ASDOS = Asistennya Dosen

Saya ingat saya pernah punya cita-cita untuk menjadi asisten dosen sebelum saya lulus kuliah. Tidak ada target di semester berapa saya bisa. The sooner the better. Saya ingat juga pernah berkata pada diri saya sendiri, ”Saya akan menjadi seorang asisten dosen, dan saya akan menjadi dosen suatu hari nanti”. Sempat sedikit terhapus ingatan saya tentang perkataan saya itu karena rasa bosan akibat porsiran tenaga tak henti-henti dari pagi sampai malam. Namun, hari ini, saya merasa bahwa perkataan itu sungguh benar-benar telah tertanam kuat menjadi sebuah kalimat FUTURE yang benar-benar akan terjadi.

Saya sebenarnya tidak begitu paham, seperti apa yang disebut sebagai asisten dosen. Selama ini, yang saya tau dan yang masih saya jalankan adalah saya sebagai koordinator kelas. Koordinator kelas itu kerjaannya tiap ada mata kuliah, bolak balik ke ruang kelas dan ruang akademik untuk ambil absen, ngembaliin absen, ngumpulin nama-nama kelompok, dan bla bla bla. Orang-orang yang betah mengerjakan hal-hal tadi tentu saja tidak terlalu keberatan. Enaknya jadi koordinator kelas, dikenal sama dosen untuk mata kuliah tersebut, sudah pasti. Kalau sudah dikenal dosen dan kitanya ngga banyak tingkah, ngerjain tugas beres, aktif di kelas, hasil akhir pun dijamin akan sangat memuaskan.

Nah, tentang asisten dosen itu sendiri, saya hanya tau secara sekilas bahwa tugasnya adalah menggantikan dosen utama yang ga bisa hadir untuk satu mata kuliah. Saya ga tau apakah seorang asisten dosen harus selalu menemani bapak atau ibu dosen untuk selalu berada di dalam kelas tempatnya mengajar. Saya hanya tau bahwa asisten dosen berarti seorang pengajar yang menggantikan dosen utama tadi. Entah itu untuk beberapa masa tertentu, atau terus berkepanjangan.

Kemarin pagi seorang dosen meminta saya untuk menggantikannya mengajar di sebuah akademi di Pontianak. Apakah saya bisa disebut asisten dosen walaupun hanya sekali menggantikan mengajar?

—————- after teaching —————-

Hmmm, sebuah kelas yang menyenangkan rupanya.

Dan ini untuk pertama kalinya saya membubuhi tanda tangan saya di kolom paraf dosen. Dih, saking ga biasanya ngasi paraf, semua kartu DHK mahasiswi tadi saya tanda tangani gyehehehe…

3 thoughts on “ASDOS = Asistennya Dosen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s