Si Ungu dan Kekasih Gelapnya

Kumencintaimu… lebih dari apapun
Meskipun engkau hanya, kekasih gelapku…

Sebagian lirik Ungu di lagu barunya *tidak terlalu baru sih, sudah saya dengar sekitar bulan Juli lalu* mau tidak mau mengantarkan saya untuk sedikit berargumen. Lagu-lagu Ungu sudah seringkali saya dengar sejak SMP. Debut pertama mereka, kalau tidak salah, saya jadikan salah satu lagu untuk drama parodi ketika manggung dengan teman-teman untuk acara perpisahan sekolah. Beberapa tahun kemudian, saya mendengar kabar bahwa Ungu mengeluarkan album religi Islam.

Sebenarnya tulisan ini tidak akan ada kalau saja siang tadi tidak terlintas dalam pikiran saya mengenai perkataan salah seorang teman tentang lagu Andra & The Backbone berjudul Sempurna. Menurut teman saya, Andra mengaku bahwa lagu Sempurna sebenarnya bukan ditujukan untuk kekasih, namun kepada Tuhan. Lirik dalam lagu tersebut terlalu tinggi untuk dinyanyikan buat kekasih. Maka, cukup banyaklah pendengar di radio tempat saya siaran yang sepertinya salah sangka dengan merikwes lagu itu dan mengirimkannya untuk kekasih mereka.

Nah, dengan lintasan pikiran itu dia, saya tak sengaja menyenandungkan lagu Ungu berjudul Kekasih Gelap. Lucu rasanya. Ungu yang punya 2 album lagu rohani *benar kan, ada 2?* berisi pertobatan, pengakuan dosa kepada Tuhan, namun masih juga terus menerus berdosa dengan memiliki kekasih gelap. Barangkali hanya lagu sih ya. Tapi kan, lagu itu setidaknya sudah memberi ’lampu hijau’ untuk mereka yang memang punya kekasih gelap. Yeah, tau sendiri kan kalo ada beberapa orang yang suka dan seringkali menghubungkan kisah kehidupan mereka dengan lirik lagu yang cocok. Saya aja begitu kok. Makanya, menurut saya, Ungu ini termasuk yang mengakomodir pembenaran terhadap kepemilikan kekasih gelap, siapapun itu.

Jelas saja saya tidak setuju. Namun, agak kasihan juga sih dengan si kekasih gelap. Katakanlah benar, Ungu memiliki kekasih gelap. Sungguh kasihan si kekasih gelap, karena dia disayangi melebihi APAPUN, bukan SIAPAPUN. Si kekasih gelap memang sama sekali tidak pantas disayangi lebih dari SIAPAPUN, karena Ungu pastilah menyayangi SIAPA (baca: ALLAH SWT) melebihi siapapun lewat lirik lagu rohani yang mereka tulis. Namun, kalau dibandingkan dengan APA, jelas saja si kekasih tidak pantas. Masa kekasih dibandingkan dengan barang? Waaah, berarti rendah banget kan derajat si kekasih gelap di mata Ungu? Iya jelas, karena perbandingannya hanya APA, bukan SIAPA *dalam artian kekasih asli atau kekasih terang Ungu*.

Rasa kasihan saya untuk si kekasih gelap tidak hanya di situ saja. Derajat kekasih gelap bagi Ungu masih tidak setinggi kekasih terangnya. Perhatikan lirik Meskipun engkau hanya, kekasih gelapku… Izinkan saya menebalkan kata hanya. Well, mengerti kan maksud saya? HANYA, artinya sekedar, cuman, saja, just, only, sebuah kata keterangan yang artinya tidak lebih, no more or no less. Bayangkan wahai kekasih gelap. Masa sih masih mau jadi kekasih gelap? Idiiih. Putus aja deh. Kayak pria HANYA dia aja di dunia ini. Cari yang jelas-jelas aja, jangan mau jadi yang gelap. Sudah cukup gelap negara ini akibat mati lampu *terutama di Pontianak tercinta*.

Cukuplah. Saya rasa kekasih gelapnya Ungu sekarang *maupun kekasih gelap orang lain* sudah cukup mendapatkan ’keterangan’ untuk keluar dari ’kegelapan’ tersebut.

2 thoughts on “Si Ungu dan Kekasih Gelapnya

    • kalo beneran cinta sebaiknya tak dijadikan kekasih gelap. menjadikannya kekasih halal jauh lebih bijaksana daripada menjadikannya sebagai kekasih gelap.

      begitulah menurut saya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s