Belajar Mengolah Rasa dan Janji

Today? What’s wrong today? Nothing wrong Everything runs well, OK for all…

Hanya sedikit harapan dan sungguh begitu banyak semangat yang tercurah hari ini. Walaupun tak ada banyak janji yang bisa diberikan, setidaknya masih ada kemauan untuk menunjukkan bahwa kita tidak hanya sekedar yang tampak selama ini saja! Kita tidak sekedar bisa ribut di kelas, having conversation going nowhere

without giving any attention to the lecturer, tapi bahwa kita adalah KITA, yang bisa benar-benar sampai titik darah penghabis menyelesaikan containeran tugas-tugas yang kelihatannya berat itu.

SUNGGUH! Mereka tidak tugas yang berat. Hanya terlihat saja. Rasakanlah, pikullah, kerjakanlah, semuanya ringan! Jangan rasakan beratnya, karena tak akan terasa apa-apa, karena mereka sungguh tidak berat. Mereka ringan, tugas-tugas itu.

Janji, benar-benar bukan itu yang saya inginkan. Jangan membentuk diri seperti mereka yang suka berjanji, meskipun mereka bisa laksanakannya. Apalagi, berjanji tapi tidak melaksanakannya. Lebih baik, tidak berjanji apa-apa tapi tunjukkan bahwa kita bisa kerjakan semuanya, walau tanpa obral janji.

JANJI bikin trauma saja.
Gara-gara janji, hilang semuanya.

Gara-gara janji, jadinya berdosa.

Gara-gara janji, muncul kepercayaan maya.

Janji untuk semester ini, mungkin sudah musnah tertelan waktu, bersama dengan koleksi tugas-tugas menyenangkan yang sebagian orang bisa kerjakan, dan sebagian lagi bingung bagaimana mengerjakannya. Ada yang tidak tau, ada yang tidak sempat, ada yang bingung, dan banyak yang malas!!

Ngerjain tugas mati, ngga ngerjain juga mati.

Ya sudah, kalau begitu ayo kita mati saja, tanpa mengerjakan apa-apa! Karena,

Bekerja mati, ngga kerja juga mati.

Bukan di situ kan letak permasalahannya? Bukan segampang itu kan mematikan apa-apa yang selayaknya tidak perlu mati?

Nah, maka perasaan itu, jangan dimatikan pula.

Perasaan yang memunculkan statement Je t’aime itu harus tetap stay! Since I am willing to stay, sure I am. Jadi, kenapa harus dimatikan? Beranilah! Jangan takud. Jangan takud semuanya. Jadilah pemenang sejati. Olah rasa itu tanpa mematikan apa pun.

*Don’t Kill Me*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s