Life Review: don’t let it empty

Malem ini, tepatnya dini hari ini, 26 Oktober 2008, ketika mata saya tak lagi bisa berkompromi dengan keinginan untuk tidur, pada saat tak ada lagi kuapan dari keinginan untuk melewati sepertiga malam yang belum bisa saya lewati dengan tahajud, saya buka-buka lagi diary saya yang berisi curhat-curhat implisit saya. Izinkan saya berbagi, teman…

Hari itu, December 12, 2007…

Bulan begitu jauh saya lewati, apalagi hari. Saya seakan hilang asa, kosong jiwa, tak tau akan bagaimana. Saya bahagia dengan kehidupan sekarang, tapi masih merasa selalu ada bagian kecil penting dan berharga yang begitu kosong dan rapuh. Kosong…

Betapa akan jadi begitu bahaya kalau terus menerus saya tinggalkan kosong.
Akan kosong sampai kapan?

Dan sekarang ini, hidup sudah seakan-akan dikejar oleh waktu, deadline, tenggat kerja. Sedangkan tulang ini terus dan masih saja malas. Seakan-akan, semua beban sedang menari-nari gemulai di pundak saya.

Saya benci


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s