Mengenai sahabat (lagi)

Di postingan sebelumnya, saya ceritakan dengan jelas tanpa sembunyi-sembunyi bahwa saya memiliki 2 orang sahabat, sangat memahami saya. Saya jelaskan dengan terbuka tentang mereka berdua. Di bagian terakhir tulisan, saya beritahukan juga bahwa sahabat terpaling sahabat yang banget-bangetan memahami saya apa adanya adalah Itsna Isyri Ramadhani. Lalu, siapa sih Itsna ini? Gimana juga hubungan saya sama dia? Apakah seheboh persahabatan antara saya dengan duasahabatkurangwarastapibaikhati?

Well, saya ceritain juga, sambil ungkapkan rasa kesal saya hari ini. Boleh ya? *ya silahkan toh din. Blognya juga punya siapa, gitu*

Itsna Isyri Ramadhani, berjenis kelamin perempuan. Sahabat yang paling mengerti betapa fluktuatifnya saya. Sahabat yang menerima saya dalam kondisi apapun. Sahabat yang sangat paham betapa ramenya saya. Dia tak pernah ‘terpaksa’ mengimbangi kehebohan saya dengan ikut-ikutan rame, secara dia orangnya memang terkesan pendiam. Semua temen saya yang tidak kenal betul dengan Itsna, pasti menganggap Itsna adalah wanita anggun kalem luar biasa dengan segala kelembutan yang dimiliki oleh semua wanita *caelaaah, kesannya ngga, gitu ya haha*.

Itsna, sahabat yang paling saya sayangi. Dia memang pendiam, tapi pasti rame kalo dah berdua aja sama saya. Itsna sahabat saya sejak duduk di bangku kelas 3 SMU, sampe dengan sekarang. Persahabatan saya dan Itsna dibatasi jarak. Saya di Pontianak, dia kuliah di ATKP (Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan) Surabaya. Sekarang, saat saya baru mau mulai pusing dan sedikit sibuk nyari-nyari buku buat persiapan skripsi, dia dah selese kuliah, malah udah diwisuda, bahkan dah siap-siapin berkas buat ngelamar jadi PNS. How about me? Do I intend to be civil servant? Kita bahas tentang itu di lain edisi aja ya. Lagi mau fokus marah sama Itsna *hehe, gurau be na. Saye sayang same situ, Na. Mane saye bise marah same situ*

Itsna beneran satu-satunya sahabat yang sangat bisa memahami saya. Mungkin, sebenernya Itsna juga ga paham saya ini kayak gimana. Secara, saya sendiri kadang bingung, saya ini gimana sih? Hehe. Ya itulah saya. Fluktuatif, sugestif, eksplosif. Masih suka bingung sama diri sendiri. Dan sebegitulah pemahaman Itsna mengenai saya. Dia siap terima saya, seberapa apanya saya. Insya Allah, Itsna tipikal sahabat yang menerima saya apa adanya, bukan bertanya-tanya saya ada apanya. As well me. Bersahabat dengan Itsna, rasanya saya terima dia seada-adanya dia. Ya kan, Na?

Nah, hari ini saya sebeeeeeeel banget sama Itsna. Sedihnyaaaa. Yeah, sebel sayang sih sebenernya. Sore-sore dia nelpon dari rumah, yang menandakan bahwa dia dah balik dari Surabaya. Sayangnya, pas dia nelpon saya lagi siaran, jadinya ga diangkat. Yang bikin sebel adalah, kalo Itsna di rumah artinya Itsna ada di Rasau, dan TADI PAGI SAYA KAN KE RASAU! Kesal setengah wafat dah. Kalo tau Itsna dah di Rasau sejak hari senen kemaren, saya tadi ga leyeh-leyeh ga jelas di tempat pakde. Saya pasti disusul sama temen-temen supaya balik ke Pontianak karena keasikan di rumah Itsna.

Ya ampuuuun. Memang belon jodoh hari ini dah buat ketemu dan melepas kangen sama Itsna. Sedangkan besok siang, saya dah berangkat ke Jogja. Untungnya, besok pagi Itsna langsung mau ke Pontianak, mampir ke rumah saya, trus ke sekolah buat legalisir surat menyurat, dan nemenin saya belanja buat bekal selama di perjalanan.

Bismillah. Mudah-mudahan besok pagi segalanya lancar supaya saya bisa ketemu Itsna, trus ngenalin Itsna ke duasahabatkurangwarastapibaikhati *paling tidak, salah satu dari mereka deh, pengen banget saya ngenalin sahabat pada sahabat*.

Jadi, begitulah sahabat saya. Saya sangat sayang sama Itsna, yang benar-benar sahabat saya. So far, persahabatan saya dan Itsna yang paling lama bertahan, tanpa rasa iri satu sama lain, tanpa ada dengki untuk menjatuhkan, tanpa ada cemburu untuk hal-hal tak penting, namun dengan rasa penuh motivasi untuk bersaing ngalahin nilai kita waktu SMA dulu, bersaing siapa yang paling bisa dapet nilai tinggi tanpa belajar, dan bersaing siapa yang bakalan nikah duluan *nyehehe, yang terakhir saya ngalah dah Na, silahkan duluan aja*.

Ya Allah, semoga persahabatan ini terjaga hingga lama, untuk kebaikan dunia akhirat, demi kebaikan agama, keluarga, dan semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s