Well, today is so nice!

Many things happen outside my mind, many things take place as if they have been set for me, and sure they have!

Well, not only today, but everyday is nice, too…

I love to live as myself. I love to open my album’s life, my diary of life, my memory along my ages, and share it to myself, open it again, share it, open it, read it, share it, open it, till I myself laugh at me ahahaha… I do love to laugh myself. Thinking, deeply think about what I have done along these ages, reaching to 20, an age that I am going to face soon!

Owh, have you, my friend, prepared something for me? Hehe, come on, check my birthday wish list to http://www.friendster.com/hazelniez. Uwm, sounds so silly me! Enough begging for gifts, dinie! Go out, u, evil, go out hahahaha

———–skip skip skip ————–

Yea, benar-benar amat banyak pelajaran berharga untuk saya sepanjang bulan ini, termasuk hari ini.

Misalnya: ketika saya lagi ngerental sambil ngened di warnet, di belakang saya duduk 2 orang laki-laki, maen game online, sambil ngerokok, sambil muter lagu Dream Theater yang Home kenceng banged. Aaaargh, bayangin dan coba rasain aja. Loudspeaker di belakang telinga, dengan musik yang saya ga doyan, di kasi denger langsung ke kuping ini!? uwh, pengen marah-marah, emangnya saya ini siapa mau marahin mereka. Mau ngasi tau, sama juga, emangnya saya ini siapa mau ngasi tau mereka. Yeah, akhirnya cuma bisa nyindir aja (hehe, sepertinya jadi senjata paling ampuh buat saya ;p).

Temen saya ngomong bisik2: ”Ni orang belakang ga punya perasaan, kali”

Saya jawab: ”HAH? APA? Ga denger?” Kenceng2 tuw saya ngomongnya.

Temen saya langsung istighfar.

Mungkin dia takud itu orang belakang malah jadi ngamuk-ngamuk mengingat jenis lagu yang diputer bisa mencerminkan kepribadian orang juga (katanya iya loh, kalo orang suka musik rock, brarti orangnya ngerock. Kalo suka dangdut, ya ngedangdut. Suka jazz, ya jazzy). Takutnya saya kena gampar kali hihi. Padahal, secaranya yaaa, laki-laki seperti mereka, apalagi yang ngaku ngerock and kasar and ngerokok gitu, ga mungkin laa ya tega banget ngegampar wanita dengan mudahnya. Apalagi yang jilbabnya agak lumayan lebar seperti saya. Naaa, berdasarkan pemikiran itulah, makanya saya sindir-sindir aja mereka waktu itu. Hehe, kan akhirnya itu lagu dikecilin, trus diganti sama lagu Indon, yang saya malah ga suka juga dengernya (Haaaaah, cerewed kali siy saya hihi J).

Anyway, pelajaran apa yang bisa kita petik dari kisah di atas?

Nah, kalo saya sih melihatnya ya, kita ini manusia, hidup bersosial, punya tetangga kanan kiri depan belakang. Jadi, sebagai manusia –kalo ngerasa manusia yaaa- kita harus bisa toleransi sama tetangga kita. Kalo jamnya istirahat, yaa jangan nyetel lagu gede-gede (heh, jadi kayak contoh pelajaran PMP waktu kelas 1 SD dulu). Tapi emang itu bener. Teorinya indah banget sih ya. Prakteknya, uwm, kalo tetangga saya kayaknya masih nol. Masih suka bikin tetangganya yang seperti saya, sangat bersebelahan tetapi tidak dekat, pengen pindah rumah aja. Tapi enak aja saya pindah rumah. Sudah berbelas-belas tahun, dan sebentar lagi berpuluh tahun (sayanya), hidup di rumah itu. Dia kan baru, harusnya dia aja yang pindah.

Lalu yang kedua, sebagai makhluk sosial juga, ada baiknya dan selayaknyalah kita tidak egois. Maksud saya, kalau kita pengen puter lagu gede-gede di depan khalayak ramai, seharusnya lihat dulu kaaaan, sesuai sama selera publik atau nggak. Survey pasar dulu, tanya-tanya ”Mbak, suka Dream Theater ngga? Saya mau putar,”. Mestinya kan begitu. Jadi kan kita bisa milih juga, mau puter lagu Dream Theater yang mana? Yang Home atau B.Y.O.B (eh, itu judulnya S.O.A.D. yaa, sori salah).

————-skip skip skip—————–

Akhir bulan ini juga, saya lagi ga punya feeling apa-apa kepada siapa saja. Feeling yang biasanya muncul untuk orang yang rajin ngirim ”Je t’aime” juga pelan-pelan mulai hilang. Saya juga tidak paham, kenapa kok bisa hilang? Yea, maybe because of I think, I just spend my feeling to do it. Barangkali itu hanya pemborosan perasaan saja ya. Ah, ga tau juga. Yang pasti, waktu saya memiliki perasaan itu, saya bahagia, senang, dan gembira ria tanpa tau sebabnya.

Anyway, jangan khawatir. Saya masih bisa munculkan perasaan itu sesekali. Semuanya tergantung treatment. If u treat me well, I’ll serve u mybest! But if u let me down, I’ll hang you underneath my frown!

Lalu, contoh kedua yang jadi pelajaran berharga untuk bulan ini, *selain cara menagih hutang seperti posting saya sebelumnya* yaitu tentang cara merebut pacar orang. Hah? Merebut pacar? Astaga, udah kayak kekurangan stok laki-laki aja deh buwad digangguin. Oow oow… sangat tidak intelek dan tidak berperikemanusiaan. Maaf deh, ga jadi. Saya ga punya tips khusus untuk disajikan tentang bagaimana cara merebut pacar orang secara professional, tanpa pacarnya tau. Sudah lama tidak punya pacar dan sudah malas merebut pacar orang.

———-skip skip skip ————

Sudah selesai. Hari ini sampai di sini saja.

Sekarang sudah mau beranjak, untuk menyambut bulan penuh kasih sayang, melebihi kasih sayang di bulan February.

Welcome to July.

My Lovely July!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s