Mengapa thekupu?

Saya review lagi semua isi blog saya, mulai dari postingan pertama sampai posting tentang siapa saya. Ternyata, sama sekali belum ada paparan tentang pemilihan judul thekupu sebagai judul blog saya. Sudah sejak lama sih sebenarnya saya ingin memaparkan filosofi tentang munculnya thekupu di dunia maya *halah, kayak munculnya pangeran bertopeng di dunia shinchan de nyehehe*.

Hari inilah saya sempatkan untuk menuliskannya. Sebenernya sih pengennya tadi pas lagi siaran. Tapi entah kenapa tadi saya ga konsen, lupa mau nulis apa. Padahal pagi kmarin waktu mandi, inget aja tuh mau nulis apa buat blog saya. Ternyata, dah nyampe depan komputer, malah jadi lupa hoho. Alhamdulillah, sekarang udah inget lagi dengan sukses.

Thekupu, the = definite article. Kupu, kupu-kupu = butterfly. Mengapa saya menggabungkan bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris. So simple. Karena saya tidak cukup mahir berbahasa Inggris, maka saya mixing mereka berdua. Skarang juga lagi tren kan gabungin 2 bahasa. Lagunya Melly Goeslaw yang Butterfly juga nyampur kan ya English sama Indon? Tapi, sebenernya sih alasan saya menamai blog saya dengan thekupu adalah lebih karena saya suka kupu-kupu, bukan suka kura-kura. Kalo saya suka kura-kura, maka nama blog saya jadinya bukan thekupu, tapi thekura, begitu.


Mengapa saya suka kupu-kupu? Saya yakin, saya bukan wanita yang berdiri seorang diri mengagumi keindahan hasil karya Allah yang luar biasa indah itu. Sayapnya begitu cantik. Sangat cantik saat ia sudah sempurna menjadi sebentuk kupu-kupu. Tidak sekedar saat sudah ‘menjadi’ saja maka saya suka. Bahkan, saat akan ‘menjadi’ pun, saya suka. Bukan suka secara fisiknya si ulat atau kepompongnya, melainkan saya suka pelajaran yang bisa diambil dari situ. METAMORFOSIS, metamorfoself.


Saya membeli sebuah diary berjudul METAMORPHOSELF, dan di dalamnya tertulis: tiga kata kunci penting, yaitu BERUBAH, LEBIH BAIK, dan sesuai JATI DIRI.

Tentu saja saya selalu ingin berubah menjadi lebih baik tanpa harus tinggalkan jati diri saya.

Dalam pandangan saya, seperti itulah kupu-kupu. Mereka berubah perlahan, sesuai prosedur yang diberikan Allah SWT. Tidak dipaksa, tidak pula diseret kesakitan. Kupu-kupu berubah dengan tahapan yang sudah saya pelajari sejak duduk di bangku SD dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.


Pun begitulah saya. Saya menginginkan sebuah perubahan pula. Berubah, dengan perlahan, ikhlas, dan indah. Berubah menuju kecantikan sejati, tak fisik pun tak mengapa. Inner is more important to cover outer. Saya bukan kupu-kupu. Saya Dini, dhz. Izinkan saya dengan rendah hati berkata bahwa saya bukan kupu-kupu, tapi mengalami proses seperti kupu-kupu. Yea, I’m just like a butterfly,


Fast to Die, Fast to Fly.
That’s why I really need one to keep me high, on that high.
On a high in which I need no feel too much high,
but still stand in a very wonderful line…
That’s why, don’t go, please…
Never say: stay away from me, never do as well.
Since I need one to keep me fly


2 thoughts on “Mengapa thekupu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s