Reshuffle

Setelah terjadi pembatalan rapat pleno beberapa kali, akhirnya terlaksana juga rapat penting itu, dan terjadi reshuffle pada kepengurusan.

Sejak pagi sebelum rapat, saya sudah merasa ada keinginan untuk lepas dari jabatan sebagai sekretarisnya ESA. Jujur, selama menjabat dari bulan April sampai dengan Desember, saya merasa bahwa saya bekerja kurang maksimal. Sepertinya, jadi sekretaris sekedar mendampingi Dedi Irwan yang direktur ESA. Kerjaan saya hanya ngetik surat, tanda tanganin surat, trus ngecap surat, dan masukin surat, sama sesekali nemenin Dedi menghadap Ketua Prodi Bahasa Inggris. Pyuwh. Kayaknya agak kurang menunjukkan ke-dinie-an banged, begitu.

Lalu, saat dalam perjalanan pagi sebelum rapat pun, saya berpikiran untuk tukar posisi aja sama Manager of Media Coevered and Networking. Saya kayaknya ngerasa lebih cocok di MCN yak. Yeah, dengan saya yang mengurus sebagian program kerja MCN, seperti updating blog esa, friendster esa, e-mail esa, trus program kerjasama dengan Borneo Tribune, yaitu English Day on Tribune, sehinggalah muncul perasaan bahwa sepertinya, divisi Media Covered and Networking lebih cocok buad saya.


Tapi, di pleno tadi, saya ga menyampaikan perasaan itu, karena ketika penyampaian laporan pertanggung jawaban, Dewi Ismu selaku Manager MCN sepertinya sudah cukup menunaikan tugasnya dengan baik, tanpa lupa berterima kasih kepada saya sebagai orang yang membantu program kerja divisi mereka. Yeah, sekretaris juga kan kerjanya gak sekedar surat surat surat aja toh. Di AD/ART dan GBHO ESA FKIP Untan tertulis juga job description sekretaris sebagai ‘pembantu’ direktur ESA dalam menjalankan program kerjanya.


Well, then. Apa berikutnya yang terjadi di rapat? Yeap. Pada saat laporan pertanggung jawaban dari divisi English Learning Center, sebuah divisi yang mengurus hal-hal bersifat akademis, divisi yang tahun lalu saya tempati di kepengurusan ESA 2007/2009, divisi yang mengantarkan saya pada kalimat: Musuhku, Je T’aime, Mita, salah satu staff divisi ELC, menyampaikan laporan dengan nada yang agak sedikit ‘mengenaskan’ dan kayaknya dia hampir nangis deh tadi.


Yah pokoknya, intinya divisi ELC ini ngga punya Manager yang dianggap sanggup mengkoordinir beberapa program kerja yang sebenernya ingin dijadikan program kerja unggulan untuk ESA tahun ini. Yeah, Dedi berkali-kali ngebahas tentang ini itu ini itu sama saya. Dan keinginan Dedi juga sebenernya sama dengan saya, begitu.


Nah, melihat ga ada yang mau menjadi manager ELC, maka saya pun siank itu mengajukan diri untuk jadi manager ELC aja. Saya pikir, siapa lagi ya kalo ga ada yang mau. Sama seperti ketika saya berpikiran untuk menjadi Project Manager English Pintar 2008. Maka, saya pun lantas mengacungkan jari, berkata: “Let me be the Manager of English Learning Center” di hadapan forum siank tadi.


Saya mengajukan nama Dewi Ismu untuk menggantikan posisi saya sebagai sekretaris. Namun, berhubung Dewi adalah Manager MCN, dan juga akan sulit mencari pengganti Manager lagi, dan juga ga ada yang mau menggantikan Dewi sebagai Manager, maka Dedi memutuskan memilih salah satu staff Divisi Home Affair, Dian Kartika Sari untuk menggantikan posisi Sekretaris ESA. Huff, perasaan bercampur. Antara lega, dan berdebar menanti tugas baru sebagai Manager of ELC🙂


Baiklah. Ini adalah rekayasa dari Allah SWT yang sudah disiapkan sejak lama. Saya yakin, melalui divisi ini saya bisa ‘bergerak’ lebih enak, dan kayaknya, ELC emang dinie banged deh hehe. Doakan saya ya, teman-teman.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s