The "D" Day

22 Juli 1987 – 22 Juli 2008, akhirnya pecah juga angka 20nya

Setahun lalu, the D day saya nyanyikan dengan semangat 45. Hari ini, my D day malah terlewatkan 3 jam dari waktu seharusnya saya ucapkan “Really Happy Birthday for me, honey”, dan terbangun dengan sebuah deringan panjang, alunan nada cantik dan ikhlas dari seorang teman baik hati. Terlihatlah dini hari ini, siapa saja yang menanti hari spesial, siapa saja yang kelelahan di atas pembaringan.
Jika setahun lalu, sebuah nama saya sebutkan masih terpatri dalam hati, sepertinya tidak untuk tahun ini. Rupanya ada begitu banyak nama silih berganti berebutan mematrikan nama dan jiwa mereka, bahkan hingga hari ini tiba. Dan jika tahun lalu rentetan sms terkirim ke nomor ponsel yang sudah saya pakai bertahun-tahun ini saya cantumkan, maka sepertinya tidak untuk hari ini. Semuanya begitu berarti, dan semuanya membukakan mata dan hati saya bahwa ternyata Juli benar-benar indah!


I love my July. So much.


Juli hari ini indah lagi. Paling tidak, dini hari ini saya merasa menjadi begitu spesial bagi beberapa orang. Segelintir orang, tepatnya. Terasa, yang meletakkan saya spesial, sangat spesial, hingga spesial tak tergantikan.


Tidak seperti tahun lalu, 22 juli yang sangat indah hari ini, saya tidak merasa kehilangan orang untuk dinanti kehadirannya kembali. Tidak ada pria atau wanita bulan Juli yang hadir setahun sekali untuk ucapkan Selamat Ulang Tahun, Dinie. Hari ini muncul nama-nama baru yang sungguh-sungguh memahami saya, the way I am. Nama lama tetap ada, dan merekalah orang-orang luar biasa yang dianugerahi Allah dengan kekuatan memori hebat untuk mengingat tanggal lahir saya.


So far, 22 Juli 2008, a bunch of thanks would be delivered to my father and my mother. Dini hari ini, saya panjatkan doa untuk bapak saya tercinta, bapak terbaik di dunia, semoga Allah menyayangimu seperti engkau menyayangiku di waktu kecil, bahkan hingga aku 21, begitu terasa pertambahan kalori kasih sayang itu. Terima kasih untuk tunggangan baru ya bapak. Lov u, pak. Not merely coz of the new tunggangan kok pak hehehe. Untuk ibu saya, dini hari ini saya panjatkan doa untuknya, ibu terbaik di dunia, semoga Allah menyayangimu seperti engkau menyayangiku di waktu kecil, bahkan hingga aku 21, terasa pula pertambahan energi cinta tak kenal batas. Terima kasih untuk ungkapan cinta lewat kamera😉. Benar-benar membantu proses KKN, ma hehe.


Untuk 2 orang adik saya yang sudah dapet mimpi *dan berkali-kali, kata yang bungsu* belum ngasi apa-apa sih. Tapi kemarin saya udah pesen, minta dibeliin dompet warna pink nyehehehe. Anyway, keindahan juli rasanya tidak sebatas itu saja. Masih banyak yang harus dibenahi. Dan saya ingat: hari ini saya harus perpanjang KTP!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s