Leave for Pontianak


Beberapa jam lagi, saya akan segera tinggalkan kota Pontianak tercinta. Masih belum tau akan berapa lama di Jogja. Perkiraan saya sih, saya akan betah di sana selama 2 minggu. Tergantung pelayanan juga toh ujung-ujungnya. Kalo ada yang ngelayanin, ya jelas aja saya betah. Secara dah bakalan ada 3 guide berbeda dan saya yakin para guide saya ini akan melayani saya secara maksimal, maka barangkali bisa jadi 2 minggu itu bukan sebuah wacana saja, tapi jadi suatu fakta dan realita nyata. Caelaaa…

Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya, bahwa keberangkatan saya menuju Jogja cukup meninggalkan banyak rejeki, meninggalkan banyak orang-orang yang saya sayangi, meninggalkan sebuah mata kuliah sebanyak 4 SKS, meninggalkan banyak jadwal siaran dan reportase, meninggalkan jadwal mengajar, meninggalkan kesempatan ifthar bareng si ini, itu, dan ini itu, dan yang pasti, meninggalkan kamar saya yang begitu nyaman dan menenangkan.

So, will those become my problem?

Frankly, those are, actually. Bayangin aja, sekitar jutaan rupiah saya tinggalkan. Kesempatan untuk goreskan kenangan indah di kota Pontianak juga saya lepaskan. THR, belon tentu dapet kalo sebulan trakhir saya ga nyangkutin diri di tempat kerja. Kuliah mah, hehe dah saya siasati. Ga begitu sayang ninggalinnya, secara ke Jogja juga ada keperluan buat melancarkan kuliahnya saya. Ifthar bareng ini itu dan itu ini, hikz hikz sedih sih sebenernya. Trus, kamar saya yang pink benderang, lappytawati digitalansari, hmmm, I will miz you *kok kedengerannya saya bakalan pergi ga balik-balik lagi ya ke Pontianak? Duwh, na’udzubillah min dzalik. Balik donk, Insya Allah*

Anyway, memang butuh pengorbanan untuk mencapai sebuah kebahagiaan. Semoga saja nanti di sana, akan ada berita gembira yang saya bawa. Semoga, tak sekedar sebuah liburan atau jalan-jalan kosong yang saya sesali. Saya yakin, ga bakalan kosong siy. Secara Icha, Raka, ato salah satu dari duasahabatkurangwarastapibaikhati akan setia nemenin saya selama di sana. Mau jadi apa kalo di sana sendirian? Kasiaaaaaan… *ipin mode: on*

Well, beberapa jam lagi saya akan beranjak tinggalkan Pontianak. Menuju sebuah keramaian dengan persiapan matang. Bersama sahabat yang saya sayangi, sahabat yang menyayangi saya, sahabat yang dipercayai orang tua saya untuk menjaga saya, sahabat yang saya sayangi keluarganya, sahabat yang menyayangi keluarga saya. Bersama sahabat, yang tak ingin saya akhiri sampai kapanpun kemesraan kami.

2 thoughts on “Leave for Pontianak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s