Resolusi 2008

Desember sudah setengah jalan. Rasanya, resolusi sejak tahun lalu masih berbunyi seperti resolusi untuk tahun 2008 nanti:

What would and should do in 2008? (Tahun lalu, tertulis 2007🙂 )

Come on Dinie, hilangkan sifat-sifat buruk yang pada akhirnya merugikan diri kamu sendiri!

Egois. Ayo din, mikir dong! Di dunia ini, kamu hidup bersama jutaan manusia yang tak semuanya meletakkan diri kamu sespesial kamu ingin dianggap. Egois = mematikan diri, mematahkan sayap, hilang terbang.

Emosi berlebihan. Please din, lebih cerdas control emosi. Ada saatnya ketika kamu boleh keluarkan emosi kamu. Cerdaslah memilih tempat untuk keluarkan emosi. Kurangi rasa terlalu ingin memiliki yang berlebihan, posesif. Please, do remember Dinie. Manusia, wahai manusia. Kamu tidak bisa MEMILIKI manusia. Emosi terlalu meluap = Menyayat hati sendiri.

Tidak mendengarkan. Iya, kamu penyiar yang (mungkin) punya banyak pendengar. Tapi sungguh, itu tidak berarti lantas kamu tidak gunakan hakmu untuk mendengar. Mendengar itu hak berharga, Dinie. Please, do listen! Dengarkan dan laksanakan apa yang memang pantas untuk kamu kerjakan.

Arogan. Masya Allah, Din! You are really nothing. Apa sih yang kamu sombongkan? Cerdas, tegas, ide? Dih, ga ada apa-apanya itu! Kamu itu kecil, Dinie. Kamu bukan siapa-siapa. Kamu hanya Dinie, Dinie Saja. Rendah hati ya Din. Please be humble. Humble for really being humble, not to show your arrogant side.

Nah, Dinie. Tahun-tahun sebelumnya, sifat-sifat tersebutlah yang membuat kamu merasakan sebuah sakit yang luar biasa. Sepanjang hari, sifat-sifat itu membuat kamu sendiri menggerogoti sisi God Spot yang ingin bekerja maksimal dalam dirimu, untuk dirimu, untuk dikembalikan padaNya yang telah menyeimbangkan segala sesuatu dengan begitu sempurna.

Akankah terulang lagi di 2008?

Please, Din. Jangan terus tulis resolusi kalau isinya tidak pernah berganti. Maka, berfikirlah wahai hamba Allah. Berfikirlah dengan jernih.

Berfikirlah, bahwa ada kalanya,

kita butuh lebih dari sekedar 2 buah telinga untuk mendengar.
Berfikirlah, bahwa ada masanya,

kita butuh lebih dari 2 mata untuk melihat.
Berfikirlah, bahwa ada saatnya,

bahkan hati pun tak cukup untuk merasa.

I’d like to say: Yes, I WILL CHANGE, and am always changing better. Saat ini, saya memang belum pantas untuk dapatkan seorang yang baik, dan belum ingin mendapatkan siapa-siapa. Karena Allah menjanjikan bahwa wanita baik mendapat pria baik, wanita pezina (tidak baik) mendapat yang tidak baik juga.

I do want to say, someday:

I was a bad one, but in my meaningful step to the beauty trace of changing, to have a real better me, then get the best for me for going on this life.

2 thoughts on “Resolusi 2008

  1. bang andi says:

    Hmmmm … sekedar nasehat yang mungkin berguna ..
    – Jika satu persatu sahabat kita pergi meninggalkan kita, maka yang harus kita lakukan adalah membuang ego kita ..
    – Jadilah pendengar yang bijak ..
    – Rendahkan hati kita didepan semua orang, maka keterbatasan dan kekurangan kita akan terbayar

  2. thekupu says:

    iyes mas andi, dan itulah masalah2 yang saya hadapi belakangan ini… anyway, alhamdulillah sahabat ya masih ada. hanya kmaren2 itu sedikit merasa beda. mereka begitu tinggi, sedangkan saya masih begini2 aja, gitu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s