Aksi, untuk reaksi

Kaki saya pegel, jari-jarinya sudah hampir melempar parang keganasan penuh rasa kejam luar biasa untuk dimintai kesempatan beristirahat. Kalau tidak bisa tiduran, paling tidak duduk sambil rekaman di ruangan berAC, tidak masalah. Tapi, hati terdalam saya sama sekali tak peduli dengan celotehan kaki *sejak kapan kaki berceloteh yak?* yang sekarang ini seakan membalaskan dendamnya minta direndam air hangat.

Yah, kemarin riyadoh dapet 2 jam, sodara-sodara. Bayangin aja! Untuk ukuran seorang seperti saya yang amat sangat rajin berolahraga *attention: ini majas hiperbola!* begitu dapet ta’limat riyadoh bersama, dan dengan bersemangat untuk ikut jalan santai dalam rangka milad PKS ke-10 kemaren, yaaah riyadoh itu terasa begitu menyiksa. Tapi, sungguh wajarlah Allah memerintahkan umatNya untuk menjaga keseimbangan dunia akhirat seperti dalam (Q.S 28: 77), yang juga artinya jasmani ruhani, kan? Seger banget deh after riyadoh. Saya seakan menemukan oase di tengah gurun pasir saat itu…

Nah, bicara tentang riyadoh kemaren yang dalam rangka miladnya PKS ke-10, saya berbahagia dengan luar biasa karena seorang sahabat mendapatkan ganjaran untuk keikhlasan kerja yang dilakukannya selama ini. Subhanallah. Firman Allah Q.S 6: 160 terbukti dengan jelas di hadapan mata kepala saya sendiri! Seorang ikhwah di kepengurusan kampus dapet motor Supra Fit doorprizenya acara jalan santai kemarin! Alhamdulillah yaa. Semoga menambah ghirah saudaraku untuk berjuang di jalan Allah, dan bisa memanfaatkan rezeki dari Allah ini dengan jalan yang benar, amien…

Okeh, jadi kita kembali ke inti dari judul tulisan hari ini. Aksi, untuk dapatkan reaksi. Woala, subhanallah deh aksi hari ini. Riyadoh lagi saya hehe. Bayangin! Jalan kaki dari kampus ke Bundaran Untan. Mampu sih mampu sebenarnya. Bener deh, mampu saya jalan kaki. Malah pernah semester 3 lalu saya sengaja jalan kaki sama Fika dan Linda untuk ngeprint tugas dari dosen. Nah, bedanya, kalo waktu semester 3 itu saya dan teman-teman emang masih fit n seger untuk jalan, aksi hari ini situasinya beda… Saat kaki saya udah bengkak meradang, badan keringetan *dih, kesannya gembel bangeeet yak keringetan hehe* dan semua bagian tubuh ciptaan Allah yang tak mudah lepas ini mulai pegel-pegel, tapi hati saya di bagian tepi terkuatnya mendorong saya untuk ikut meramaikan aksi tadi. Saya senang, puas ikut aksi itu walaupun sejujurnya, saya tidak tau pasti untuk tujuan apa aksi tadi dilaksanakan. Tau sih, tapi dah lupa. Selebarannya ga saya bawa pulang.

Sebuah fenomena menarik jika teman-teman adalah orang yang kenal betul dengan saya. Ya, seorang Dinie yang pada jaman dahulu kala sangat mengecam dan sebel tiap liat mahasiswa aksi. “Ngapain sih nih mahasiswa kurang kerjaan!? Demoooo aja mulu!” kurang lebih gitu deh keluhan saya tiap kali ngelewatin bundaran Untan yang penuh sama mahasiswa aksi, bikin jalan macet. Daaaaan wahai teman-teman, ternyata ucapan memang harus selalu dijaga. Sekarang giliran saya yang suka aksi hoho *eum, dibilang suka banget siy ga juga ya. But I find a wonderful satisfactory every single moment I get involved in that kind of Aksi*. Seandainya ada yang nanya sama saya, ngapain kamu aksi din? Maka saya akan dengan ringan menjawab, “Ya, waktu belajar kimia dulu sih, kalo ada aksi bakalan ada reaksi. Normalnya sih gitu. Kalo ga normal, ya berarti aksi ga bakalan ditindaklanjuti dengan reaksi.” Yeay, just ‘swallow’ the meaning inside the sentence 🙂

Aksi tadi, saya dapet lagu baru. Maklum, baru 2 kali ikutan aksi hehe. Lagaknya dah kayak orang aksi berkali-kali deh… Anyway, lagu tadi bikin saya mesem-mesem aja, ngeliatin pak polisi sambil bersenandung, “Pak Polisi, Bu Polisi, Senyum Dikit Donk…” hehe senengnya liat mereka senyum, sambil bawa-bawa herder yang sehat wal’afiat lagi. W e w… 😮

So far, pengalaman aksi tadi bikin saya makin pengen turun aksi lagi, lagi, dan lagi. Kayaknya agenda aksi untuk bulan-bulan ini lagi banyak-banyaknya nih… Kan BBM mau naik lagi… Waaadoooh, begitu banyak ya hal yang sungguh-sungguh ingin saya tulis. Tapi, tulisan ini aja dah panjang seuler naga. Nanti aja deh. Yang gituan menyusul ya, tunggu tugas kuliah dah pada kelar, selesai lomba debat, kelar ngurusin kegiatan kampus, hehe kok ga abis-abis ya?

Siplah. Sekian. Jazakumullah khairan katsiran buat yang dah betah baca sampe sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s