Perlu dan Ingin

Entah gimana caranya menjelaskan, mengungkapkan, melukiskan, menuliskan, mengabarkan, memberitahu, atau menggambarkan perasaan berkecamuk hebat dalam hati saya sekarang. Antara perlu dan ingin: datang ke acara halal bi halal keluarga besar PKS di Gedung Kartini hari ini, Kamis 23 Oktober 2008 pukul 08.00 sekarang!

Hujan di luar lebat. Tapi, bukan itu yang membuat saya ga bisa pergi ke acara itu. Hujan segitu sama sekali bukan halangan untuk datang. Jas ujan bisa dipake. Dikit-dikit basah ga papa kok. Nah, masalahnya, ya ampun. Betapa sakit dan hancurnya perasaan saya harus mengetikkan kenyataan bahwa saya ga bisa pergi ke acara halal bi halal PKS karena jadwal siaran yang satu orang pun ga ada juga yang bisa gantikan. Kak Tya mau urus kartu kuning. Mas Jerry dah siaran lepas landas. Mba Temi ngajar. Mba Tiara anterin suami ke bandara. Zahra, ga angkat-angkat telpon dan ga bales sms. Ya ampun. Padahal pengeeeeen banget, dan rasanya perluuuu banget saya dateng ke acara itu. Siapa tau, bisa dapet ‘klik’nya di sana. Tentu saja, bisa memperkuat ukhuwah sama teman-teman di ruangan itu nanti.

Namun, pasti berhikmah deh ini. Entah apa yang akan terjadi kalo saya datang ke sana. Think positive aja. Yang pasti saya sudah ikhtiar sedemikian rupa sehingga, walopun pada akhirnya hasil ikhtiar saya adalah: saya tetep harus siaran jam 9.30 nanti, lalu siangnya ketemu pejabat kampus, trus rapat ESA, dan pulang ke rumah dengan damai sambil memikirkan kerangka research design yang sampai sekarang belum dibikin sedikit pun.


Well, barangkali mulai hari ini saya harus pilih pilah lagi mana keperluan dan mana keinginan saya. Kadang-kadang, memang susah untuk bedakan mana yang sebenernya saya inginkan tapi tidak saya perlukan, dan mana yang saya perlukan walaupun tidak begitu saya inginkan.


Belakangan ini, saya merasa bahwa saya terlalu memanjakan perasaan dan diri saya dengan keinginan-keinginan yang tidak barangkali saya perlukan. Namun, rasanya saya juga cukup banyak membela diri ketika memenuhi keinginan-keinginan saya itu. Saya sering mengatakan bahwa keinginan yang saya turuti itu adalah pilihan saya, bukan kesempatan.


Eh, Zahra barusan bales sms, trus bilang kalo dia bisa gantiin saya siaran pagi ini. Postingan akan dilanjutkan nanti malem ato tunggu saya mood ngelanjutin posting hihi. Horeeee, bisa dateng ke acara PKS🙂 *Alhamdulillah, Dinie…*


2 thoughts on “Perlu dan Ingin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s