My parents, i luph you

Beberapa hari yang lalu, kalo ga salah malah 2 hari yang lalu, saya ngereview, baca ulang, dan merasakan kembali sebuah postingan saya yang sangat saya sukai. Tentang cinta saya pada bapak saya. Dan hari sabtu lalu, pada saat saya sedang duduk di sebalah Dorina, menonton sebuah festival musik yang penuh hingar bingar, dan sampai larut malam pula, saya begitu merasakan sebuah cinta luar biasa yang tak disampaikan oleh kedua orang tua saya: bapak dan ibu saya, tidak melalui perkataan “Saya sangat menyayangi kamu, Dini, anakku”, melainkan melalui sebuah kepercayaan yang akan selalu saya gunakan sebaik-baiknya hingga nanti mereka melepaskan saya untuk seorang laki-laki yang akan menikahi saya nanti.

Maka, demi mengingat betapa kedua orang tua saya percaya dengan beragam aktivitas saya, masih menyediakan makan malam untuk saya malam ini, menyediakan ikan lele goreng dan nasi goreng yang terasa sangat enaaaak sekali malam ini, kemudian ngobrol di meja makan, bicara dari hati ke hati, saya merasa begitu beruntung dan merasa perlu untuk mengirimi mereka sebuah sms:

“My beloved father and mother, I am so happy to have such wonderful parents like you. I do really love you both, so much. There’s no other best parents in this world but you. Thanks a lot ya mam and dad to believe me me. I will use this well. I really hope we can be happy family in the world and hereafter. I love you, mam and dad”


SMS itu saya kirimi hari sabtu, 29 November 2008, pukul 22:15, untuk Bapak dan Ibu saya. Ya, saya tau betul bahwa mereka pastilah tidak begitu paham secara mendetil apa isi sms saya. Mereka sama sekali tidak bisa Bahasa Inggris. Tapi saya yakin, mereka bisa merasakan juga aliran sayang saya melalui bahasa sms itu.


Ya, saya menyadari, dan sangat menyadari bahwa kedua orang tua saya kadang juga melakukan hal yang sama dengan pasangan suami istri lain: punya konflik, bertengkar, terasa kurang bijak untuk beberapa kasus, beberapa sifat dan kekurangan, dan hal-hal lain yang terlihat tak sempurna, namun itulah indikasi bahwa mereka masih manusia😉. Ya, saya menyadari hal itu. Tapi, kelebihan mereka juga rupanya saya rasakan lebih banyak malam ini. Dan semoga sampai akhir hayat nanti.


Kenapa saya sampe buat postingan kayak gini malem ini?


Well, sebenernya berawal dari curhatan salah seorang murid saya tadi di kelas. Hmmm, nanti akan saya ceritakan lagi di sini. Sekarang dah ngantuk nih. Sedangkan besok pagi, saya harus mengerjakan pekerjaan yang tak biasa, tapi pernah saya lakukan. Jadi kangen, hoho.


3 thoughts on “My parents, i luph you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s