si GAJAH

Gajah yang luar biasa besar, melebihi besarnya gajah normal yang sering dilatih di Sekolah Gajah Lampung. Bahkan melebihi kumpulan gajah-gajah di semua Sekolah Gajah itu, atau bahkan semua gajah di seluruh dunia ini. Gede banget ya kayaknya. Bahkan saya pun agak sedikit lelah memperhatikan tumpukan gajah yang tak henti-hentinya ada saja setiap hari. Oh my gajah, apakah judul blog ini juga nantinya akan diganti menjadi thegajah, bukan thekupu lagi?

Oh tidaaaaaargh. Saya tidak mau gajah-gajah itu menghantui saya!

Yeah, itulah jawaban semua manusia yang tidak ingin melihat gajah di pelupuk mata karena gajah itu dianggap menyiksa. Sedangkan semut di seberang lautan yang jauh di sana mampu menggelitik ujung kulit ari yang jari jemari sendiri pun tak bisa menggapainya. Hebat ya si semut! Pantesan kalau main sut-sutan *main apa sih itu namanya? Yang nentuin menang kalah pake jari telunjuk, kelingking sama jempol itu? Saya ga tau loh namanya*, jari kelingking yang disimbolkan sebagai semut dianggap menang jika yang keluar dari jari lawan adalah jempol. Dalam kisah sebelum tidur pun, semut selalu menang dibanding gajah.

Tapi itu bukan alasan untuk menyengaja diri mengobrak abrik sarang semut kan? Alasan yang sama sekali tidak logis untuk mengacak-acak rumah semut hanya untuk melihat mereka bahu membahu menggiring makanan yang beratnya bisa 10x tubuh mereka. Yah, boleh dilihat. Lihatlah. Tapi ambil hikmahnya, jangan ambil makanan yang digiringnya. Itu namanya rese’ *lama banget ga mengucapkan kata itu! WOW*.

Mari, kita semua, wahai para pengunjung blog saya tercinta, dan para pembaca yang meluangkan waktunya untuk blog thekupu ini, marilah biasakan diri untuk sedikit lebih perhatian pada gajah-gajah di pelupuk mata yang mulai menyiksa diri sendiri, dan hilangkan kebiasaan untuk mengobrak abrik, mengganggu dan mencampuri urusan dalam negeri si semut yang hidup tenang di sebrang sana. Pelajari ketenangannya saja.

2 thoughts on “si GAJAH

  1. mitora in life says:

    waduh, gajahnya besar sekali😛

    udah, ga usah berfikir yg rumit. mungkin dpd sibuk melihat keburukanmu, keburukan orang.

    Lebih baik sibuk melihat POTENSImu dan Potensi orang lain…🙂

    mitra juga lagi belajar untuk ini

  2. fly the air says:

    hmm, betul juga. mari, kita gajahi potensi yang ada dalam diri kita *hehe, gajahi? sekarang semuanya bisa jadi kata kerja yak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s