Surat untuk sahabat

Bertandang ke wedonotgoblog.blogspot.com mungkin bukanlah hal prioritas saat nongkrong di internet. Habis-habiskan uang saja baca tulisan Dini, mungkin kalimat itu sempat melewati pikiran teman-teman ya. Di keluarkan atau tidak, k alimat seperti itu, sungguh, sama sekali tidak menyakiti hati saya. Karena kalian adalah sahabat luar biasa, yang malam ini, saat saya buka kembali diary on line saya, saya temukan kembali tulisan pembangkit semangat ini…

Mari kembali ke October 3, 2007

Puasa ke 20, selepas kuliah saya dan teman-teman (yang akhir-akhir ini mendeklarasikan diri secara tidak formal dengan sebutan GABY) memilih untuk menghabiskan waktu dan tenaga dengan bertualang ke Mal. Petualangan yang menarik. Perginya bertujuh, tapi pulangnya sendiri-sendiri. Iya, soalnya kita bawa sepeda motor masing-masing, dan punya keperluan masing-masing yang berbeda pula. Hmmm, memang susah saat wanita-wanita yang sok karir cari waktu yang pas untuk ngumpul sama-sama.

Kaki-kaki yang sebenarnya sudah pegal itu memutuskan untuk masuk ke pusat perbelanjaan berisi pakaian-pakaian dan sepatu. Menuju tempat bernama Matahari Department Store, kami bertujuh pun memulai petualangan. Pola belanja yang macam-macam, bikin saya geleng-geleng kepala. Lamaaaa banget nangkring di stand sepatu, consider buat yang bertali atau yang engga, eeeh akhirnya pilih yang pertama diambil juga. Pyuuuwh. Untung aja beli. Kalo ga jadi beli kan kasian Mbak SPG-nya. Ulah wanita yang lagi kena sindrom ’males pulang ke rumah, pengen belanja’, begitulah dia.

Ternyata, saya dan teman-teman memang bukan tipe orang yang sangat menjunjung tinggi nilai dan azas fashionable. Buktinya, kita semua ngga betah berlama-lama di MDS, melainkan langsung bergerak ke Toko Buku Gramedia. Wah, saya kan kalau udah di toko buku, apalagi kalo di Gramedia, bawaannya jadi males keluar Mal. Suka lupa waktu. Baca gratis di Gramedia, duduk di lantai lesehan udah kayak di rumah sendiri aja hehe. Kenikmatan yang beda ketika ngelantai (maksudnya duduk di lantai) dengan teman-teman, bisa membaca sambil mengomentari isi buku.

Bersahabat memang indah. Saya merasakan semangat persahabatan lagi hari ini. Sebuah persahabatan yang selalu saja unik. Kadang, cela caci hina di mata orang lain menjadi sebuah guyon tanpa menimbulkan atmosfer yang dapat merusak suasana hati. Kadang, hal-hal kecil yang tak perlu dikomentari menjadi begitu penting untuk dibahas dalam forum ’besar’. Sebuah persahabatan yang sangat menyenangkan. Tidak membuat saya lupa diri, menjaga saya untuk tetap berjalan di jalur yang benar, tanpa keluar dari garis cakrawala.

Sahabat-sahabatku, tetaplah menjadi sahabatku. Dengan identitas kalian masing-masing, tanpa perlu bertukar KTP hehe.


Begitulah, teman-teman… Sadar tidak sadar, ternyata kalian sangat berarti untuk saya sejak lama. Kalian semuanya, tanpa terkecuali. Fika, Linda, Elisa, Mia, Sussi, dan Wardah. Kita memang tidak harus selalu bersama ke mana pun kaki ini melangkah, pun kita nantinya pasti akan terpisah di sebuah batas tak kasat mata. Namun, saat raga ini masih berkesempatan untuk sedikit menggerakkan hati demi sebuah persahabatan dengan landasan kecintaan luar biasa pada Allah SWT dan Rasul SAW, marilah sahabat2ku, rasakanlah indahnya persahabatan kita, pengeratan ukhuwah ini, kelapangan hati untuk saling mengingatkan dan memaafkan. Kalian sungguh sahabat2 yang luar biasa. I do really love you, coz Allah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s