Mengepos Nafas

Pyuwh… Recently, saya capeeee’ banged aja kayaknya. Kakinya sering pegel-pegel. Lehernya suka keram-keram. Kepala pusink-pusink. *Sigh* gapapa deh. Itu pertanda saya masih normal hehe… Kalo ga normal lagi, kan yang pusink bukan kepala, tapi kaki.

Mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang harus saya buat setiap kali akan masuk kelas *karena memang begitu kan idealnya?*, lalu program semester yang tabelnya bikin pusing di awal-awal *tapi setelah itu, jadi rebutan buat dipinjem sama temen-temen hehe*, sampai koreksian yang tiap hari ga bisa berenti aja deh kayaknya. Mereka semua membuat saya semakin ingin jadi ibu rumah tangga saja.

Anyway, tulisan ini muncul karena lagi pengen menuhin isi blog aja. Cerita tentang pengalaman praktek lapangan saya bersama 9 orang temen saya yang unik, sepertinya saya bungkus di dalam memori saya sendiri aja deh ya. Kecuali nanti kalo ada hal-hal tertentu yang menurut saya, layak saya ceritakan di sini.


Uwm, seperti judulnya juga, persinggahan saya hari ini hanya sekedar numpang mengeposkan nafas saja. Nanti, saya titip dikirim ke orang-orang yang mengerti betapa nafas saya di dunia ini sebetulnya masih sangat diperlukan, untuk saya hidup di muka bumi ini, untuk melanjutkan perjalanan bersama orang-orang yang berjuang untuk kebenaran.


Pos nafas, pyuuuuwh… Lega. Makasih ya dah baca.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s