Sudah pulang

Alhamdulillah, akhirnya pulang juga…

Saya barusan nyampe kamar. Kamar saya masih pink. Masih sejuk. Masih menyenangkan dan semakin rapi saja. Ada barang baru di kamar, yaitu gitar. Ngapain tuh gitar nangkring di sini? Minta dimainin ya? Mana saya bisa maen gitar.

Senengnya nyampe rumah. Sedih juga, karena harus berpisah dengan kebersamaan. Tapi, kebersamaan itu, meskipun ia tak kan sama, saya yakini akan bisa saya dapatkan dengan usaha serius dan maksimal, tapi ga ngotot.

Dimanapun, entah itu di Jogja, di lokasi KKN, di kamar saya, di ruang kapal, di basement mall, nun jauh dari atas gunung, dari tepi pantai, atau bahkan dari tempat wudhu masjid sekalipun, kebersamaan tetap bisa saya dapatkan dengan sebuah syarat:

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAAJI’UN

Just one key to be together, to feel the beauty of togetherness, no excuse for not being ikhlas.

Liburan yang saya ciptakan sendiri memang sepertinya sudah usai. Kebersamaan selama 24 jam itu tak lagi bisa saya dapatkan dalam waktu dekat ini. Tapi, again and again, who knows what could happen, huh? Dan tulisan kali ini ga ada hubungannya sama liburan yang sudah usai. Saya belum akan membahas kronologis keberangkatan saya dari pontianak-semarang-jogja sampai dengan jogja-semarang-pontianak. Belum sempat.

Saya sudah ga sabar untuk bernostalgila mengingat cerita-cerita cantik yang berbingkai dinamika unik luar biasa di sini. Saya bermetamorfosa, sekejap saja.

Sekarang mau istirahat dulu. Ga terlalu cape sih. Tapi kayaknya enak deh kalo istirahat. So, see ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s