Debate, maka tidak SEDIH

I got my spirit more in a room named D-E-B-A-T-E rehearsal room! Great, it’s really been a long time didn’t out myself speaking like what I and my friends did today. We talked about Nuclear Power, This House Believe That Nuclear is the Solution for Energy Problem. Yeah, that’s really not important case to talk with me in my daily life. I will NEVER make the topic as one of topics to talk for chit and chat here and there. Who cares about nuclear when I still have many problems *Do I? I don’t think so*? But since that I love debating so much sometimes, it forces me to browse the internet and find some stuffs belongs to the motion. Willy nilly I care a bit about something that I don’t really want to know about!

Well, debate is my new world, not totally new actually. But I feel that via debate, I got so many new experiences and friends to share with. Different style and characteristic of debaters I have found! But in very most important point, they are CRAZY and a bit FREAK! Even one is not a bit, SHE IS REALLY FREAK! Not she is, but THEY ARE!

Nah, how could they are crazy and freak? Intinya dan yang pasti bukan karena saya *hehehehe, soalnya beberapa temen saya yang nyaris gila mengklaim bahwa mereka agak kurang waras begitu akibat diacak-acak otaknya oleh saya!* Mengerikan kan? Well, beberapa seringkali menyakiti diri sendiri dengan cara membebani pikiran menggunakan hal-hal yang entahlah berguna atau tidak baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang *misalnya, mikirin seseorang yang bisa buat kita nangis dan tertawa dalam jangka waktu relative singkat*. Yak, sama seperti saya belum lama itu. Bedanya, saya berusaha sekuat tenaga semaksimal mungkin untuk tidak berbalik menjadi orang yang men-JAHATI- si penjahat yang sebenarnya hanya dijahat-jahatkan oleh saya. Saya tidak terbiasa mengklaim bahwa seseorang jahat.

Memang pernah sekali dua terbesit pikiran semacam itu.

Bahwa sayalah yang dianiaya.
Bahwa sayalah korbannya.
Bahwa sayalah yang disakiti.

Yak, semuanya memang benar, namun dengan pertimbangan dan pemikiran rasional bahwa

Bukan siapa-siapa yang menganiaya saya.
Bukan siapa-siapa yang membuat diri saya menjadi korban.
Bukan siapa-siapa yang membuat saya merasa disakiti melainkan diri saya sendiri!

Menyalahkan orang lain toh tidak menghasilkan apa-apa. Hanya memunculkan tambahan penyakit hati dalam dada. Padahal, semakin kita salahkan orang lain (yang kita anggap menyakiti kita), semakin besar pula sebenarnya pengakuan kita terhadap eksistensi orang tersebut dalam membuat potensi menyakiti diri kita dalam hidup *aduwh, dah mulai mau ngomong serius niyh?*.

Yah, kurang lebih semacam itulah.

Sekarang mau bersiap-siap saja untuk hadapi hari esok, Insya Allah. Juliku, kau tetaplah Juli yang Indah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s