterby. Dalam Bahasa Indonesia, kupukupu. Dalam Bahasa Prancis, papillon (dibaca papiyong). Dalam Bahasa Arab, Farasha. Dalam Bahasa lainnya, langsung dicekidot saja sendiri di Butterfly Website ya hehe.

Kalo teman-teman teringat sebuah istilah yang menggunakan ‘kupukupu’, silahkan ditambahi di kolom komentar ya. Semoga bermanfaat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s