Master of Ceremony

Barusan saya selesai sedikit beres-beres kamar. Ada banyak ketidakteraturan terjadi dalam kamar saya. Sudah seperti ladang kucing saja. Anaknya Eko 5 ekor sehat semua, alhamdulillah. Biasanya, kalau Potato melahirkan, mesti ada yang meninggal satu atau dua ekor. Kali ini, Eko yang notabene anaknya Potato, merasakan masa kehamilan dan ngidam aneh *suka snack manis waktu dia hamil*, kemudian melahirkan, waah anaknya lucu dan sehat semua. Sayang, mereka belum punya nama. Tolong dong, bantu kasi nama. Jangan lupa, masing-masing nama harus berfilosofi.

Nah, tulisan saya yang mengantarkan kita pada kisah kucing kan yang ini ya tadi? Kenapa saya jadi lancar banget ngobrolin kucing-kucing? Ya ampuuun. Padahal bukan itu yang ingin saya tulis. Tapi ga papa deh. Sekalian juga minta referensi nama untuk anak-anaknya Eko.

Yang ingin saya bagi sebenarnya adalah tentang beres-beres kamar itu tadi. Waktu saya bongkar kotak handphone saya, di dalamnya ternyata sempat saya taruh beberapa name tag dan kartu panitia sejak jaman saya SMA. Sebagian besar tertulis:

Nama : Dini Haiti Zulfany
Jabatan : Seksi Acara
Atau

DINI HAITI ZULFANY

MC

Hanya satu name tag saja jabatan saya tertulis sebagai Sekretaris I. Sisanya seksi acara, dan bisa ditebak, sayalah ’pemegang panggung’nya. Hmmm, menyenangkan sekali memegang kendali acara yang berlangsung. Acara belum mulai kalau MC-nya belum datang. Acara jadi agak sedikit garing kalau MC-nya kurang bisa menghidupkan suasana. Acara jadi berantakan kalau MC-nya ga bisa ngatur jalannya acara. Heuleuuuh, entah sudah berapa puluh tahun *ini hiperbola loh* saya tidak membawakan satu acara di gedung-gedung besar atau acara-acara penting baik resmi dan tak resmi yang dihadiri banyak orang.

Tapi, saya senang mengingat masa-masa dulu saya menjadi Pembawa Acara berbagai jenis event, mulai dari Farewell Party sekolah tanpa dibayar sampai Acara Wisudaan di gedung besar dengan bayaran di luar dugaan. Sekarang sudah tidak pernah lagi jadi MC. Selain belum ada tawaran, juga karena saya terlalu (sok) sibuk dengan beragam tempat kerja yang bikin saya pusing. Apa saya masih bisa ngemsi yaaa sekarang? Rasanya sih masih. Tapi belum dicoba lagi. Maka rasanya pula, saya masih perlu berlatih lagi.

Sudah dini hari 12:52 AM. Selamat dini hari.

2 thoughts on “Master of Ceremony

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s