NOT YET

Ketikan saya tanggal 17 Juni 2007:

..karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti orang mati, nyalanya adalah nyala api. Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya..

Maka, haruskan kita tenggelam ke dalamnya? Atau hanyut saja? Lewati sungai itu, dengan bahagia. Atau, biarkan sebuah perahu jadi tempat untuk menunggu? Lagi dan lagi, menunggu yang menyenangkan. Sungguh, menyenangkan. Karena banyak tiupan angin segarkan wajah sampai ke hati.

Should I go out?

Am I supposed to go out?

Or I must go out?

Or I have to go out?

But I’m willing to stay… I am serious asking… seriously, need a serious answer.

Eventhough can’t be one, but I do want to be the one.

The one can feel the LOVE, to stay tune on the LOVE.

Sure, I still dunno what to think and to do coz anything could be the answer.

But I absolutely know, far away, deeply inside this heart, maybe I never care that whatever the answer will be, I’ll stay myself to tune on the LOVE, although he doesn’t allow me to do.

I’m so much passionate, my friend told me that.

My eyes seem saying that I am passionate. I need truly deeply love.

It’s been a long time, it has gone…

no love, no je te’ ame.

I used to cry, I used to be sad, for something that I was not supposed to.

*I was stupid—and am!*

I dun wanna loose it twice. One is enough, and hurt.

But whole the words have cured me well.

Am I gonna be hurt, again?

Is it gonna be hurt? Or I’m gonna make it hurt, for me myself?

Am I that stupid to hurt myself? Answer by yourself!


Saya kangen dengan perasaan tersebut. Saya merindukan pemicu munculnya rasa “je t’aime” yang beberapa ratus ribu detik lalu sempat membuat saya seakan sedang ditiupkan angin segar.

Siapa sekarang yang akan memicunya? Manusia mana yang akan dengan senang hati bermain lagi dengan perasaan dan ambil risiko untuk satu hal yang tidak pasti? Siapa berikutnya yang akan menyakiti atau disakiti?

Di tengah perasaan yang sedang turun naik ini, yang saya perlukan adalah seorang yang tepat, hadir pada saat yang tepat, tepat untuk hati yang sedang kacau ini. Seorang yang hati ini juga bisa dengan senang hati menerima.

Seorang saja, yang bisa membuat saya merasa ‘hidup’ kembali.

Sungguh, cukup seorang saja untuk membuat saya tidak merasa sedang menyakiti diri sendiri.

Cukup satu, asalkan bisa memberikan perasaan nyaman yang seimbang untuk saling berbagi.

Belum saya temukan, sampai dengan hari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s