KKN yang indah dan membingungkan

KKN: foto penuh kontroversi

Saya masih ingat, 10 hari lalu, sebelum berangkat KKN, saya mendapatkan pembekalan sebanyak 2 kali. Kali pertama adalah pembekalan dari Fakultas *yang sekarang sudah mengeluarkan keputusan final untuk tidak bisa KKN sambil PPL. Bayangkan betapa kesalnya saya!*. Kali kedua pembekalan yang memaparkan bahwa proses interaksi yang terjadi dalam KKN bisa menjadi salah satu godaan dan cobaan luar biasa berat dalam rangka mempertahankan apa yang dipercaya sebagai PRINSIP penting di suatu komunitas. Saya sudah merasakan cobaan berat tersebut. Di depan mata, di sebelah kulit, di haribaan jiwa. Sangat berat.

Saya pun mulai menghargai sebuah kata cantik yang Allah tunjukkan dengan perumpamaan pembentukan manusia, dari sperma menuju rahim bunda, dari rahim keluar dari liang vagina. Sebuah kata yang begitu menentramkan hati saya: PROSES. Mengapa saya begitu mencintai ‘proses’?

Saya adalah golongan orang yang amat sugestif. Kesugestifisan saya, barangkali muncul karena kedangkalan ilmu dalam bidang tertentu yang saya miliki. Sedangkan tiupan menghangatkan saat saya sedang betul betul butuh sosok segolongan manusia yang bersedia memahami saya seadanya saya yang sedang dalam perjalanan menuju perubahan ini *bahasa saya sehari-hari, saya sering bilang: I am in proggress* membuat saya sejenak berpikir dan merenungi bahwa saya semakin memiliki perasaan kuat: tak bisa bermetamorfosa dalam waktu sekejap mata.


PROSES, begitu indah sebuah proses. Seorang sahabat pernah mengirimi saya sms: “Jangan harapkan hasil dari setiap ikhtiar, nikmati prosesnya. Allah yang menentukan. Yakinlah, Dia Maha Pembolak Balik hati. Beda itu biasa, sunnatullah. Semoga kita semua bisa rasakan indahnya perbedaan ini.”


Betul bahwa sms itu dikirimkan saat saya dan teman saya beda pendapat. Tapi kata ‘nikmati prosesnya’ sedang saya rasakan betul saat ini. Betul betul proses yang cantik, dinamika yang menarik, luar biasa terkemas apik dalam rangkaian kebutuhan minimalisir tekanan batin dan jiwa. Jujur saja, saya tidak mau tertekan gara-gara saya tidak berproses, lantas di judge hilang atau sekedar sebentar melayang dari jama’ah. Saya juga sangat yakin, bahwa hidup ini tak cuman pilihan, namun juga proses menuju perubahan, bagi semua orang.


Tak hanya saya yang berproses dalam KKN yang indah dan membingungkan ini. Teman-teman lainnya sebanyak 28 orang yang saat ini sedang merajut cinta bersama saya pun, mereka semuanya sedang berproses. Tinggal dinanti saja, proses siapa yang paling cepat, hasil proses siapa yang paling bertahan lama, proses siapa yang dijalani dengan hati, proses siapa yang menimbulkan ikhlas.


Sungguh, saya tidak ingin tinggalkan jama’ah. Saya tak ingin keluar dari barisan yang disukai Allah, hanya karena teman-teman, wahai ikhwah memandang saya yang baru saja akan hijrah ini dengan tatapan dan gelengan kepala. Izinkan saya ikhlas terjun ke sana.


*p.s: jazakillah untuk murabbi baru.


4 thoughts on “KKN yang indah dan membingungkan

  1. hendra rivaie says:

    1. angel (sudut pengambilan gambar nya) terlalu tinggi, jadi keliatan perbedaan jarak masing2 subyek… kira² 15-20cm jaraknya.
    2. angel (bahasa jawa) cari aja artinya sendiri

  2. thekupu says:

    kalo objeknye bukan kame ye en, hasilnye bise lebih bagus tu hohoh

    angel = susah? susah maksutnyeee? ya, i’m butterfly, fast to die, fast to fly.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s