Life Review: pilih rasa (lagi)

Saya, sepertinya, cukup senang menulis dan memisah-misahkan tulisan-tulisan saya, khususnya curhatan-curhatan saya, ke dalam beberapa tempat yang berbeda. Seperti tulisan yang akan saya bagi lagi kali ini, yang saya pilih untuk saya tuliskan dengan tangan di diary curhat implisit saya *weleh, skarang diarynya jadi ada nama hehe* daripada saya ketikkan di halaman blog saya.

Tulisan ini saya tulis dengan tangan, di diary curhat implisit, dengan perasaan cukup bahagia. Kalo ga salah inget, setelah diguyur hujan, setelah air mata menetes beberapa tetesan, setelah rasa hati lapang. Saya, juga sepertinya, senang sekali mengulas tulisan ini. Walaupun beberapa lamanya, ada perubahan juga, saya sempat pilih lagi dia di sini. Dan tulisan ini, lagi-lagi, topik yang sama.

Hari itu, Oktober 15, 2008

Hai… Assalamu’alaykum Wr Wb
Apa kabar hati? Masih pilih sedih atau sudah merasa jauh lebih baik?
Well, thanks so much Allah… Thanks so much to give me such wonderful power inside so I can stand in the earth, then choose a feeling namely:

HAPPY,


at least starting (again) from today.
Entah mengapa, rasa tak kuasa dan malas saya berhasil terbunuh dengan gerak langkah kaki-kaki yang Allah anugerahkan secara ikhlas pada saya. Kaki-kaki yang malah lebih bersemangad menuju tempat kejadian perkara, tempat-tempat habiskan waktu berharga, tempat mood saya sebenarnya tak terbangun dengan sempurna, sungguh logika sangat sombong terhadap rasa! Beberapa kali otak saya dibuat tak bekerja maksimal gara-gara hati. Pada saat otak saya sedang tidak berputar pada porosnya, tepat di saat itulah ruang hati tempat saya menyimpan emosi masuk menyeruak mengendalikan dini yang tak kendali dan kenali diri.

Syukurlah… Suasana hati saya yang saat ini sedang jauh lebih baik datang berkunjung di hati dan pikiran saya. Mudah-mudahan dia betah berlama-lama, lalu memilih untuk tetap tinggal di sana, selamanya. Ya, aktivitas rupanya cukup berpengaruh dengan apa yang akan saya rasakan. Susunan kalimat-kalimat yang keluar dari hati paling dalam juga amat berpengaruh. Maka, saat apa yang saya rasakan sudah setara dengan apa yang saya dengar, ditambah aktivitas yang lancar dan menyenangkan, sungguh, suntikan energi untuk menjadi lebih ikhlas juga smakin meningkat.

Perasaan yang nyaman, yang sudah saya pilih hari ini dan berhasil masuk ke dalam lapisan hati, otak, dan perasaan saya yang paling dalam. Yes, again, after being sad and having a feeling of being ignored, rejected, and far from willing-human being, I choose to be much HAPPY…

FAINNAMA’ALUSRIYUSRAA…


2 thoughts on “Life Review: pilih rasa (lagi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s