I LOVE MY FATHER TODAY

Bapak saya: ”Alhamdulillah, pulangnya sebelum magrib juga kamu hari ini.”

Bapak saya: ”Kamu tu harus ya ngajar sampe malam jam 9 gini? Sekali ngajar dibayarnya berapa? Sini biar bapak yang bayar, tapi kamu jangan ngajar malam lagi.”

Bapak saya: ”Malam minggu nanti jangan ngapa-ngapain ya! Kita makan di tempat biasa.”

Bapak saya: ”Kamu berdoa apa setiap hari? Gimana mau dikabulkan subuhnya aja telat segitu.”

Bapak saya: ”Udah gajian? Sini bapak masukkan ke rekening kamu.”

Suatu sore
Saya: ”Pak, ada cowok cakep pak, taat, Islam, tipe saya banget pak. Doain dia jodoh saya ya pak”

Bapak saya: ”………..”

Saya: ”Pak, denger ndak sih?”

Bapak saya: ”Iya. Kalo jodoh tak kan kemana”

Sore yang lain
Saya: sms [pak, isiin pulsa 20rb donk. Sekarat nih, hampir ga bisa bernafas]
Few minutes later: 222 [Anda melakukan pengisian ulang sebesar Rp. 20.000. Berlaku s/d 30/09/07]
Saya: sms [Wah, bapak ebat. Isiin saya pulsa, hehe. Makasi makasi. Luphyuw mwamwa]

Suatu pagi
Saya: ”Bensin motornya kayaknya cuma bisa dipake sampe depan gang aja tu pak”

Bapak saya: (tidak berkomentar, tapi mengambil kunci motor)

Few minutes later: bensinnya tiba-tiba penuh.

Bapak saya: ”Bensinnya udah penuh. Full teng loh.”

Saya: ”He eh, iya makasih. Nanti diganti” (tapi ga tau nanti versi saya itu kapan hihi)

Suatu pagi, siang, sore, dan petang
Saya: ”Paaak, motornya ndak bisa keluar. Toloooong”

Bapak: (bergerak, keluar kamar. Bergegas ngeluarin motor untuk satu-satunya anak perempuan paling cantik ini à soalnya adik saya laki semua). ”Baliknya jangan lama”

Saya: ”Iya, kalo laper pulang kok pak. Tenang ajaaa”

Suatu malam:
Saya: ”Pak, flesdisnya yang kemarin udah rusak”

Bapak: ”Ya beli baru. Kan waktu itu udah dikasi uang untuk beli flesdis baru”

Saya: ”Hehe *biggrinning*. Masa ga ngerti saya sih pak. Kan uangnya udah nyampur sama uang jajan”

Bapak: ”Beli pake uang sendiri lah.”

Saya: ”Yaaaa, mana ada duit. Minta flesdis bapak aja yang itu ya (ngambil flesdis di meja)”

Bapak: ”Ndak boleh. Itu baru beli kemarin”

Saya: ”Pinjem, pinjem”

Dan sampai sekarang, flesdis itu masih ada dalam dompet Monokuro Boo saya. Dipinjam, dalam jangka waktu entah sampai kapan.

Suatu subuh
Bapak saya: ”Bangun, katanya kemarin minta dibangunkan sahur”

Saya: ”…………”

Bapak saya: ”Berapa kali sudah kamu ndak sahur. Bangun, hoi bangun”

Saya: ”ngantuk…. Ga mau sahur aja”

Magrib ini
Saya: ”Pak, Al Qur’an kecilnya untuk saya ya?”

Bapak: ”Kan udah banyak Al Qur’an kamu di kamar”

Saya: ”Yah, kan yang ini kecil pak. Yang di kamar kan gede-gede pak, ndak portable. Kan yang ini bisa dibawa kemana-mana pak. Jadi bisa dibaca di kampus pak.”

Bapak: ”Ya, dijagai yang baik. Itu dikasi sama teman dari Madinah soalnya.”

Saya belum pernah dimarahi sama Bapak saya seperti Ibu saya ngomelin saya. Mungkin karena Bapak adalah laki-laki, jadi kurang suka ngomel. Bapak lebih suka menegur saya dengan tajam, akurat,dan sangat mengena. Bapak menegur saya dengan membawa beberapa evidence yang tak bisa saya sangkal. Bapak menegur saya tanpa saya bisa berkutik membalas tegurannya. Gimana mau dibales, bawaannya hadits sama ayat-ayat! Mau jadi durhaka plus plus emangnya…

Tapi begitulah Bapak. Sedikit bicara, banyak guraunya. Apalagi kalau sudah jelang akhir pekan. Bapak akan membatalkan rencana jalan akhir pekan kalau saya tidak ikut serta dalam rombongan. Atau, Bapak pasti membungkuskan makanan untuk saya saat pulang ke rumah. Makanan untuk wanita paling karir di dunia, kata Bapak. Ampun dah. Siapa yang wanita karir? Kayaknya saya lebih banyak tidur siangnya daripada di rumah. Mungkin, karena intensitas ngobrol sama Bapak sangat jarang, maka Bapak pikir, saya sangat sibuk di luar untuk bekerja.

Bapak memang baik. Tapi Bapak juga manusia. Meskipun Bapak baik, tapi Bapak bisa juga salah. Kan Bapak juga manusia.

Anyway, judul blog ini akan saya baca setiap hari. I love my father today, tidak perlu I love my father everyday. Cukup today, namun saya akan baca setiap hari.

11 thoughts on “I LOVE MY FATHER TODAY

  1. edisamsuri says:

    Kalau kita mau berkah akhirat hormatilah ibu kita dan kalau kalu kita mau berkah , rizki dunia hormatilah…AYAH KITA

    Nyambung ngga sih ama artikel nya he he he he he he

  2. fly the air says:

    hmm, yaya semoga orang tua kita semuanya selalu disayangi oleh Allah. baik yang sudah meninggalkan dunia, maupun yang masih berada di samping kita, menghangatkan hari-hari kita, amien…

  3. Sani says:

    Adalah suatu berkah menyadari bahwa ada seorang figur ayah yang sangat sayang kepada anaknya. Must repay all the kindness to him as long as you can …

  4. fly the air says:

    iya, saya juga kadang merasa begitu keterlaluan sama bapak. that’s why, this post was published, to realize that my pa is the most best best and best in da world, eventhough he doesnt read this post.

  5. fly the air says:

    amien… makasih ya mba mitra

    mudah-mudahan semakin banyak bapak yang baik di dunia ini. Dan mudah-mudahan bapaknya anak saya nanti bisa lebih baik daripada bapak saya🙂

  6. Diar says:

    Waaaaahhh… so sweet ^_^

    Mengharukan deh saat dicoba divisualisasikan…

    Good girl, good girl (tapi sangat memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan yah, he he…–kayaknya rata2 anak di dunia gitu kali ya…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s