I’m intended

Masih ingad dengan resolusi saya? Kalau sudah lupa, atau mungkin ngga tau sama sekali, silahkan mampir ke sini. Di postingan saya beberapa waktu lalu juga pernah saya bahas sedikit ya tentang resolusi saya untuk tahun ini? Iya. Bisa dibaca lagi di sini.

Oke, then. Kenapa gitu saya kayaknya seneng banged mereview resolusi saya? Ya, kalau jawaban teman-teman, karena sebentar lagi sudah mau tahun depan, maka itu bukanlah jawaban yang salah. Salah satu alasan review resolusi juga memang karena sebentar lagi, saya akan membuat resolusi lagi. Entah masih dengan bunyi resolusi yang sama seperti tahun lalu, atau resolusi dengan penambahan dan perubahan bunyi pada susunan kalimat-kalimatnya.

Alasan lainnya mengapa saya cukup senang mereview postingan saya yang resolusi adalah karena saya malam ini merasa agak sedikit *lagi-lagi* berhasil mengurangi perasaan posesif saya. Well, berdasarkan artikel yang saya baca di sini, trus di sini, sedikit banyak saya mendapatkan cukup gambaran dan tambahan amunisi semangad untuk membuang jauh-jauh sifat posesif. Yeah, tentu saja dengan bantuan dari sahabatkarib saya, Dita, serta salahsatusahabatkurangwarastapibaikhati yang tak pernah bosan-bosan berusaha mengurangi sifat posesif saya ^_^.


Baiklah. Saya berkeyakinan bahwa perasaan posesif saya sekarang adalah sebuah perasaan yang mirip sekali dengan mata uang, sifatnya fluktuatif. Sampai malam ini, sejujurnya, saya belum benar-benar menemukan cara gimana supaya posesif saya berkurang secara signifikan dari hari-hari sebelumnya.


Betul, semua emang proses. Tapi proses ini sudah saya jalani sejak 2006, dan sebentar lagi 2009. Saya sama sekali ga mau 2009 nanti, saya masih sakit sendiri, tepatnya menyakiti diri sendiri, hanya gara-gara sifat posesif saya. Hmm, sementara ini, saya mengalihkan sifat posesif saya dengan cara ‘mencari orang lain’ yang bisa memenuhi apa yang tidak bisa saya dapatkan dari orang yang saya inginkan. Yeah, karena berdasarkan artikel yang saya baca itu, orang posesif punya kecenderungan untuk ingin selalu dipenuhi aja keinginannya.


Selama ini, beragam teori tentang ‘tak bisa memiliki segala sesuatu’ sudah coba saya tanamkan dalam kepala saya. Bahwa semua kembali padaNya. Iya, saya ngerti kok, saya paham. Tapi, yeah ya itu dia. Saya rupanya bisa mendapatkan apa yang tak bisa saya dapatkan dari orang yang saya inginkan, dari orang lain yang sebenernya ga terlalu saya inginkan, tapi cukup lumayanlah untuk saya jadikan ‘pengisi kebutuhan’ sembari mengurangi posesif. Hehe belibet ya postingan kali ini.


Anyway, cara saya ini *yang menurut saya malah membuat saya merasa agak sedikit kurang loyal*, paling tidak mengurangi rasa posesif saya.


Dan saya tetap perlu saran dari teman-teman, tentang bagaimana mengurangi rasa posesif.

4 thoughts on “I’m intended

  1. thekupu says:

    wah, thanks a lot ya kak dah sharing tulisan di blog ESA😀

    EHEHE… for a while, resolusinya masih terasa abstrak. Yang konkrit konkrit disimpen dulu di kepala, diomongin sama ‘diayangperlutau’ ajah :s

    berat badan juga mau diubah siy kak sebenernya. tapi terlalu berlebihan kalo ditaroh sebagai resolusi :f

    well, then. thanks a lot anyway🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s